Indonesia akan Terima Investasi 4 Miliar Poundsterling untuk Industri Maritim

Indonesia akan menerima investasi Inggris senilai USD 5 miliar untuk menghidupkan kembali industri maritim nasional.

Diterbitkan 02 Februari 2026, 20:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia akan menerima investasi senilai 4 miliar poundsterling atau setara sekitar USD 5 miliar dari Inggris. Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengatakan dana tersebut akan digunakan untuk membangkitkan kembali industri maritim nasional.

“Setengahnya untuk industri pertahanan, desain kapal dari Inggris tapi pembuatannya di Indonesia,” ujar Anindya di Menara Kadin Indonesia, Senin (2/2/2026).

Selain sektor pertahanan, kerja sama investasi ini juga mencakup pengadaan sekitar 1.600 kapal nelayan. Menurut Anindya, proyek tersebut sangat membantu program pemerintah di sektor kelautan dan perikanan.

“Menteri KKP sangat senang karena ini mendukung kebutuhan nelayan,” tambahnya.

Anindya menilai investasi tersebut menjadi momentum penting bagi kebangkitan industri maritim nasional. Ia menyebut industri maritim sebagai industri induk yang dapat menjadi fondasi bagi industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Kalau kita lihat sejarah, industri maritim itu bukan hanya industri pionir, tapi juga industri induk,” ujarnya.

Ia mencontohkan sejumlah negara maju yang membangun kekuatan industrinya berawal dari sektor perkapalan.

“Inggris, Prancis, Jepang, sampai Korea itu memulai dari industri perkapalan. Mitsubishi, Mitsui, Daewoo, Samsung, semuanya berangkat dari maritim,” jelas Anindya.

 

Gelar Focus Group Discussion

Sebagai bentuk keseriusan, Kadin akan menggelar forum diskusi kelompok (focus group discussion/FGD) secara kuartalan pada 10 Februari mendatang. Forum ini akan membahas penguatan industri perkapalan nasional dan merupakan inisiatif Ketua Dewan Penasihat Kadin, Hashim Djojohadikusumo.

“Pak Hashim menyampaikan Indonesia harus bangkit di industri perkapalan, karena kita negara kepulauan dan harus menjadi pemimpin,” kata Anindya.

Ia menegaskan peran dunia usaha dan sektor swasta sangat krusial dalam mendorong industrialisasi menuju kemandirian maritim.

“Bagi Kadin, yang terpenting adalah bagaimana dunia usaha bisa membantu industrialisasi agar Indonesia mandiri secara maritim dan ekonominya tumbuh,” tegasnya.

Penguatan industri maritim, lanjut Anindya, berpotensi memberikan dampak besar terhadap perekonomian nasional. Ia menyebut PT PAL memperkirakan industri ini dapat menyumbang tambahan sekitar 1,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2029, jika seluruh program berjalan sesuai rencana.

“PT PAL meyakini pada 2029, kalau semua berjalan lancar, industri ini bisa menambah sekitar 1,9% terhadap PDB,” ungkapnya.

 

Menciptakan Lapangan Kerja

Menurut Anindya, kontribusi tersebut sangat signifikan, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan memperkuat sektor industri dalam negeri.

“Itu cukup besar dampaknya untuk tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Ia pun optimistis Indonesia memiliki peluang besar mengikuti jejak Jepang dan Korea Selatan yang sukses membangun industri maritim dalam waktu relatif singkat.

“Korea baru serius di maritim awal 2000-an, sekitar 25 tahun. Jadi saya rasa ini sangat masuk akal untuk Indonesia,” pungkas Anindya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • salah satu negara yang dilintasi dengan garis khatulistiwa. Negara ini memiliki Batik sebagai ikon budayanya.
    salah satu negara yang dilintasi dengan garis khatulistiwa. Negara ini memiliki Batik sebagai ikon budayanya.
    Indonesia
  • liputan6
    Investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.
    Investasi
  • liputan6
    Kamar Dagang dan Industri Indonesia atau Kadin Indonesia adalah organisasi pengusaha Indonesia yang bergerak di bidang perekonomian.
    Kadin
  • Inggris merupakan salah satu negara yang merupakan dari bagian Britania Raya
    Inggris merupakan salah satu negara yang merupakan dari bagian Britania Raya
    Inggris
  • Maritim