Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Putar Uang Rp 417,2 Triliun, Kelas Menengah Jadi Penopang Utama

Tradisi mudik Lebaran 2026 diprediksi bakal memutar roda ekonomi hingga Rp417,20 triliun. Simak analisis IDEAS mengenai peran kelas menengah.

Diterbitkan 19 Maret 2026, 11:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga riset IDEAS memproyeksikan tradisi mudik tahun ini akan menggerakkan ekonomi nasional secara masif. Simak analisis mengenai porsi belanja masyarakat dan dampaknya ke daerah di sini.

Lembaga Riset Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS) memperkirakan tradisi mudik Lebaran 2026 mendorong perputaran ekonomi hingga Rp 417,20 triliun.

Peneliti IDEAS Agung Pardini menjelaskan, sekitar 50% dari 281 juta penduduk diprediksi mudik, dengan partisipasi lebih tinggi pada kelompok berpendapatan atas hingga 60%, dibanding bawah yang berada pada kisaran 40%. Sementara kelas menengah didapuk menjadi penopang utama karena daya beli yang lebih kuat.

“Semakin tinggi tingkat pendapatan, semakin besar peluang seseorang untuk berpartisipasi dalam mudik. Ini mencerminkan bahwa mudik bukan hanya tradisi sosial, tetapi juga aktivitas ekonomi yang sangat dipengaruhi oleh kapasitas daya beli,” katanya dalam keterangan, Kamis (19/3/2026).

Meski nominal belanja lebih kecil, kata dia, kelompok bawah menanggung beban lebih berat, mengalokasikan hingga 200% dari pengeluaran bulanan untuk mudik, dibanding sekitar 120% pada kelompok atas.

“Kelompok bawah cenderung harus mengorbankan porsi pendapatan yang jauh lebih besar untuk bisa mudik. Secara nominal mereka membelanjakan lebih kecil, tetapi secara beban ekonomi justru lebih berat,” jelasnya.

Efek Berganda

Menurutnya, mudik menciptakan efek berganda bagi ekonomi, menggerakkan konsumsi, produksi, dan sekaligus mendorong distribusi ekonomi dari kota ke daerah.

“Mudik menciptakan efek pengganda yang luas dalam perekonomian. Aktivitas ekonomi bergerak dari kota ke daerah, menghidupkan sektor perdagangan, transportasi, hingga usaha mikro di berbagai wilayah,” ujar Agung.

1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek hingga H-4 Lebaran 2026

Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk melaporkan, volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek pada H-10 sampai dengan H-4 Lebaran 2025, atau pada periode Rabu-Selasa (11-17 Maret 2026) mencapai 1.213.388 kendaraan.

Angka tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat Gerbang Tol (GT) utama, yakni GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (arah Bandung), GT Cikupa (arah Merak), dan GT Ciawi (arah Puncak).

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono mengatakan, total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini meningkat 20,9 persen jika dibandingkan dengan lalin normal sebanyak 1.003.695 kendaraan.

"Sebanyak 1,2 juta kendaraan yang telah meninggalkan wilayah Jabotabek tersebut merupakan 34,4 persen dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan lalin keluar Jakarta selama periode 11–31 Maret 2026," ujar Rivan, Rabu (18/3/2026).

Untuk distribusi lalu lintas meninggalkan Jabotabek menuju ketiga arah, mayoritas sebanyak 612.956 kendaraan (50,5 persen) menuju arah timur (Trans Jawa dan Bandung), 353.032 kendaraan (29,1 persen) menuju arah barat (Merak), dan 247.400 kendaraan (20,4 persen) menuju arah selatan (Puncak).

Berikut rinciannya:

1. Arah Timur (Trans Jawa dan Bandung)

Lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek, dengan jumlah 387.451 kendaraan, meningkat sebesar 95,6 persen dari lalin normal.

Sementara lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang, dengan jumlah 225.505 kendaraan, meningkat sebesar 2,3 persen dari lalin normal.

Total lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Trans Jawa dan Bandung melalui kedua GT tersebut adalah sebanyak 612.956 kendaraan, meningkat sebesar 46,5 persen dari lalin normal.

2. Arah Barat (Merak)

Adapun lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Merak melalui GT Cikupa Jalan Tol Tangerang-Merak adalah sebesar 353.032 kendaraan, meningkat 4,7 persen dari lalin normal.

3. Arah Selatan (Puncak)

Sedangkan jumlah kendaraan yang meninggalkan Jabotabek menuju arah Puncak melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi sebanyak 247.400 kendaraan, lebih rendah 0,3 persen dari lalin normal.

 
 
 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6