Liputan6.com, Jakarta - Melihat ambisi besar untuk menghubungkan UMKM lokal ke pasar global, terdapat realitas mikro yang sering luput dari sorotan: soal bibit, cuaca, biaya admin, hingga kejelasan skema kredit.
Bagi Densiana Kaja, petani rumput laut di Nusa Tenggara Timur, kredit bukan sekadar angka di atas kertas. Sebelum mengakses Kredit Merdeka yang diperkenakan oleh ILO, keterbatasan modal memaksanya memproduksi bibit sendiri dengan skala terbatas.
Kini pinjaman Rp5 juta yang diterima sekitar Rp4,5 juta setelah potongan administrasi mengubah pola produksi. Ia bisa membeli bibit dalam jumlah lebih besar dan melakukan pembibitan baru. Dampaknya langsung terasa pada volume panen.
Advertisement
“Sebelum ada pinjaman, kita bikin sendiri. Sekarang bisa beli dan panen meningkat,” kata Densiana kepada Liputan6.com, Senin (23/2/2026).
Namun akses kredit tidak selalu linier dengan ketenangan usaha. Welmince Welhelmina, petani rumput laut lainnya, menggambarkan sisi rapuh pembiayaan di sektor berbasis alam. Ia meminjam Rp10 juta untuk membeli bibit dan membayar jasa pengikatan, sebagai komponen penting dalam rantai nilai rumput laut.
Proses pengajuan ia nilai mudah, bahkan tanpa ponsel. Tetapi ketika cuaca buruk merusak panen dan harga menurun, cicilan menjadi beban.
“Kalau tidak ada hasil, susah juga bayar angsuran,” ujarnya.
Minim Pemahaman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511003/original/007007200_1771854566-382e1d04-4a6b-4604-985c-4b7115cf685e.jpeg)
Welmince juga menyoroti minimnya pemahaman soal potongan administrasi. Ia mengetahui ada potongan Rp300 ribu dan tambahan Rp450 ribu di akhir tahun, namun sisanya tak jelas.
Kisah-kisah ini memperlihatkan bahwa tantangan UMKM, terutama perempuan bukan semata soal kelayakan usaha, melainkan struktur sosial yang mengitarinya.
Direktur Utama PT Astil, Ayi Nurmalaela, menyebut perempuan sering terhambat faktor budaya dan administratif: status pernikahan yang belum tercatat, jerat utang koperasi harian berbunga tinggi, ketiadaan agunan atas nama sendiri, hingga utang suami yang tak diketahui. Semua itu membuat perempuan terperangkap dalam BI Checking tanpa jalan keluar.
“Perempuan yang tidak bankable perlu dikenalkan ke pembiayaan lunak seperti PNM, dengan pendampingan penggunaan keuangan, terutama untuk usaha,” ujarnya saat dihubungi Liputan6.com, Senin (23/2/2026).
Di tengah celah itu, fintech mengambil peran sebagai penghubung. Harumi Supit, VP of PR Amartha, melihat kebutuhan pendanaan produktif di perdesaan masih besar, khususnya di segmen ultra-mikro perempuan. Amartha mengembangkan credit scoring berbasis AI yang memadukan data dan pengalaman lapangan selama 16 tahun.
Penilaian kelayakan tidak hanya mengandalkan dokumen formal, tetapi juga indikator kontekstual tiap wilayah, dengan verifikasi dan pendampingan langsung. “Keberhasilan bagi kami bukan hanya pertumbuhan usaha atau kelancaran pembayaran, tetapi dampaknya pada keluarga dan komunitas, anak bisa sekolah, literasi keuangan meningkat,” katanya kepada Liputan6.com, Minggu (22/2/2026).
Advertisement
Akses Pembiayaan
Namun integrasi tidak bisa dibebankan pada satu aktor. Pengamat perbankan dan praktisi sistem pembayaran Arianto Muditomo menilai akses pembiayaan UMKM saat ini sudah tersedia, tetapi kesiapan UMKM belum merata. Secara analog, BPR unggul karena kedekatan dan relasi personal, meski prosesnya masih manual. Fintech cepat dan digital, tetapi menuntut literasi dan jejak data.
“Model paling realistis adalah hybrid,” ujarnya saat dikonfirmasi Liputan6.com, Minggu (22/2/2026).
Menurutnya, BPR menjadi pintu masuk berbasis kepercayaan, sementara fintech membantu scoring dan monitoring. UMKM didorong menggunakan pencatatan sederhana dan transaksi digital seperti QRIS agar memiliki rekam data.
“Tetap dekat secara sosial, tapi naik kelas secara digital,” tandasnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3922241/original/ACg8ocLiduGnZHRBjjMjUWh6q-RwE-SYgH4nCoP-IUfORduHSVi_-g%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5510991/original/099074000_1771851303-c3179e68-b699-4684-85b9-7eccff9bb4f6.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/7029/original/065415200_1744906934-1000023100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259216/original/078310400_1781491972-AP26165670492100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8692722/original/034513200_1782755867-000_B8PJ7CN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8683693/original/057493000_1782735957-IMG_0428.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8648001/original/044130700_1782659027-kenandy__17_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8648620/original/035491800_1782660417-yanti_batok__17_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8649372/original/046754500_1782662063-dawet_utami.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8664616/original/039247700_1782694434-sambal_itheng6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633038/original/089776900_1782632068-1001406296.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8412140/original/039111000_1782296187-WhatsApp_Image_2026-06-24_at_16.24.41__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8595965/original/015846800_1782566608-Mojah_Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8596754/original/000578600_1782568091-prol_tape5.jpg)