Angkutan Nataru Hampir Usai, Menhub Wanti-wanti Keamanan Jalur KA Jelang Ramadan

Menhub mengingatkan PT KAI untuk mengamankan jalur kereta api di tengah cuaca ektrem di periode akhir angkutan nataru dan menjelang Ramadan.

Diterbitkan 02 Januari 2026, 10:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mewanti-wanti kondisi transportasi menjelang akhir masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Mengingat jaraknya tidak terlalu lama ke periode ramadan dan Lebaran 2026.

Dudy terutama menyoroti kondisi lintasan kereta api dari dampak cuaca ekstrem. Agenda paling dekat yakni arus balik angkutan Nataru. Meskipun, dia juga mengingatkan operator PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengantisipasi jelang angkutan Lebaran 2026.

“Jangan sekali-sekali lengah, karena pekerjaan kita tidak hanya Nataru. Sebentar lagi kita akan masuk bulan puasa. Kita hanya punya waktu barangkali satu bulan untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Jadi mohon semuanya dipersiapkan dengan baik,” kata Dudy mengutip keterangan resmi, Jumat (2/1/2026).

Diketahui, penumpang KA di Yogyakarta mencapai 931.806 penumpang selama angkutan Nataru. Angka ini naik 10 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu yang berjumlah 844.959.

Dudy meminta ada peningkatan layanan seperti penambahan fasilitas penunjang seperti pendingin ruangan di ruang tunggu dan penambahan petugas keamanan untuk memastikan keselamatan penumpang, terutama penumpang anak dari ramainya jalur kereta.

“Jangan sampai nanti terjadi segala sesuatu yang kita tidak hendaki. Meningkatnya layanan tidak hanya membuat para penumpang nyaman, tapi para penumpang juga merasa aman ada di area stasiun ini,” ujar Dudy.

 

Antisipasi Cuaca Ekstrem

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mewanti-wanti cuaca ekstrem yang bisa berdampak ke perjalanan kereta api. Namun, dia juga menekankan perlunya menjaga ketepatan waktu perjalanan selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Hal tersebut disampaikan Menko AHY usai meninjau langsung layanan PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Stasiun Gambir, Jakarta.

"Tadi kami juga mendapatkan penjelasan bahwa harus kita antisipasi faktor-faktor teknis dan cuaca. Cuaca akhir-akhir ini memang perlu kita waspadai dan mitigasi," kata AHY di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (23/12/2025).

 

Keselamatan Nomor Satu

Mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), AHY mengamini ada prediksi lonjakan curah hujan menjelang Januari 2026 mendatang. Maka, menjadi penting aspek keselamatan perjalanan bisa dipastikan. Meskipun, soal ketepatan waktu juga diminta untuk tetap dijaga.

"Wilayah Jawa misalnya kita harus terus waspada akhir tahun, dan nanti Januari 2026 itu juga akan terjadi peningkatan curah hujan. Sekali lagi, faktor keselamatan kita dahulukan, tetapi ketepatan waktu juga tidak boleh kita abaikan," pintanya.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin menyebut ada tiga hal pokok yang diminta AHY. "Pertama, masalah keselamatan sebagai nomor satu. Kedua, keprimaan dalam pengoperasian yang bisa dilihat dari on-time performance. Ketiga, mengutamakan keprimaan dalam melayani pelanggan," jelasnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6