Stok Pangan Dipastikan Aman di Tengah Gejolak Timur Tengah

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan meminta agar masyarakat tidak panic buying. Ia memastikan, stok pangan aman.

Diterbitkan 28 Maret 2026, 12:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memastikan kondisi pangan nasional tetap aman dan terkendali meskipun situasi global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah.

Ia menyampaikan, Indonesia patut bersyukur karena telah mengantisipasi potensi krisis pangan sejak jauh hari melalui kebijakan strategis pemerintah. Menurut dia, arahan Presiden untuk memperkuat kemandirian pangan menjadi langkah tepat dalam menghadapi ketidakpastian global.

"Kita bersyukur bahwa kebijakan Bapak Presiden dari jauh hari sudah tepat, bahwa kita harus swasembada pangan dan mandiri di bidang pangan,” ujarnya di Pasar Minggu, Sabtu (28/3/2026).

Zulkifli Hasan menuturkan, meskipun konflik internasional terus berlangsung, Indonesia tidak terlalu terdampak secara langsung dalam hal pasokan pangan. Hal ini karena sebagian besar kebutuhan pokok nasional dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Ia merinci, stok beras nasional dalam kondisi aman, dengan cadangan sekitar 4 juta ton pada tahun lalu dan diperkirakan akan kembali mencapai angka serupa tahun ini. Dengan kondisi tersebut, ia optimistis kebutuhan beras hingga tahun depan tetap tercukupi.

Selain beras, komoditas lain seperti jagung, ayam, telur, dan sayur-sayuran juga dipastikan aman karena sebagian besar berasal dari produksi dalam negeri. Sementara, beberapa komoditas yang bergantung pada impor, seperti gandum dan kedelai, yang sebagian besar berasal dari Eropa dan Amerika.

"Jadi tidak ada pangan yang tergantung dari Timur Tengah, berarti pangan aman, aman tidak ada masalah apapun," ujar dia.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying, karena ketersediaan stok dipastikan cukup dan terkendali.

"Tidak perlu membeli berlebihan, cukup secukupnya saja, karena stok aman dan tidak ada masalah,” ucapnya.

 

Sidak ke Pasar Minggu

Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Budi Santoso melakukan inspeksi langsung ke Pasar Minggu untuk memantau kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok setelah perayaan Idulfitri.

Pria yang akrab disapa Zulhas ini menyampaikan secara umum stok pangan masih melimpah dan dalam kondisi aman. Ia menyebutkan bahwa berbagai komoditas utama seperti beras, ayam, telur, dan sayur-sayuran tersedia dalam jumlah cukup di pasaran.

"Persediaan banyak, beras banyak, ayam stoknya banyak, telur banyak, sayur-sayuran banyak, walaupun mungkin pedagang belum 100% ya, mungkin sudah 60-70% yang buka," ucapnya di Pasar Minggu, Sabtu (28/3/2026).

 

 

Terus Pantau Harga

Terkait harga, Zulkifli Hasan menjelaskan, terjadi variasi di sejumlah komoditas. Beberapa harga mengalami penurunan, sementara yang lain sedikit mengalami kenaikan. Harga telur dilaporkan relatif stabil, sedangkan harga ayam mengalami kenaikan tipis. Untuk komoditas cabai, terdapat perbedaan mencolok. Cabai merah keriting mengalami penurunan harga, sementara cabai rawit merah sempat menembus kisaran Rp 100 ribu hingga Rp 110 ribu per kilogram.

"Cabai merah disebut cabai setan ya, saking mahalnya naik dia, karena pedas katanya, itu naik harganya," ujarnya.

"Cabai merah, iya yang kecil yang segini, itu yang paling mahal, iya itu tadi Rp100-an (Rp100.000-an) harganya," lanjutnya.

Sementara itu, harga cabai lainnya tercatat sekitar Rp50.000 per kilogram di pasar.

Pemerintah, lanjut Zulkifli Hasan, akan terus melakukan pemantauan harga dan distribusi pangan secara rutin. Ia juga berencana melakukan kunjungan ke sejumlah daerah lain seperti Lampung dan Jawa Tengah dalam waktu dekat guna memastikan stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga di berbagai wilayah Indonesia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6