Rupiah Melemah Tipis terhadap Dolar AS Hari Ini 10 Februari 2026

Analis menilai, nilai tukar rupiah yang loyo terhadap dolar Amerika Serikat (AS) didorong sentimen eksternal terutama ketegangan AS-Iran.

Diterbitkan 10 Februari 2026, 20:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) turun tipis pada penutupan perdagangan Selasa, (10/2/2026). Rupiah merosot enam poin atau 0,04% ke posisi 16.811 per dolar AS dari sebelumnya 16.805. Sementara itu, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini malah bergerak menguat ke level 16.799 per dolar AS dari sebelumnya 16.838 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menuturkan, rupiah yang lesu terhadap dolar Amerika Serikat dibayangi eskalasi ketegangan antara AS dengan Iran yang masih tinggi.

"Departemen Perhubungan AS, melalui Administrasi Maritim, pada hari Senin (9/2/2026) menyarankan kapal-kapal berbendera AS untuk tetap sejauh mungkin dari wilayah Iran saat melewati Selat Hormuz dan Teluk Oman.

Badan tersebut menyarankan kapal-kapal berbendera AS untuk tetap dekat dengan Oman selama penyeberangan, dengan alasan risiko diserbu oleh pasukan Iran," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Peringatan tersebut dinilai menimbulkan kekhawatiran atas ketegangan antara AS dan Iran, kendati kedua negara mencatat kemajuan selama pembicaraan akhir pekan baru-baru ini dan berjanji untuk terlibat dalam lebih banyak diskusi tentang program nuklir Teheran.

Dalam diskusi, Iran juga menolak seruan untuk menghentikan pengayaan nuklir, yang menjadi poin utama perselisihan bagi Washington.

Para investor juga menunggu data ekonomi dari AS, seperti penggajian non-pertanian Januari 2026 yang akan dirilis pada Rabu, 12 Februari 2026 dan inflasi indeks harga konsumen pada Jumat, 14 Februari 2026.

"Data-data tersebut juga diperkirakan akan mempengaruhi prospek suku bunga AS, terutama di tengah perubahan kepemimpinan yang akan segera terjadi di Federal Reserve," ungkap Ibrahim.

Melihat sentimen domestik, dilaporkan survei terbaru Indikator Politik Indonesia mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,9 persen.

"Jumlah itu bahkan memecahkan rekor tingkat keterpilihan atas presiden-presiden sebelumnya. Saat SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) menang di periode kedua pada 2009, kisarannya tak sampai 70 juta pemilih. Pun demikian saat Jokowi memenangi pilpres (pemilihan presiden) keduanya pada 2019, perolehan suaranya masih lebih kecil dari Prabowo," ujar dia.

 

Kurs USD Hari Ini, Rupiah Menguat Tipis

Sebelumnya,  nilai tukar rupiah menguat terhadap Dolar AS pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (10/2/2026). Kurs rupiah bergerak menguat 6 poin atau 0,04 persen menjadi 16.799 per dolar AS dari sebelumnya 16.805 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah dipicu saran pemerintah China untuk mengurangi kepemilikan obligasi AS.

“Rupiah berpotensi kembali menguat terhadap dolar AS yang melemah oleh laporan bahwa pemerintah China menyarankan lembaga keuangan untuk mengurangi kepemilikan obligasi AS,” ucapnya dikutip dari Antara, Selasa (10/92026).

Dia menyampaikan bahwa pemerintah China telah bertahun-tahun melepas obligasi AS. Saat ini, China mengharapkan institusi di negara tersebut melakukan hal yang sama.

Saran yang diberikan China terkait dengan ketidakpercayaan pada aset itu, dan hubungan yang mendingin di antara kedua negara tersebut.

Di sisi lain, sikap-hati investor menantikan data penjualan ritel Indonesia bulan Desember 2025 membuat penguatan rupiah dianggap akan terbatas.

“(Data penjualan ritel Indonesia) diperkirakan di 5,5 per versus 6,3 persen bulan sebelumnya,” ungkap Lukman.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp16.750-Rp16.900 per dolar AS.

 

Kurs Rupiah Kemarin

Sebelumnya, kurs dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah melemah tipis pada awal perdagangan pekan ini, seiring membaiknya sentimen pasar global yang mendorong penguatan mata uang negara berkembang.

Pada pembukaan perdagangan, Senin (9/2/2026), rupiah tercatat menguat 4 poin atau sekitar 0,02 persen ke posisi Rp 16.872 per dolar AS. Sebelumnya, kurs dolar berada di level Rp 16.876 per dolar AS.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6