Harga Minyak Dunia Kembali Naik, Ini Penyebabnya

Harga minyak dunia Brent dan WTI kembali melesat. Segini besaran kenaikannya.

Diterbitkan 20 April 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak melonjak pada Minggu, 19 April 2026. Lonjakan harga minyak dunia terjadi seiring Amerika Serikat dan Iran berada di ambang perang baru setelah serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Mengutip CNBC, Senin, (20/4/2026), harga minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei naik sekitar 7% menjadi USD 89,74 per barel pada pukul 18.45 ET. Harga minyak Brent untuk pengiriman Juni naik hampir 5,8% menjadi USD 95,59.

Angkatan Laut AS pada Minggu menembaki kapal kontainer Iran di Teluk Oman, dan Marinir kemudian mengambil alih kapal tersebut, kata Presiden Donald Trump. Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuturkan, kapal itu mencoba melewati blokade angkatan laut AS di pelabuhan Iran.

Penyitaan kapal oleh AS terjadi setelah Iran menyerang sebuah kapal tanker di Selat Hormuz pada hari Sabtu. Kapal-kapal perang Garda Revolusi menembaki kapal tanker tersebut dan sebuah kapal kontainer terkena proyektil yang tidak diketahui, menurut Pusat Operasi Maritim Inggris.

Pada Minggu, Trump kembali mengancam akan meledakkan setiap pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika para pemimpinnya tidak menerima kesepakatan dengan AS. Perjanjian gencatan senjata antara AS dan Iran akan berakhir minggu ini. Trump menyebut serangan Iran terhadap kapal-kapal pada akhir pekan sebagai "pelanggaran total" terhadap gencatan senjata.

Belum jelas apakah AS dan Iran akan bertemu untuk putaran kedua negosiasi perdamaian di Pakistan.

 

Ketegangan yang Tiba-Tiba Meningkat

Trump mengatakan, AS dan Iran akan mengadakan pembicaraan di Islamabad pada Senin. Namun, Iran mengatakan tidak akan hadir karena blokade angkatan laut AS yang sedang berlangsung, di antara keluhan lainnya, menurut kantor berita negara IRNA.

Peningkatan ketegangan yang tiba-tiba selama akhir pekan terjadi setelah AS dan Iran tampaknya hampir mencapai kesepakatan pada akhir pekan lalu.

Harga minyak anjlok pada Jumat setelah Iran tiba-tiba menyatakan selat tersebut sepenuhnya terbuka untuk lalu lintas komersial sebagai tanggapan terhadap perjanjian gencatan senjata yang dimediasi AS di Lebanon. Namun dengan cepat menjadi jelas bahwa Teheran memberlakukan syarat yang sama untuk transit melalui selat tersebut seperti sebelumnya.

Sementara itu, Trump menolak untuk mencabut blokade angkatan laut AS terhadap Iran. Teheran kemudian mengubah haluan dan mengatakan bahwa selat tersebut akan tetap ditutup sampai blokade dicabut.

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Blokade AS

Sebelumnya, Iran mengumumkan bahwa kendali atas Selat Hormuz kembali ke “kondisi sebelumnya” di tengah ketegangan yang masih berlangsung dengan Amerika Serikat (AS). Pihak Iran menyebut keputusan tersebut diambil sebagai respons atas konflik yang belum mereda dengan AS terkait operasi blokade angkatan laut.

Dalam pernyataan yang disiarkan media Iran, komando operasional militer Iran Khatam Al-Anbiya, menyebut blokade yang dilakukan AS sebagai “pembajakan”.

“Untuk alasan ini, kendali atas Selat Hormuz telah kembali ke keadaan sebelumnya, dan jalur perairan strategis ini berada di bawah pengelolaan dan kontrol ketat angkatan bersenjata,” demikian dalam pernyataannya, dikutip The Guardian, Sabtu (18/4/2026).

Iran juga menegaskan bahwa situasi di Selat Hormuz akan tetap berada dalam pengawasan ketat sampai Amerika Serikat memulihkan sepenuhnya kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang berangkat dari maupun menuju Iran.

“Selama AS tidak memulihkan kebebasan penuh navigasi bagi kapal-kapal yang berasal dari Iran atau menuju Iran, situasi di Selat Hormuz akan tetap berada dalam kontrol ketat dan kembali ke kondisi sebelumnya,” lanjutnya.

Sebelumnya, Iran dan mantan Presiden AS Donald Trump sempat mengumumkan bahwa Selat Hormuz telah dibuka kembali untuk pelayaran.

Namun, Trump menegaskan bahwa blokade Amerika Serikat akan tetap diberlakukan hingga tercapai kesepakatan dengan Teheran, termasuk terkait program nuklir Iran.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6