Isu Harga Pertamax Naik Jadi Rp 17.850, Pertamina: Belum Ada Pengumuman Resmi

Pertamina tegaskan harga Pertamax April 2026 belum diumumkan, bantah isu kenaikan di media sosial.

Diterbitkan 30 Maret 2026, 20:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) menegaskan belum ada keputusan resmi terkait perubahan harga Pertamax untuk periode April 2026. Hal ini disampaikan untuk menanggapi maraknya informasi di media sosial yang menyebutkan adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi tersebut.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa informasi yang beredar belum dapat dipastikan kebenarannya. “Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” ujar Baron dikutip dari Antara, Senin (30/3/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, masyarakat sebaiknya hanya merujuk pada kanal resmi Pertamina untuk mendapatkan informasi terkait harga BBM.

Baron menegaskan, proyeksi kenaikan harga Pertamax yang beredar saat ini tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Dengan demikian, informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi klarifikasi atas beredarnya kabar kenaikan harga BBM yang memicu keresahan di masyarakat.

 

Isu Harga Pertamax Naik Rp 17.850 Beredar di Media Sosial

Sebelumnya, beredar informasi di media sosial yang menyebut harga Pertamax akan naik menjadi Rp17.850 per liter pada April 2026. Angka tersebut disebut melonjak Rp5.550 dari harga Maret 2026 yang berada di level Rp12.300 per liter.

Dalam informasi yang beredar, kenaikan tersebut dikaitkan dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dari Rp16.819 menjadi Rp16.877 per dolar AS.

Selain itu, kenaikan juga disebut dipicu lonjakan harga indeks pasar (HIP) BBM RON 92 yang mencapai 120 dolar AS per barel dari sebelumnya 73,91 dolar AS per barel.

Tak hanya Pertamax, sejumlah BBM lain juga disebut akan mengalami kenaikan signifikan, seperti Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, hingga Pertamina Dex dan Dexlite.

Namun, Pertamina menegaskan bahwa seluruh angka tersebut hanyalah spekulasi dan belum berdasarkan keputusan resmi pemerintah maupun perusahaan.

 

Pemerintah Upayakan BBM Subsidi Tetap Stabil

Di tengah beredarnya isu kenaikan harga BBM nonsubsidi, pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tetap dijaga stabil.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah mengupayakan agar harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami kenaikan.

Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global dan fluktuasi harga energi dunia.

Pertamina juga menyatakan dukungannya terhadap imbauan pemerintah agar masyarakat menggunakan energi secara bijak dan efisien.

Ke depan, masyarakat diharapkan lebih selektif dalam menerima informasi, terutama terkait harga BBM, serta selalu memantau pengumuman resmi dari Pertamina guna menghindari kesalahpahaman.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • liputan6
    Pertamax adalah salah satu jenis BBM yang digunakan di Indonesia.
    pertamax
  • liputan6
    Pertamina merupakan salah satu perusahaan BUMN yang bertugas mengelola pertambangan minyak dan gas bumi di Indonesia.
    Pertamina
  • liputan6
    Harga BBM naik menyebabkan masyarakat melakukan aksi demo.
    harga bbm naik
  • liputan6
    Informasi terkini mengenai harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dari berbagai penyedia seperti Pertamina, Shell, BP, dan Vivo, serta panduan terkait pendaftaran QR Code BBM subsidi dan jenis-jenis BBM yang tersedia.
    Harga BBM
  • liputan6
    BBM atau Bahan Bakar Minyak adalah materi apapun yang bisa diubah menjadi energi.
    BBM
  • Harga Pertamax