Liputan6.com, Jakarta - Dinamika ekonomi global memasuki fase yang semakin kompleks menjelang 2026. Defisit fiskal Amerika Serikat (AS) yang persisten, utang pemerintah yang terus meningkat, serta potensi melemahnya independensi kebijakan moneter menjadi tantangan utama bagi investor global.
Chief Investment Officer Bank DBS, Hou Wey Fook, menilai kondisi ini menandai era baru dominasi fiskal yang berpotensi mendorong tekanan inflasi jangka panjang. Menurutnya, investor tidak lagi cukup mengandalkan aset keuangan konvensional untuk melindungi nilai portofolio.
“Jika pelonggaran fiskal dan moneter berlanjut tanpa kerangka pengendalian utang yang jelas, tekanan harga berisiko meningkat kembali. Dalam kondisi seperti ini, aset riil menjadi perlindungan nilai yang paling relevan,” ujar Hou Wey Fook.
Advertisement
Dominasi Fiskal AS dan Ancaman Inflasi Struktural
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501281/original/054186400_1770892876-Foto_2_-_DBS_CIO_Insights_1Q26.png)
DBS menyoroti bahwa inflasi ke depan tidak semata dipicu oleh faktor sementara seperti tarif atau gangguan rantai pasok. Ketiadaan kerangka fiskal yang komprehensif untuk mengendalikan utang publik justru dinilai sebagai pendorong utama tekanan harga.
Pelemahan independensi Federal Reserve, baik yang nyata maupun yang dipersepsikan pasar, berisiko memicu kembali kekhawatiran inflasi. Kondisi ini dapat mendorong investor menuntut premi risiko yang lebih tinggi, terutama pada aset keuangan.
Dalam konteks tersebut, DBS menegaskan pentingnya aset riil seperti infrastruktur, properti, komoditas, dan logam mulia. Secara historis, kelas aset ini terbukti lebih tangguh dalam siklus inflasi dibandingkan aset keuangan tradisional.
Advertisement
AI dan Belanja Pertahanan Jadi Penggerak Pertumbuhan Baru
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501282/original/019945100_1770892877-Foto_1a__15_.JPG.jpeg)
Di luar inflasi, pasar global juga tengah dibentuk oleh pergeseran struktural lainnya, termasuk deglobalisasi dan meningkatnya proteksionisme. Meski berdampak pada melemahnya perdagangan dan naiknya biaya produksi, momentum makro global dinilai tetap solid.
DBS mencatat, siklus investasi modal masih kuat, terutama didorong oleh kecerdasan buatan (AI) dan belanja pertahanan. Hyperscalers diperkirakan akan menginvestasikan sekitar USD 1,4 triliun untuk infrastruktur AI sepanjang 2025–2027. Sementara itu, anggaran pertahanan negara-negara NATO diproyeksikan meningkat dari 2% menjadi 5% dari PDB pada 2035.
“Komitmen belanja ini merupakan angin segar struktural yang berpotensi mendefinisikan ulang lanskap industri dan teknologi global,” kata Hou.
Namun demikian, DBS mengingatkan bahwa lonjakan AI juga membawa risiko euforia pasar, mulai dari valuasi tinggi, konsentrasi saham, hingga antusiasme spekulatif yang berlebihan.
Waspadai Euforia AI dan Risiko Circular Financing
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501283/original/026286300_1770892877-Foto_1b__3_.JPG.jpeg)
Meski situasi saat ini dinilai lebih solid dibandingkan era dotcom, DBS menilai kewaspadaan tetap diperlukan. Salah satu risiko yang disoroti adalah munculnya circular financing, yakni praktik perusahaan saling mendanai pertumbuhan satu sama lain.
“Tren ini mengingatkan pada vendor financing di akhir 1990-an. Meski belum menjadi masalah sistemik, fenomena ini perlu diawasi secara ketat,” ujar Hou.
DBS menilai investasi AI tetap menarik, namun selektivitas menjadi kunci. Fokus diarahkan pada perusahaan yang memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitas, bukan pada belanja modal besar yang tidak diimbangi pertumbuhan pendapatan.
