Pertamina Kerahkan 332 Kapal Tanker Angkut BBM hingga LPG Saat Natal-Tahun Baru

PT Pertamina International Shipping mengerahkan 332 armada kapal tanker untuk mengangkut minyak mentah, BBM, LPG, hingga petrokimia ke seluruh pelosok negeri selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Diterbitkan 01 Desember 2025, 18:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina International Shipping (PIS) menjaga kelancaran distribusi energi nasional menjelang periode Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Pada periode terssebut, perseroan mengerahkan sebanyak 332 armada kapal tanker untuk mengangkut minyak mentah, BBM, LPG, hingga petrokimia ke seluruh pelosok negeri.

Pjs Corporate Secretary PIS Alih Istik Wahyuni mengatakan, PIS telah mengaktifkan Satuan Tugas Nataru 2025/2026, dan menyiagakan sebanyak 332 armada kapal tanker untuk mengangkut minyak mentah, BBM, LPG, hingga petrokimia ke seluruh pelosok negeri.

“Untuk mengantisipasi kenaikan konsumsi, kami siagakan 332 kapal tanker, dan juga menyiapkan 12 kapal tanker cadangan. Kapal-kapal ini melayani distribusi BBM, minyak mentah, LPG, serta petrokimia ke berbagai wilayah, termasuk jalur distribusi regional," kata Alih, Senin (1/12/2025).

Selain itu, melalui PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), PIS juga menyiapkan 338 kapal pendukung pelabuhan (tugboat) untuk memastikan kelancaran proses sandar dan bongkar muat di berbagai pelabuhan.

Seluruh armada ini dipantau berkala di posko monitoring terpusat, serta sistem digitalisasi operasional agar pasokan energi tersalurkan secara aman ke seluruh wilayah Indonesia.

Alih juga menegaskan bahwa kesiapan armada ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan menjaga ketahanan energi nasional. “Setiap akhir tahun kebutuhan energi masyarakat meningkat signifikan. Karena itu, kami mempersiapkan seluruh kapal, infrastruktur, dan sistem monitoring secara maksimal agar pasokan BBM dan LPG tetap terjamin,” ujar Alih.

 

Kondisi Cuaca

Terkait dengan kondisi cuaca saat ini, PIS juga telah menyiapkan langkah langkah mitigasi, dengan selalu monitoring pergerakan kapal-kapal yang bisa dioptimalkan untuk percepatan angkutan tambahan pasokan stok BBM maupun LPG.

Seluruh operasi Satgas dipantau secara terpusat melalui pusat kendali yang telah menerapkan teknologi terkini utamanya dalam hal monitoring. Digitalisasi monitoring memberi dampak besar terhadap mitigasi risiko distribusi energi. Dukungan operasional seperti pengecekan ketersediaan kapal, layanan agensi kepelabuhan, kesiapan floating storage (penampungan bahan bakar terapung) , serta jasa lainnya yang disiagakan untuk menghadapi mobilitas pengangkutan energi.

"Kami terus bergerak cepat untuk mengatasi kendala pengangkutan BBM dan kami berharap kondisi cuaca bisa membaik sehingga distribusi energi ke masyarakat bisa berjalan maksimal," tutup Alih.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6