Prediksi Harga Emas Pekan Ini saat The Fed Gelar Rapat

Berikut prediksi harga emas dunia sepekan dan sentimen yang akan pengaruhinya. Salah satunya kebijakan suku bunga the Federal Reserve (the Fed).

Diterbitkan 08 Desember 2025, 07:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Setelah beberapa pekan bergerak dalam pola harga emas dunia yang relatif terarah, harga emas kembali memantul di level tinggi seiring pelaku pasar mencermati keputusan suku bunga The Federal Reserve (the Fed) pekan ini, yang sementara mengalahkan pengaruh sebagian besar rilis data ekonomi.

Melansir Kitco News, Senin (8/12/2025), emas spot mengawali perdagangan pekan lalu di level USD 4.217,34 per ons dan langsung bergerak mendekati batas atas kisarannya. Kenaikan berlanjut hingga Senin saat emas menyentuh level tertinggi mingguan di USD 4.262 per ons.

Meski demikian, volatilitas masih membayangi pasar. Pada pembukaan perdagangan Amerika Utara, harga emas kembali melemah ke USD 4.225 per ons. Area ini berfungsi sebagai level penopang yang cukup kuat, sebelum tekanan pada sesi Asia mendorong harga turun hingga USD 4.205 per ons. .

Seiring terbentuknya rentang harga mingguan, pergerakan emas dalam beberapa hari berikutnya cenderung berfluktuasi di antara USD 4.225 dan USD 4.185, dengan sesekali bergerak di luar kanal tersebut.

Hasil Survei Emas Mingguan Kitco News terbaru menunjukkan pandangan pelaku Wall Street terbagi antara sikap bullish dan netral, sementara investor di pasar utama masih mempertahankan dominasi pandangan bullish, meski tidak banyak berubah.

Presiden Adrian Day Asset Management, Adrian Day menyatakan dirinya bersikap hati-hati menjelang pertemuan Federal Reserve pekan depan. 

“Saya berhati-hati sampai pertemuan Federal Reserve minggu depan,” kata Adrian, dilkutip dari Kitco News.

Menurutnya, meskipun peluang penurunan suku bunga sangat besar dan sudah tercermin dalam harga emas, risiko kekecewaan pasar tetap ada dan dapat memicu pelemahan jangka pendek, sehingga pandangannya tetap tidak berubah.

Sementara itu, Rich Checkan, presiden dan COO Asset Strategies International, menyampaikan pandangan bullish terhadap pergerakan logam mulia. 

 

Risiko di Pasar Emas

Ia menilai lonjakan harga emas dan perak pada Kamis dan Jumat sebelumnya cukup signifikan, dan mencatat bahwa pergerakan tajam sering terjadi pada hari perdagangan yang sepi akibat libur, yang biasanya menjadi petunjuk arah minat investor dalam jangka panjang.

Checkan menambahkan, dari pola pergerakan harga terlihat jelas minat investor untuk tetap berada di pasar emas. 

Namun, ia mengingatkan adanya risiko apabila FOMC mengejutkan pasar dengan mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga pada pertemuan Rabu mendatang. Dalam skenario tersebut, menurut dia, aksi jual jangka pendek pada saham dan logam mulia berpotensi terjadi.

 

Harapan Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Kepala strategi mata uang di Forexlive.com, Adam Button mengatakan kepada Kitco News data ekonomi yang dirilis Jumat pagi memberikan sinyal positif bagi emas. Ia menjelaskan, survei University of Michigan menunjukkan penurunan ekspektasi inflasi yang cukup tajam, sementara laporan PCE juga mengindikasikan tekanan inflasi yang lebih rendah.

Button menilai data tersebut membantu menyelaraskan ekspektasi pasar dengan kebijakan suku bunga The Fed yang dinilai lebih bertanggung jawab. Ia mengungkapkan pasar sebelumnya memperkirakan penurunan suku bunga The Fed pada Desember, disusul dua hingga tiga kali pemangkasan tambahan tahun depan, sehingga totalnya sekitar empat kali. 

Namun, menurut dia, terdapat perbedaan antara ekspektasi pasar dan kebijakan yang seharusnya diambil The Fed, terutama dalam konteks tekanan politis.

Sentimen Harga Emas

Minggu ini, 13 analis berpartisipasi dalam Survei Emas Kitco News, dengan para pakar Wall Street terbagi rata antara bias bullish dan netral. Enam pakar, atau 46%, memperkirakan harga emas akan naik selama pekan depan, sementara enam lainnya memperkirakan logam kuning akan diperdagangkan sideways minggu depan. Analis lainnya, yang mewakili 8% dari total analis, memperkirakan penurunan harga.

Sementara itu, 163 suara diberikan dalam jajak pendapat daring Kitco, dengan sentimen bullish investor Main Street tetap stabil. 113 pedagang ritel, atau 69%, memperkirakan harga emas akan naik lebih tinggi minggu depan, sementara 24 lainnya, atau 15%, memperkirakan logam kuning akan melemah. Sebanyak 26 investor lainnya, yang mewakili 16% dari total analis, memperkirakan harga akan berkonsolidasi selama pekan depan.

Sentimen Sepekan

Kalender berita ekonomi minggu depan didominasi oleh bank sentral, dengan Australia, Kanada, Amerika Serikat, dan Swiss yang akan mengumumkan keputusan suku bunga, meskipun hanya Amerika Serikat yang diperkirakan akan menyesuaikan suku bunga acuannya.

 

 

Sentimen Lainnya

Senin akan menjadi hari di mana Bank Sentral Australia (RBA) akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya, dan Selasa pagi akan menampilkan rilis data lowongan pekerjaan JOLTS AS untuk bulan November.

Rabu pagi, pasar akan mencermati keputusan kebijakan moneter Bank Sentral Kanada (BOC), sebelum semua mata tertuju ke Washington untuk melihat perkiraan pemangkasan suku bunga 25 basis poin oleh Federal Reserve, dan mungkin yang lebih penting, pembaruan dot plot dan proyeksi ekonominya.

Berita ekonomi minggu ini ditutup pada hari Kamis dengan keputusan kebijakan moneter Bank Sentral Swiss dan data klaim pengangguran mingguan AS.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6