Harga Emas Pegadaian Hari Ini 16 Februari 2026: UBS dan Galeri24 Kompak Stagnan

Berikut daftar lengkap harga emas Pegadaian termasuk buatan UBS dan Galeri24 pada Senin, (16/2/2026).

Diterbitkan 16 Februari 2026, 07:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas buatan UBS dan Galeri24 di Pegadaian kompak stagnan pada perdagangan Senin (16/2/2026) pukul 06.31 WIB. Dua produk logam mulia buatan UBS dan Galeri24 kompak di kisaran Rp 2,9 juta.

Harga emas buatan UBS stagnan di Rp 2.998.000 per gram. Sementara itu, harga emas buatan Galeri24 di harga Rp 2.981.000 per gram. Harga emas tersebut stabil dari harga tertera di laman resmi Sahabat Pegadaian pada Minggu pagi.

Namun, harga jual emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian sewaktu-waktu dapat berubah.

Untuk Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram.

Untuk harga emas antam di laman resmi Logam Mulia diperbarui setelah pukul 08.30 WIB.

Berikut daftar lengkap harga emas masing-masing produk.

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.564.000
  • ‎1 gram: Rp 2.981.000.
  • ‎2 gram: Rp 5.890.000
  • 5 gram: Rp 14.618.000
  • 10 gram: Rp 29.159.000
  • 25 gram: Rp 72.505.000
  • 50 gram: Rp 144.894.000
  • 100 gram: Rp 289.645.000
  • 250 gram: Rp 722.334.000
  • 500 gram: Rp 1.444.667.000
  • ‎1.000 gram: Rp 2.889.334.000

UBS

  • 0,5 gram: Rp1.620.000
  • ‎1 gram: Rp2.998.000
  • 2 gram: Rp 5.949.000
  • 5 gram: Rp 14.698.000
  • 10 gram: Rp 29.242.000
  • 25 gram: Rp 72.960.000
  • 50 gram: Rp 145.620.000
  • 100 gram: Rp 291.125.000
  • 500 gram: Rp 1.453.487.000

 

 

 

Harga Emas Diramal Tembus Rp 3 Juta Lagi Pekan Ini, Siap-Siap!

Sebelumnya, pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas dunia dan logam mulia masih berpotensi bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan depan, Senin hingga Jumat, dipengaruhi faktor geopolitik, politik Amerika Serikat, kebijakan bank sentral, serta dinamika suplai dan permintaan.

Ia menyampaikan, pada penutupan Sabtu pagi, harga emas dunia berada di level USD 5.042 per troy ons, sementara logam mulia di dalam negeri dipatok Rp 2.954.000 per gram.

“Untuk Emas Dunia sendiri, tadi pagi, ya Sabtu pagi ditutup di USD 5.042 per troy on. Kemudian Logam Mulianya di Rp 2.954.000,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (16/2/2026).

Ibrahim menjelaskan, apabila harga emas dunia mengalami penurunan, maka support pertama berada di USD 4.947 per troy ons dengan potensi harga logam mulia di Rp 2.920.000. Jika kembali melemah, support kedua berada di USD 4.818 per troy ons dan logam mulia diperkirakan di Rp 2.860.000.

Sebaliknya, jika harga emas dunia menguat, resisten pertama diproyeksikan di USD 5.134 per troy ons dengan harga logam mulia berpeluang menyentuh Rp 3.000.000 per gram. Sementara resisten kedua berada di USD 5.245 per troy ons dengan estimasi logam mulia di Rp 3.150.000.

Menurutnya, fluktuasi harga emas dan logam mulia dipicu sejumlah faktor utama, yakni ketegangan geopolitik di Timur Tengah, dinamika politik di Amerika Serikat, arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, serta aksi pembelian logam mulia oleh Bank Sentral Tiongkok.

 

Inflasi AS

Ia menyoroti meningkatnya ketegangan setelah adanya indikasi persiapan serangan terhadap Iran di Timur Tengah, yang dinilai dapat mendorong kenaikan harga emas.

Dari sisi politik AS, pasar disebut masih merespons penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed, di tengah data tenaga kerja yang dinilai cukup baik namun masih berada di bawah tekanan.

Di sisi kebijakan moneter, inflasi inti AS Januari 2026 tercatat naik 2,4 persen, lebih rendah dari konsensus 2,5 persen dan melambat dibanding Desember 2025. Kondisi ini dinilai membuka peluang penurunan suku bunga, yang berpotensi berdampak positif terhadap harga emas dunia dan logam mulia.

 

Pembelian Logam Mulia oleh China

Selain itu, pembelian logam mulia oleh Bank Sentral Tiongkok untuk memperkuat cadangan devisa juga disebut menjadi faktor pendorong permintaan. Meski terdapat kekhawatiran spekulasi di pasar, peningkatan cadangan devisa Tiongkok terutama pada logam mulia dinilai menunjukkan tren kenaikan permintaan.

“Ini membuktikan bahwa permintaan untuk logam mulia terus mengalami kenaikan bahkan ya untuk mencapai akhir tahun untuk mencapai USD 6.500 kemungkinan akan terjadi,” pungkasnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6