CASN 2026, BRIN Usulkan Formasi Khusus Peneliti karena Kurang Periset

Kepala BRIN menyoroti kebutuhan mendesak berbagai bidang riset dan berharap CASN 2026 dapat membuka formasi khusus.

Diterbitkan 03 Desember 2025, 14:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mendorong pembukaan formasi khusus periset dalam seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) atau CPNS 2026. Langkah ini dinilai penting untuk mengatasi masih minimnya jumlah peneliti di Indonesia.

"Ya, kita akan berjuang ke Kementerian PANRB agar bisa menambah jumlah periset, khususnya untuk bidang-bidang yang kita perlukan," ujar Arif dikutip dari Antara, Rabu (3/12/2025).

Menurut Arif, saat ini Indonesia hanya memiliki sekitar 300 periset per satu juta penduduk. Angka tersebut jauh tertinggal dari negara maju yang bisa memiliki hingga 4.000 periset per satu juta penduduk. Kondisi ini membuat kebutuhan akan formasi baru menjadi mendesak, terutama di sektor-sektor prioritas.

Ia menyebut sejumlah bidang riset yang membutuhkan tambahan tenaga ahli, seperti nanoteknologi, pemuliaan tanaman, genomics, antariksa, sains material, hingga teknologi keberlanjutan. BRIN menilai peningkatan jumlah periset menjadi langkah penting untuk memperkuat riset nasional.

 

Kebutuhan Ahli Sosial

Arif juga menyoroti kebutuhan terhadap ahli sosial di berbagai sektor. Ia mencontohkan riset pangan yang tidak bisa dilepaskan dari kajian sosiologi pedesaan maupun ekonomi pertanian. Hal itu menegaskan bahwa riset lintas disiplin menjadi kunci penting dalam menghasilkan inovasi yang sesuai kebutuhan masyarakat.

"Saya kira seluruh aspek ini penting, namun yang paling penting adalah dia attached kepada sektor mana. Jadi bisa saja pangan, tapi orang satelit, orang material science," ujarnya. Ia menambahkan, pembuatan alat pertanian yang kuat dan efektif membutuhkan ahli material science serta engineering.

Arif menilai bahwa keberadaan berbagai keahlian ini akan memperkuat fondasi riset nasional dan meningkatkan kualitas produk inovasi yang dihasilkan.

 

Akosistem Riset

Lebih lanjut, Arif menekankan pentingnya kolaborasi lintas bidang agar riset yang dilakukan lebih tepat guna. Menurutnya, ekosistem riset yang kuat hanya bisa terwujud jika Indonesia memiliki jumlah peneliti yang memadai dan berkompeten.

"Jadi kita mau tidak mau, talent spotting untuk peneliti tangguh ini harus benar-benar kita perkuat," kata Arif. Ia menambahkan bahwa BRIN berupaya menciptakan lingkungan riset yang membuat para peneliti merasa nyaman, sekaligus mampu menarik minat generasi muda untuk terjun sebagai periset.

Arif memastikan BRIN terus memperjuangkan pembukaan formasi untuk CASN 2026 sebagai langkah strategis untuk memperluas jumlah periset nasional. Dengan bertambahnya tenaga riset, BRIN berharap budaya riset dan inovasi di Indonesia semakin berkembang dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6