Perencanaan Dana Pensiun Kini Bisa Melalui Ponsel

Aplikasi SiPURNA bantu para pekerja informal untuk menyiapkan dana pensiun hanya lewat ponsel.

Diterbitkan 08 Februari 2026, 10:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Avrist resmi memperkenalkan aplikasi digital SiPURNA yang memungkinkan masyarakat merencanakan dana pensiun secara mandiri melalui ponsel. Aplikasi ini ditujukan terutama untuk menjangkau pekerja sektor informal yang selama ini minim akses ke program pensiun formal.

Ketua Pengurus DPLK Avrist Firmansyah mengatakan peluncuran SiPURNA menjadi bagian dari transformasi digital layanan dana pensiun di Indonesia. Ia menyebut aplikasi tersebut dirancang agar pengguna bisa melakukan simulasi kebutuhan dana, memantau saldo, hingga menyusun strategi keuangan masa tua secara lebih fleksibel.

“SiPURNA by DPLK Avrist ini menegaskan komitmen kami sebagai pionir transformasi digital di industri dana pensiun Indonesia. Kami harapkan SiPURNA by DPLK Avrist ini menjadi simpanan pensiun sempurna untuk masa purna yang sejahtera,” ujar Firmansyah dalam acara peluncuran SiPURNA by DPLK Avrist di Jakarta, dikutip Minggu, (8/2/2026).

Data Badan Pusat Statistik mencatat lebih dari separuh tenaga kerja nasional berada di sektor informal. Sementara itu, tingkat kepesertaan dana pensiun masih jauh di bawah total angkatan kerja.

DPLK Avrist menilai digitalisasi menjadi kunci untuk memperluas jangkauan layanan. 

Hingga akhir 2025, aset kelolaan DPLK Avrist tercatat tumbuh secara tahunan, diikuti peningkatan jumlah peserta 12,3% menjadi 29.253 orang. Perusahaan optimistis inovasi digital dapat mendorong inklusi dana pensiun lebih luas.

SiPURNA by DPLK Hadirkan Solusi Digital

Sebanyak 81% pekerja belum memiliki perlindungan pensiun. Tingkat kepesertaan dana pensiun masih rendah dibanding jumlah angkatan kerja nasional. Padahal, pekerja informal mendominasi struktur ketenagakerjaan Indonesia.

"Data menunjukkan bahwa pekerja informal termasuk UMKM mendominasi angkatan kerja di Indonesia yakni hampir 60%. Dan hanya 18,89% yang memiliki perlindungan pensiun, artinya masih ada sekitar 81% pekerja yang belum memiliki perlindungan pensiun, dan mereka inilah yang ingin kami jangkau melalui kehadiran SiPURNA by DPLK Avrist,” tegas Firmansyah.

Ia menuturkan, SiPURNA by DPLK dirancang untuk membantu masyarakat merencanakan pensiun secara menyeluruh, mulai dari perhitungan kebutuhan dana, simulasi tabungan, pemantauan saldo, hingga penyusunan strategi keuangan di masa tua. 

Pendekatan digital tersebut memberikan pengalaman yang lebih personal dan terukur bagi pengguna.

“Peluncuran SiPURNA sekaligus memperkuat peran DPLK Avrist dalam mendorong transformasi digital industri pensiun nasional serta mempercepat inklusi keuangan di Indonesia,” ujar Firmansyah. 

 

Tips Atur Keuangan ala Financial Planner

Sementara itu, pada acara yang sama, Financial Planner Indonesia, Nadia Harsya juga membagikan tips untuk mengatur keuangan.

Ia membagikan tips menabung bagi anak muda terutama Generasi Z. Ia membagikan fase hidup ke dalam 3 fase yang menurut dia, penting untuk menentukan cara mengatur keuangan.

Fase pertama disebut Getting Started, biasanya dialami pada usia 20–25 tahun saat seseorang mulai memperoleh penghasilan sendiri. Pada fase ini, ia mengingatkan agar pendapatan tidak dihabiskan secara impulsif dan mulai dikelola dengan bijak.

Fase kedua adalah Moving Out, fase paling sibuk ketika seseorang sudah mengalami konstruski sosial seperti kenaikan jabatan, menjadi orangtua, dan lain-lain. Pada fase ini ia menyarankan untuk aktif berinvestasi dengan risiko yang minim.

Fase terakhir, berkisar di umur 55-65, angka di mana produktivitas telah berhenti tetapi kebutuhan sehari-hari tetap berjalan. Dana yang dibutuhkan di fase ini seharusnya sudah matang sejak di dua fase sebelumnya. Sehingga, di umur renta seseorang tidak perlu berpikir keras untuk memenuhi kebutuhannya.

Oleh karena itu, Nadia menyarankan agar anak muda melek investasi dan asuransi demi kelangsungan hidup di masa depan. Dapat dimulai dengan instrumen yang minim risiko seperti reksadana dan cicil emas.

Ia berpendapat bahwa perlunya meningkatkan literasi masyarakat terkait pentingnya perencanaan pensiun sejak dini.

“Disinilah perlunya layanan yang dapat menjangkau langsung setiap individu untuk merencanakan pensiunnya sejak dini. Diharapkan dengan platform yang diluncurkan DPLK Avrist ini, mempermudah masyarakat mengakses perencanaan pensiun dimana saja dan kapan saja karena berbasis digital,” kata Nadia. 

Nadia menambahkan pentingnya membangun ekosistem dana pensiun melalui edukasi, akses mudah, dan terpercaya, terutama bagi pekerja sektor informal dan UMKM. Dan Nadia melihat kehadiran aplikasi SiPURNA by DPLK Avrist dapat menjadi jawaban.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6