Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, pentingnya sinergi antara pemerintah dan aparat penegak hukum dalam menjaga kepastian sektor swasta dan iklim investasi. Hal tersebut disampaikan dalam Dialog Kebangsaan yang diselenggarakan di Sespim Lemdiklat Polri, Bandung, Selasa (28/4/2026).
Dalam paparannya, Menkeu Purbaya mengingatkan, ketidakpastian ekonomi global merupakan dinamika yang terus terjadi, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Oleh karena itu, kebijakan ekonomi nasional harus dirancang dengan tetap menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan.
Menkeu menjelaskan, struktur ekonomi Indonesia saat ini masih ditopang oleh konsumsi masyarakat, investasi, dan perdagangan. Sebagai upaya konkret, pemerintah terus melakukan berbagai langkah debottlenecking melalui Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP).
Advertisement
Langkah ini bertujuan untuk mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi dunia usaha, sehingga aktivitas investasi dan bisnis dapat berjalan lebih optimal.
"Maka dari itu, kami akan terus jaga sektor swasta agar terus tumbuh, salah satunya dengan Satgas P2SP atau debottlenecking,” jelasnya.
Di sisi kebijakan fiskal, Menkeu Purbaya memastikan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan tarif pajak maupun memperkenalkan pajak baru dalam waktu dekat, khususnya sebelum kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat membaik.
Kebijakan ini konsisten dengan komitmen pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, fokus pemerintah saat ini adalah meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan menutup potensi kebocoran penerimaan negara, bukan dengan menaikkan tarif pajak.
Peran Aparat Penegak Hukum
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472850/original/077010600_1768378156-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026-2.jpg)
Menkeu Purbaya menekankan, peran aparat penegak hukum, memegang peranan penting dalam menciptakan kepastian hukum bagi pelaku usaha hingga ke daerah.
"Jadi kalau ada hambatan dalam bisnis atau investasi, bisa langsung dilaporkan dan akan segera ditindaklanjuti oleh penegak hukum,” tegasnya.
Melalui kolaborasi yang erat, pemerintah berharap dapat menciptakan iklim usaha yang kondusif, memperkuat kepercayaan investor, serta menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global.
Advertisement
Purbaya Kasih Bukti Asing Masih Percaya Indonesia: Rp 37.290 Triliun Investasi Masuk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5453610/original/007869400_1766482737-1a2f8c2a-8c24-4682-9524-a65d9f0750e8.jpeg)
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim Indonesia masih jadi tempat favorit bagi investor asing untuk menanamkan modal. Terbukti dari arus masuk modal dalam beberapa bulan terakhir.
Optimisme itu diutarakan Purbaya langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta pada Jumat (13/3/2026) kemarin.
"Memang sempat naik-turun naik-turun, tapi kita lihat sejak November-Desember cenderung positif. Sekarang juga masih positif," ujar Purbaya, dikutip Sabtu (14/4/2026).
Adapun pada Maret 2026, ia tidak memungkiri adanya arus modal keluar (capital outflow) dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar USD 0,7 triliun. Namun di sisi lain, Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencatat pemasukan (capital inflow) USD 2,2 triliun, atau setara Rp 37.290 triliun.
"Jadi saham juga masih inflow USD 2,2 triliun di bulan Maret. Jadi setelah gonjang-ganjing gonjang-ganjing di bulan Maret sebetulnya masih masuk ke sini Pak. Artinya mereka percaya betul bahwa pondasi kita bagus," tutur dia.
Optimisme Purbaya juga turut terbangun oleh indikator Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun yang relatif stabil. Tak hanya itu, selisih imbal hasil (spread) Surat Berharga Negara (SBN) terhadap US Treasury hanya naik tipis 3 basis poin, dari 240 basis poin menjadi 243 basis poin.
"Artinya asing masih percaya ke kita. Yang domestik aja yang enggak percaya Pak," tegas Purbaya.
Bantah Rupiah Terpuruk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3181748/original/004753900_1594892570-20200716-Rupiah-5.jpg)
Purbaya juga membantah klaim yang mengatakan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bakal kian terpuruk, akibat adanya konflik Timur Tengah yang melibatkan AS, Israel dan Iran.
Menurut dia, kurs rupiah sejauh ini tidak jatuh terlalu dalam. Berkaca pada pengalaman di perang-perang sebelumnya, Purbaya menyebut depresiasi rupiah hanya di kisaran 0,3 persen.
"Kalau kita lihat dinamika global memang gonjang-ganjing mengganggu semuanya. Ada yang bilang rupiah hancur. Tapi kalau dilihat betul, itu setiap perang, rupiah itu hanya terdepresiasi sebesar 0,3 persen," kata Purbaya dalam Sidang Kabinet Paripurna di hadapan Prabowo Subianto.
Investor Punya Duit Tidak Akan Takut
Purbaya lantas menyindir pihak-pihak yang skeptis terhadap rupiah. Padahal, ia menyebut bahwa para pemodal yang benar-benar memiliki uang tidak takut terhadap pergerakan mata uang Garuda saat ini.
"Jadi sebetulnya bagus daya tahan kita. Yang real pemain yang punya duit betul bilangnya seperti ini. Tapi yang enggak punya duit, yang enggak punya duit kali Pak ya. Jelek-jelekin Pak yang nggak punya duit," ungkapnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310889/original/017316800_1785380146-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-30T095434.257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312077/original/024885800_1785478974-indomaret.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316854/original/006178900_1785992062-Screenshot_2026-08-06_113022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316905/original/064384100_1785995980-cek_fakta_luhut.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562646/original/072560600_1776835709-1000296204.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7898267/original/021588900_1780727716-images.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523300/original/073953200_1772800710-IMG_0778.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8630196/original/049757800_1782628026-WhatsApp_Image_2026-06-28_at_12.58.06.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552785/original/012827200_1775829006-Kereta_Cepat_Whoosh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8630196/original/049757800_1782628026-WhatsApp_Image_2026-06-28_at_12.58.06.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552785/original/012827200_1775829006-Kereta_Cepat_Whoosh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305868/original/084134900_1784806171-email-attachment_2026_07_23_ariefhakim-at-klyid_menkeu-purbaya-belum-tentukan-pfii-berdiri-di-lahan-bumn_1000385986.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493434/original/019263400_1770214265-1000225262.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5383135/original/032012200_1760622391-IMG_8063.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297481/original/076891500_1784094342-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-15_Juli_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316341/original/040280100_1785922180-IMG_6271.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8630198/original/059442900_1782628026-WhatsApp_Image_2026-06-28_at_12.58.05.jpeg)