Bawa 3 Isu Prioritas, Indonesia Apresiasi Presidensi G20 Amerika Serikat

Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pembangunan menyatakan prioritas ini sangat selaras dengan komitmen Indonesia terhadap pembangunan berkelanjutan.

Diterbitkan 24 Desember 2025, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pertemuan Sherpa G20 ke-1 telah diselenggarakan di Washington DC, Amerika Serikat (AS) pada 15-16 Desember 2025. Pertemuan ini dipimpin oleh Sherpa G20 AS, Emory Cox yang juga menjabat Special Assistant to the President for International Economic Relations.

Pada pertemuan tersebut, Sherpa G20 AS menegaskan kembali tiga isu prioritas Presidensi G20 AS. Antara lain, mewujudkan kemakmuran ekonomi dengan membatasi beban regulasi, membuka opsi energi terjangkau, serta mempelopori teknologi dan inovasi baru. 

Deputi Bidang  Koordinasi Kerja Sama Ekonomi  dan  Investasi Kemenko Perekonomian sekaligus Delegasi  Pemerintah Indonesia di Sherpa G20, Edi  Pambudi, mengapresiasi Presidensi G20 AS atas penekanannya pada ketiga isu prioritas tersebut. 

"Prioritas-prioritas ini sangat selaras dengan komitmen Indonesia terhadap pembangunan berkelanjutan, transisi energi, dan pertumbuhan inklusif," ujar Edi dalam siaran pers resmi Kemenko Perekonomian, Rabu (24/12/2025).

AS melalui ketiga  isu  prioritas  tersebut  akan  fokus  pada  solusi  praktis  yang  mendorong pertumbuhan, menciptakan peluang, dan meningkatkan ekonomi global. 

Negeri Paman Sam juga mengembalikan filosofi back to basic, dimana agenda G20 akan fokus pada isu ekonomi dan memastikan diskusi antar negara anggota. Sejalan dengan tujuan pendirian G20 untuk mempromosikan pertumbuhan dan kestabilan keuangan.

Komitmen Trump

Menindaklanjuti arahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Sherpa G20 AS berkomitmen untuk mengembalikan agenda perekonomian utama G20 dan menghasilkan hasil ekonomi yang nyata. 

"Presiden Trump akan menjamu para leaders pada Konferensi Tingkat Tinggi G20 14-15 Desember 2026 di Trump National Doral Miami," kata Sherpa G20 AS.

Amerika Serikat juga berkomitmen memastikan Presidensi G20 AS result-driven dengan mengupayakan kerja yang efektif dan berdampak. Adapun Presidensi AS di G20 hanya akan menyelenggarakan 4  Working Group (WG), meliputi 3 WG pada Sherpa Track dan 1 WG pada Finance Track.

Antara lain, Working Group on Growth and Deregulation (WGGD) Finance Track, Working Group on Energy Abundance (WGEA) Sherpa Track, Working Group on Innovation (WGI) Sherpa Track, dan Working Group on Trade (WGT) Sherpa Track.

Agenda Pertemuan Indonesia dan AS

Di  sela-sela  rangkaian  pertemuan  Sherpa  yang  pertama,  Sherpa  G20  Indonesia melakukan  pertemuan  bilateral  dengan  Sherpa  G20  Amerika  Serikat.  

Sherpa G20 Indonesia mendukung Presidensi G20 AS dan meminta pembahasan isu-isu yang sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan keuangan tetap masuk dalam agenda pembahasan meskipun tidak dalam bentuk WG tersendiri.  Sherpa G20 Indonesia  juga  menyampaikan G20 merupakan forum  yang  mengusung prinsip konsensus.

 

Amerika Serikat Ambil Alih Presidensi G20, 3 Hal Ini Jadi Prioritas

Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) telah mengambilalih atau meneruskan Presidensi Kelompok 20 atau Presidensi G20 2026 mulai Senin, 1 Desember 2025 yang semula dipegang Afrika Selatan (Afsel). Di bawah kepemimpinan Presiden AS Donald Trump, AS akan mengembalikan fokus G20 pada misi utamanya yakni mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran.

"Seiring kita mewujudkan reformasi yang sangat dibutuhkan ini, kami akan memprioritaskan tiga tema inti yakni mewujudkan kemakmuran ekonomi dengan membatasi beban regulasi, membuka rantai pasokan energi yang terjangkau dan aman, serta merintis teknologi dan inovasi baru,” demikian seperti dikutip dari laman state.gov, Selasa (2/12/2025).

AS akan menyelenggarakan KTT Pemimpin G20 di salah satu kota terbesar di AS, Miami, Florida dalam rangka peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat.

Mengutip Antara, situs resmi G20 terlihat sudah disiapkan untuk Presidensi AS. Halaman depannya telah diganti dan hanya menampilkan logo G20 Miami 2026 dan tulisan "The Best Is Yet to Come" (yang terbaik segera datang). Foto hitam-putih Donald Trump, yang mengenakan topi "USA" dan mengepalkan tangan, mendominasi halaman itu.

 

Trump Kritik Keputusan Afsel

Transisi kepemimpinan G20 dari Afsel ke AS sempat diwarnai gesekan di antara kedua negara usai Donald Trump memboikot pelaksanaan KTT G20 di Johannesburg dengan dalih pelanggaran HAM terhadap warga kulit putih di negara Afrika itu.

Trump juga mengkritik keputusan Afsel yang enggan menyerahkan Presidensi G20 secara simbolis kepada seorang diplomat senior AS. Dia lalu menolak mengundang Afsel untuk hadir dalam KTT G20 di Miami.

G20 adalah forum kerja sama ekonomi internasional yang dibentuk pada 1999 sebagai respons atas krisis keuangan global 1997–1999. Sejak Uni Afrika menjadi anggota tetap pada 2023, kelompok itu kini beranggotakan 19 negara, termasuk Indonesia, dan dua organisasi regional (Uni Eropa dan Uni Afrika).

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6