Detik-Detik Evakuasi 7 Nelayan yang Terombang-ambing di Selat Makassar 2 Hari

Pertamina Hulu Mahakam berhasil mengevakuasi 7 nelayan yang terombang-ambing di Selat Makassar selama 2 hari akibat kapal rusak. Proses penyelamatan berlangsung

Diterbitkan 16 April 2026, 12:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil mengevakuasi tujuh nelayan yang terombang-ambing di perairan Selat Makassar selama dua hari akibat kerusakan mesin kapal. Peristiwa ini terjadi di wilayah perairan sekitar pesisir Kampung Muara Keili, Desa Tani Baru, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Kapal nelayan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan mesin parah saat melintas di area laut GTS-Q dalam perjalanan dari Samarinda menuju Sepatin. Akibatnya, kapal tidak dapat bergerak dan para nelayan terpaksa bertahan di tengah laut dengan kondisi terbatas.

Upaya meminta bantuan sempat dilakukan para nelayan dengan mencari sinyal telepon. Namun, usaha tersebut tidak membuahkan hasil. Setelah dua hari terombang-ambing, informasi keberadaan mereka akhirnya diterima oleh tim patroli keamanan PHM pada Kamis malam, 9 April 2026 sekitar pukul 19.00 WITA.

Meski lokasi kejadian berada di luar wilayah patroli rutin, tim keamanan Pertamina Hulu Mahakam segera mengambil langkah cepat. Koordinasi dilakukan dengan unit maritim dan marine untuk melakukan penyisiran, mengingat situasi darurat yang dihadapi para nelayan.

Tim keamanan Pertamina Hulu Mahakam kemudian bergerak menggunakan kapal patroli Ruhen 27 untuk menyisir area seluas sekitar dua kilometer persegi. Setelah sekitar satu jam pencarian, kapal nelayan yang terombang-ambing akhirnya berhasil ditemukan.

Seluruh nelayan segera dievakuasi dan kapal mereka digandeng menuju Kampung Muara Ilo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut serta memastikan kondisi mereka aman.

 

Komitmen Keselamatan

General Manager Pertamina Hulu Mahakam, Setyo Sapto Edi menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan operasi tersebut.

“Alhamdulillah, ketujuh nelayan tersebut ditemukan dalam keadaan selamat meskipun mereka terombang-ambing di laut dengan bekal makanan dan minuman yang terbatas,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4/2026).

Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini mencerminkan kepedulian sosial perusahaan serta komitmen tinggi terhadap keselamatan. Menurutnya, tim PHM selalu siaga menghadapi kondisi darurat dengan koordinasi yang presisi dan standar keamanan maritim yang ketat.

“Bagi kami, keselamatan adalah nilai mutlak yang tidak mengenal batas wilayah operasional. Apa yang dilakukan oleh tim di lapangan adalah cerminan dari komitmen yang tinggi terhadap keselamatan operasi, masyarakat, dan lingkungan,” tutupnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6