Intip Kesiapan Penyeberangan Merak-Bakauheni Sambut Libur Nataru

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Diretorat Perhubungan Darat memastikan kesiapan pengelolaan arus penyeberangan Merak-Bakauheni pada periode Natal dan

Diterbitkan 10 Desember 2025, 14:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Diretorat Perhubungan Darat memastikan kesiapan pengelolaan arus penyeberangan Merak-Bakauheni pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Adapun berdasarkan hasil survei pergerakan masyarakat, Pelabuhan Merak dan Bakauheni menjadi rute penyeberangan paling diminati di periode Nataru 2025/2026 nanti.

"Artinya perlu pengelolaan yang baik dan penuh sinergi antar stakeholder. Sehingga pelayanan yang kita berikan sesuai harapan masyarakat," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan dalam keterangan tertulis, Rabu (10/12/2025).

Aan menyoroti dua strategi utama untuk menjaga kelancaran dan keselamatan arus penyeberangan, yakni pembagian pelabuhan di sisi Jawa dan Sumatera berdasarkan golongan kendaraan yang akan menyeberang, serta penerapan delaying system.

Untuk mengurangi potensi terjadinya bottleneck, telah disiapkan empat pelabuhan di sisi Jawa (Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara, Krakatau Bandar Samudera) serta di sisi Sumatera (Bakauheni, Panjang, Wika Beton, BBJ Muara Pilu).

"Pembagian pelabuhan di sisi Jawa dan sisi Sumatera sudah kita tetapkan melalui SKB yang harus dipatuhi oleh petugas dan operator saat operasi Nataru," kata Aan.

"Kita lihat apakah pairing antar pelabuhan ini sudah tepat, sehingga tidak akan terjadi bottleneck. Mudah-mudahan dengan pembagian dermaga ini bisa mengurai arus lalu lintas yang ada di darat," tuturnya.

 

Delaying System Antisipasi Cuaca Buruk

Selain pembagian dermaga penyeberangan, lanjut Aan, pemerintah juga telah menyiapkan delaying system sebagai strategi mengatur ritme kendaraan menuju pelabuhan.

Aan menilai, strategi ini dapat diterapkan terutama saat terjadi cuaca buruk seperti gelombang tinggi atau angin kencang yang menyebabkan penundaan kapal untuk berlayar.

"Delaying system sangat mungkin diterapkan, apalagi prediksi BMKG bulan Desember hingga Januari puncak musim hujan dan ada bibit siklon yang mengakibatkan curah hujan dan gelombang tinggi serta angin kencang yang mempengaruhi penyeberangan," ungkapnya.

"Safety atau keselamatan adalah yang utama karena itu kami menyiapkan strategi delay system dengan penerapan buffer zone," dia menegaskan.

 

Koordinasi Lintas Sektor

Dalam menjaga kelancaran dan keselamatan arus Nataru 2025/2026, Kementerian Perhubungan juga telah berkoordinasi dengan Korlantas Polri dan stakeholder terkait lainnya.

Aan lantas menegaskan, seluruh pengaturan lalu lintas darat hingga pengoperasian pelabuhan telah disinergikan dengan semua stakeholder demi keamanan dan keselamatan masyarakat serta kesuksesan operasi angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

"Semua strategi sudah kita siapkan, mulai dari SOP, pengaturan lalu lintas, hingga pembagian pelabuhan. Negara hadir di sini untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan sepenuh hati," pungkas Aan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6