Kilang Minyak Raksasa di Balikpapan Diresmikan, Bos Pertamina: Tonggak Sejarah

Peresmian proyek kilang minyak raksasa atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan menandai tonggak penting dalam perjalanan panjang Indonesia menuju kemandirian energi.

Diterbitkan 12 Januari 2026, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan, peresmian proyek kilang minyak raksasa atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan menandai tonggak penting dalam perjalanan panjang Indonesia menuju kemandirian energi.

Proyek strategis nasional ini menjadi bukti nyata keseriusan negara dalam memperkuat kapasitas pengolahan minyak di dalam negeri, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor BBM.

"Inilah salah satu wujud dan hari ini adalah tonggak sejarah dari ikhtiar panjang kita Sebagai bangsa untuk dapat semakin meningkatkan kemandirian kita di bidang energi," kata Simon dalam Peresmian RDMP Balikpapan, Senin (12/1/2026).

Ia menegaskan bahwa RDMP Balikpapan bukan sekadar proyek kilang, melainkan bagian dari ikhtiar bangsa untuk menentukan nasib energinya sendiri.

"Kita dapat dihidupkan bahwa kita dapat berdiri di atas kaki kita sendiri kita dapat menentukan nasib kita serta kita dapat menuju Swasembada energi," ujarnya.

Menurutnya, dengan kapasitas kilang yang meningkat signifikan, Indonesia kini memiliki ruang lebih besar untuk mengolah minyak mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi.

Peningkatan Kapasitas Kilang Perkuat Ketahanan Energi

Lebih lanjut, Simon mengatakan bahwa RDMP Balikpapan meningkatkan kapasitas produksi kilang dari 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari.

Lonjakan ini memberikan dampak strategis dalam menjaga kesinambungan pasokan BBM nasional, sekaligus menekan kebutuhan impor produk jadi. Tak hanya meningkatkan volume, proyek ini juga mengedepankan kualitas hasil olahan dengan standar Euro 5 yang lebih ramah lingkungan.

"Di situ biasa residu yang tidak diolah dan kita olah menjadi produk yang lebih bermanfaat dengan demikian kapasitas peningkatan produksi kita dari 260.000 barel per hari naik menjadi 360.000 barel per hari dengan kualitas yang lebih baik standar Euro 5," ujarnya.

 

 

Kedaulatan Energi sebagai Martabat Bangsa

Simon menekankan bahwa kemandirian energi bukan semata soal daya atau kapasitas produksi, melainkan menyangkut martabat dan kehormatan bangsa.

Ia menyebut keberhasilan proyek ini tidak lepas dari peran para “Perwira Pertamina”, sebutan bagi insan perusahaan yang menjadi penggerak utama di balik layar. Semangat, profesionalisme, dan cinta tanah air menjadi nilai utama yang menopang pencapaian tersebut.

"Tentunya peran ini sangat bisa berhasil berkat dedikasi kontribusi dari para perwira Pertamina ijin bapak presiden para pekerja di Pertamina kami menyebutnya dengan istilah perwira singkatan dari Pertamina Wira," pungkasnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6