CBC Soroti Partisipasi Anak Muda di Kopdes Merah Putih

Presiden Direktur CBC Achmad Deni Daruri menilai, koperasi desa memiliki potensi sebagai sistem fiskal mikro.

Diterbitkan 18 Desember 2025, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Direktur Center for Banking Crisis (CBC) Achmad Deni Daruri menilai, Koperasi Desa Merah Putih alias Kopdes Merah Putih memiliki potensi sebagai sistem fiskal mikro, yang mampu memperkuat ketahanan sosial-ekonomi lokal secara sistemik.  

Namun, ia menyoroti stagnasi partisipasi generasi muda jadi tantangan utama bagi Kopdes Merah Putih. Selain itu, ia pun mencermati adanya distribusi SHU (Sisa Hasil Usaha) yang tidak adil, dan minimnya inovasi usaha.

"Koperasi desa memiliki potensi sebagai sistem fiskal mikro yang mampu memperkuat ketahanan sosial-ekonomi lokal secara sistemik. Namun, realitas hari ini menunjukkan, koperasi masih berjalan di pinggir jalan pembangunan," ujarnya, Kamis (18/12/2025).

Akibatnya, kata Deni, potensi koperasi sebagai sistem fiskal mikro yang mampu memperkuat ketahanan desa dan komunitas tidak pernah benar-benar diwujudkan.

"Pemerintah sebenarnya telah menapaki jalur yang benar dengan memberikan ruang lebih besar bagi koperasi," imbuhnya. 

Dia bilang, subsidi modal, insentif pajak, hingga digitalisasi koperasi mulai diperkenalkan. Kebijakan ini patut diapresiasi karena menandai keberpihakan negara terhadap ekonomi rakyat.

"Namun, kebijakan yang baik akan kehilangan daya dorong jika tidak didukung oleh kelembagaan yang kuat," tegas dia. 

Minimnya Partisipasi DEN

Menurut dia, perhatian Dewan Energi Nasional (DEN) terhadap koperasi masih minim. Orientasi DEN yang condong pada oligarki membuat kebijakan pro koperasi seringkali berhenti di level teknis, tanpa dukungan strategis yang berkelanjutan.

Deni menyoroti posisi Menteri Koperasi yang punya peran vital terhadap koperasi sebagai pusat ekonomi mikro, hingga berjalannya Kopdes Merah Putih. 

"Perlu diingat, Menkop memiliki penelitian akan koperasi yang sangat state of the art. Sinergi ini akan menciptakan ekosistem ekonomi yang adil, berkelanjutan, dan sesuai dengan amanat konstitusi," kata Deni.

 

Tantangan Oligarki Ekonomi

Selama ini, kata dia, oligarki ekonomi menjadi tembok besar yang menghalangi perkembangan koperasi. Kebijakan yang berpihak pada segelintir pemilik modal besar membuat koperasi kehilangan daya saing. 

"Padahal, koperasi memiliki potensi besar untuk menciptakan distribusi kekayaan yang lebih merata dan memperkuat ketahanan sosial-ekonomi bangsa," pungkasnya.

 

Pemerintah Kebut Pembangunan Fisik Koperasi Desa Merah Putih

Sebelumnya, Pemerintah mempercepat realisasi pembangunan fisik Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Proyek ini mencakup pendirian gudang, gerai usaha, serta berbagai sarana pendukung operasional koperasi lainnya.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menuturkan, saat ini sekitar 39.000 titik telah siap memasuki tahap pembangunan fisik. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 45.000 lokasi hingga akhir tahun.

"Data yang masuk ke kita sekarang sudah 39.000 yang siap untuk dibangun. Jadi sudah peningkatannya terus, harapannya di bulan Desember ini kita bisa menembus ke angka 45.000-an InsyaAllah," kata Ferry dalam konferensi pers Command Centre Kementerian Koperasi, Senin (15/12/2025).

Dari total lokasi yang dinyatakan siap, sekitar 23.000 di antaranya telah memulai pembangunan. Adapun hingga penghujung Desember, pemerintah menargetkan sebanyak 32.000 lokasi Kopdes sudah berada dalam tahap konstruksi.

"Jumlah yang sedang dibangunnya tadi 23.000, bulan ini Desember nanti bisa, pembangunan bisa 32.000," terangnya.

Pemerintah menargetkan seluruh pembangunan fisik gudang, gerai, serta fasilitas penunjang Kopdes Merah Putih dapat diselesaikan pada tahun depan, sehingga koperasi desa dan kelurahan tersebut dapat mulai beroperasi.

 

Seluruh Kopdes Merah Putih Siap Beroperasi pada Maret 2026

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, mencatat hingga akhir Oktober 2025 telah berdiri 82.320 Kopdes/Kel Merah Putih.   

"Dari jumlah itu sudah terdapat ratusan yang beroperasi. Kini Kemenkop tengah mempersiapkan dan mempercepat pembangunan aset gerai dan gudang agar Maret 2026 seluruh Kopdes sudah dapat mulai beroperasi," kata Ferry saat memberikan arahan pada kegiatan Konsolidasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Probolinggo, Minggu (2/11/2025).

Lebih lanjut, Menkop menegaskan bahwa kebijakan Presiden Prabowo Subianto berpijak pada cita-cita ekonomi kerakyatan sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945.

Sebagai satu-satunya Presiden yang memberikan perhatian penuh terhadap kebangkitan koperasi, Prabowo berharap melalui program 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih, kedaulatan dan kemandirian masyarakat desa dapat diwujudkan.

“Pak Prabowo menyampaikan, koperasi adalah alat bagi orang yang lemah, alatnya bangsa yang lemah. Seperti lidi, satu lidi lemah, tapi bila disatukan menjadi kekuatan. Inilah konsep koperasi, dari ekonomi lemah menjadi ekonomi yang kuat,” ujar Menkop Ferry.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6