Beli Perak Sekarang Apakah Terlambat? Prediksi Robert Kiyosaki Ini Bikin Kaget

Di tengah lonjakan harga perak, Robert Kiyosaki menyebut peluang masih terbuka bagi investor jangka panjang.

Diterbitkan 30 Desember 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Robert Kiyosaki kembali memancing perdebatan di pasar komoditas. Kali ini, penulis buku Rich Dad Poor Dad tersebut menanggapi pertanyaan yang banyak muncul di kalangan investor, seiring harga perak yang telah diperdagangkan di atas USD 70 per ons:

Apakah saat ini sudah terlambat untuk membeli perak?

Menurut Robert Kiyosaki, jawabannya sangat bergantung pada sudut pandang masing-masing investor.

Dikutip  dari coinmarketcap, Selasa (30/12/2025), ia menjelaskan, investor yang menganggap level USD 70 sebagai puncak harga kemungkinan merasa telah kehilangan momentum. Namun, Kiyosaki menegaskan dirinya tidak berada di kubu tersebut.

Ia justru menilai perak masih berada di tahap awal dari pergerakan harga yang jauh lebih besar.

Dalam pandangannya, harga perak di kisaran USD 70 hingga USD 200 per ons pada 2026 bukanlah hal mustahil, melainkan sebuah “realitas di luar dugaan” yang berpotensi terjadi.

Harga perak sudah di atas USD 70 per ons. Pertanyaannya, apakah sudah terlambat untuk membeli? Jawabannya, tergantung. Jika Anda menganggap perak sudah berada di puncak tertinggi, maka Anda memang terlambat. Saya percaya perak baru saja memulai perjalanannya dan harga USD 70 hingga USD 200 pada 2026 bisa menjadi realitas,” tulis Robert Kiyosaki dalam unggahannya di media sosial.

Meski demikian, Kiyosaki tidak menyampaikan pandangannya sebagai sebuah kepastian. Ia menekankan, proyeksi tersebut hanyalah salah satu skenario yang didukung oleh berbagai faktor struktural dan makroekonomi.

 

Beli Sejak Murah, Tetap Beli Saat Mahal

Alih-alih merinci alasan tersebut satu per satu, Kiyosaki justru mendorong investor untuk menggali sendiri argumen yang bersifat optimistis maupun pesimistis. Ia menyarankan agar investor mendengarkan berbagai analis dan pengamat di berbagai platform, termasuk YouTube, sebelum mengambil kesimpulan sendiri.

Untuk memperkuat pesannya, Kiyosaki mengangkat pengalaman pribadinya. Ia mengungkapkan mulai membeli perak sejak 1965, saat harganya masih di bawah USD 1 per ons. Hingga kini, ia mengaku masih terus menambah kepemilikan perak, meski harganya sudah berada di kisaran USD 70.

Bagi Kiyosaki, harga bukanlah satu-satunya penentu keputusan investasi. Keyakinan serta pemahaman jangka panjang terhadap suatu aset dinilai jauh lebih penting.

 

Bukan Sekadar Perak, tapi Pola Pikir Investor

Lebih dari sekadar target harga, pesan utama Robert Kiyosaki menekankan pentingnya pola pikir dalam berinvestasi. Ia menilai aset paling berharga bagi seorang investor bukanlah titik beli yang sempurna, melainkan pengetahuan.

Menurutnya, memulai dengan modal kecil, berani melakukan kesalahan, serta belajar dari keuntungan maupun kerugian adalah proses yang membentuk kekayaan sejati.

Ia menutup pandangannya dengan menekankan tanggung jawab pribadi dalam mengambil keputusan investasi. Investor yang sepenuhnya bergantung pada orang lain mungkin terhindar dari kesalahan jangka pendek, tetapi berisiko kehilangan pelajaran berharga yang datang dari pengalaman. Bagi Kiyosaki, kekayaan semacam itu tidak ternilai harganya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6