Strategi Dunia Usaha Agar Tahan Banting di Tengah Gejolak Global

Di tengah tantangan ekonomi global dan domestik, kekuatan jejaring dan kolaborasi menjadi kunci daya tahan dunia usaha

Diterbitkan 20 Januari 2026, 08:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dunia usaha sedang mengalami tantangan besar hal ini dipengaruhi kondisi geo politik yang sedang bergejolak, sebab itu perlu terobosan guna menjaga keberlangsungan bisnis.

Business Networking International (BNI) Indonesia National Director Grace Hakim mengatakan, di tengah tantangan ekonomi global dan domestik, kekuatan jejaring dan kolaborasi menjadi kunci daya tahan dunia usaha. BNI pun mendorong terciptanya lebih banyak peluang bisnis, lapangan kerja, dan inovasi yang memberikan dampak, tidak hanya kepada pelaku ekonomi lokal namun juga bagi perekonomian Indonesia.

“BNI Achievers akan menjadi salah satu role model dalam membangun ekosistem bisnis yang sehat, saling mendukung, dan berkelanjutan. Seperti chapter sebelumnya, diisi oleh para pelaku usaha lintas sektor yang memiliki semangat kolaborasi tinggi, transfer knowledge dan komitmen kuat untuk bertumbuh bersama,” kata Grace, Selasa (20/1/2026).

Menurut Grace, BNI hadir sebagai platform yang mempertemukan para pengusaha untuk saling mereferensikan, build trust dan memperkuat kualitas jejaring bisnis BNI di Indonesia.

Klasifikasi yang terdapat di BNI Achievers saat ini mencerminkan kekuatan dan keberagaman ekosistem bisnis yang solid, meliputi Legal & Incorporation Services, Business Services, Marketing Services & Media, Construction Services, Manufacturing & Trading, Health & Wellness, Food & Beverage, Training & Development, Event & Travel, serta IT Product & Services.

Keberagaman sektor ini memperkuat sinergi lintas industri, membuka peluang kolaborasi strategis, serta menciptakan value chain yang saling terintegrasi guna mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

 

Tantangan UMKM

BNI Indonesia National Director Setio Priyono mengungkapkan, pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan sekaligus peluang strategis untuk meningkatkan aktivitas ekspor dan memperluas kerja sama bisnis di tingkat internasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), UMKM menyumbang sekitar 61,9 % dari total PDB Indonesia, menunjukkan peran vital sektor ini dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika global.

Kontribusi besar ini tidak hanya menunjukkan kapasitas UKM dalam mendukung pertumbuhan ekonomi domestik, tetapi juga menegaskan pentingnya peran organisasi seperti BNI Achievers dalam memperkuat daya saing UKM, mendorong peningkatan ekspor, serta membuka akses jaringan bisnis lebih luas di tingkat global.

 

Program Pelatihan

Untuk mendukung hal tersebut, BNI menghadirkan berbagai program pelatihan dan pengembangan kapasitas, yang dirancang guna memperkuat kompetensi pelaku usaha serta mendorong pertumbuhan dan daya saing bisnis mereka di pasar global.

BNI berkomitmen mendukung program pemerintah dalam memperkuat daya saing Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia di pasar global melalui pembentukan jaringan kemitraan bisnis internasional.

“Dengan memanfaatkan jaringan BNI yang tersebar di 78 negara, para UKM bergabung sebagai anggota untuk terhubung ke dalam sistem yang telah dibangun BNI, sehingga secara langsung dapat mengakses dan menjalin kerja sama dengan partner bisnis di luar negeri. Inisiatif ini sejalan dengan tagline BNI," tutup Priyono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6