Advertisement
Aset Riil Jadi Langkah Strategis
Dengan The Fed mulai memasuki fase pemotongan suku bunga tanpa resesi, tekanan inflasi diperkirakan tetap bertahan. Dalam kondisi tersebut, DBS menegaskan bahwa memasukkan aset riil ke dalam portofolio bukan sekadar langkah defensif, melainkan keputusan strategis.
Perbandingan historis antara kinerja perak dan indeks S&P 500 menunjukkan posisi investor telah berada di level ekstrem. Kondisi ini membuka peluang diversifikasi yang lebih menarik ke aset riil yang tangible.
Fokus Kualitas di Saham dan Obligasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501284/original/029013400_1770892877-image.png)
Untuk pasar saham, DBS merekomendasikan pendekatan yang lebih terfokus di 2026. Asia di luar Jepang menjadi pilihan utama karena diperdagangkan dengan diskon sekitar 32,4% dibandingkan pasar negara maju, dengan proyeksi pertumbuhan laba mencapai 18,9% pada 2026. Pelemahan dolar AS juga dinilai akan menjadi katalis positif bagi arus modal ke kawasan ini.
Selain itu, saham pertahanan Eropa dipandang menarik seiring komitmen NATO untuk modernisasi persenjataan jangka panjang, dengan pertumbuhan laba diperkirakan mencapai 24%, jauh di atas rata-rata pasar.
Di pasar obligasi, DBS lebih memilih kredit investment-grade dibandingkan obligasi berimbal hasil tinggi (high-yield). Spread yang ketat dan risiko resesi yang rendah membuat rasio risiko-imbal hasil high-yield dinilai kurang menarik.
“Ketahanan portofolio ke depan akan lebih banyak ditentukan oleh kualitas, baik di pasar saham maupun kredit,” tegas Hou.
Advertisement
Komoditas, Emas, dan Alternatif Investasi
Prospek komoditas dinilai positif didukung gencatan perdagangan dan penurunan suku bunga, meski selektivitas tetap diperlukan. Logam industri seperti tembaga dan unsur tanah jarang berada pada posisi strategis seiring transisi energi dan kebutuhan teknologi.
Sementara itu, emas diperkirakan tetap kuat di tengah risiko fiskal AS, ketidakpastian geopolitik, serta potensi depresiasi dolar. Permintaan dari bank sentral dan arus masuk ETF diyakini akan menopang harga hingga 2026.
Untuk aset privat, DBS menurunkan peringkat kredit privat menjadi netral akibat spread yang semakin terkompresi. Sebagai alternatif, strategi hedge fund beta-neutral dinilai lebih menarik karena menawarkan diversifikasi dan potensi alpha di tengah kondisi pasar yang menantang.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520488/original/002175600_1782447973-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T112427.080.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261577/original/041528400_1781746737-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_07.45.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1820740/original/052620000_1558067985-48424296_10213237149542894_7224031766628007936_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501645/original/058632000_1770951452-Foto_1b__3_.JPG.jpeg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261449/original/024360400_1781704034-000_B7CB6XN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8530300/original/023508000_1782462492-AP26175847717345.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528304/original/000911800_1782459714-AP26177049351866.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5448078/original/040755400_1765983961-Barcelona-Pau-Cubarsi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524143/original/085744300_1782453577-Yuto_Nagatomo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520782/original/001156700_1782448403-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5378177/original/005816700_1760215354-Spain_s_Mikel_Oyarzabal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257100/original/080406300_1781208059-selebrasi_julian_quinones_meksiko_afrika_selatan_ap_eduardo_verdugo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520243/original/086003700_1782447581-063_2283364709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487884/original/021638500_1769682066-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267165/original/042073600_1602658746-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8522322/original/032290200_1782450708-IMG-20260626-WA0002.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3008995/original/016151200_1577703440-20191230-Akhir-2019_-IHSG-Ditutup-Melemah-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267160/original/026445700_1602658743-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277617/original/021298300_1672400413-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046086/original/019208800_1581323845-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-3.jpg)