Angka Pengangguran RI Turun, 1,37 Juta Lapangan Kerja Tercipta

Pemerintah terus merilis data jumlah pengangguran maupun angkatan kerja.

Diterbitkan 05 Februari 2026, 13:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada November 2025 sebesar 4,74 persen, terus menurun sejak Agustus 2024.

Pada Agustus 2024, angka pengangguran sebesar 4,91 persen. Kemudian menurun menjadi 4,76 persen pada Februari 2025, naik ke 4,85 persen pada Agustus 2025, dan menurun kembali di November 2025.

Dari total 155,27 juta orang angkatan kerja, sebanyak 147,91 juta orang bekerja dan 7,35 juta orang menganggur.

Sepanjang Agustus-November 2025, jumlah angkatan kerja bertambah 1,26 juta orang. Sedangkan penyerapan tenaga kerja bertambah sebanyak 1,37 juta orang, sehingga jumlah pengangguran berkurang 109 ribu orang.

Dari 147,91 juta orang bekerja, 100,49 juta di antaranya merupakan pekerja penuh waktu yang bekerja setidaknya 35 jam dalam seminggu.

"Tiga lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbanyak adalah pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan," kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/2).

Amalia memaparkan, sebanyak 27,99 persen penduduk bekerja terserap di sektor pertanian. Sektor perdagangan menyerap 18,67 persen tenaga kerja. Sedangkan industri pengolahan menyerap 13,86 persen tenaga kerja.

Pada Agustus-November 2025, lapangan usaha akomodasi dan makan minum, industri pengolahan, dan perdagangan menjadi lapangan usaha yang mengalami peningkatan tenaga kerja tertinggi, yaitu masing-masing sekitar 381 ribu orang, 196 ribu orang, dan 168 ribu orang.

Proporsi penduduk yang bekerja pada kegiatan formal pun terus mengalami peningkatan dari 40,83 persen pada Februari 2024, 42,05 persen pada Agustus 2024, 40,60 persen di Februari 2025, 42,20 persen pada Agustus 2025, menjadi 42,30 persen di November 2025.

Tren pengangguran

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami penurunan 4,74 persen pada November 2025. Pada periode tersebut tercatat jumlah pengangguran 7,35 juta orang.

"Selama periode Agustus 2025 sampai dengan November 2025 atau dengan kata lain pada November 2025 terdapat 7,35 juta orang menganggur, di mana angka ini setara dengan tingkat pengangguran terbuka yang turun menjadi sebesar 4,74 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi pers BPS, Kamis (5/2/2026).

Adapun berikut perkembangan jumlah pengangguran terbuka di Indonesia berdasarkan paparan BPS, menunjukkan tren membaik dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran yang sempat tinggi pada 2021 perlahan menurun hingga akhir 2025. Kondisi ini tercermin dari penurunan jumlah penganggur maupun tingkat pengangguran terbuka (TPT) secara bertahap.

Pada Februari 2021, jumlah pengangguran tercatat sebesar 8,75 juta orang dengan TPT 6,26 persen. Angka ini kemudian meningkat pada Agustus 2021 menjadi 9,10 juta orang dan TPT 6,49 persen, menjadi salah satu titik tertinggi selama periode pemulihan ekonomi.

Memasuki 2022, situasi mulai membaik. Pada Februari 2022, jumlah pengangguran turun menjadi 8,40 juta orang dengan TPT 5,83 persen, lalu relatif stabil pada Agustus 2022 di angka 8,42 juta orang dan TPT 5,86 persen.

Tren positif berlanjut pada 2023. Pada Februari 2023, jumlah pengangguran tercatat 7,99 juta orang dengan TPT 5,45 persen, kemudian kembali turun menjadi 7,86 juta orang pada Agustus 2023 dengan TPT 5,32 persen.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6