Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Jepang resmi Meluncurkan Kantor efesiensi baru yang terinspirasi program pemangkasan biaya milik Amerika serikat (AS) Government Efficiency Department (DOGE). Langkah ini diumumkan pada selasa (25/11/2025) sebagai upaya meredakan kekhawatiran publik terhadap paket stimulus seharga USD 135 miliar.
Pekan lalu Perdana Menteri Sanae Takaichi menjanjikan dorongan besar untuk memacu pertumbuhan ekonomi Jepang. Meskin begitu pemerintah menegaskan komitmen tetap menjaga tanggung jawab di tengah kekhawatiran beban utang jepang yang sudah sangat tinggi.
"Mengingat kondisi saat ini, keberlanjutan fiskal hal yang terpenting, sangat penting nagi publik untuk melihat bahwa kami terus berupaya mencapainya," ujar menteri keuangan Jepang Satsuki Satsuki Katayama dalam konferensi pers dikutip dari Channel News Asia, Rabu (26/11/2025).
Advertisement
Terinspirasi DOGE AS, Namun Beda Arah
Inisiatif baru tersebut diperkenalkan sebagai "DOGE versi Jepang" setelah program serupa di Amerika Serikat yang dipimpin Elon Musk. Di AS, DOGE dikenal agresif membongkar birokrasi besar dan mengguncang struktur lebih dari dua juta pegawai negeri sipil.
Namun, Jepang mengambil pendekatan jauh lebih moderat. Katayama menjelaskan bahwa tim efisiensi Jepang hanya akan beranggotakan sekitar 30 pejabat pemerintah aktif dan tidak bertujuan merombak struktur lembaga pemerintah.
Secara resmi kantor yang diberi nama The Office in Charge of Reviewing Special Tax Measures and Subsidies lembaga ini akan meninjau berbagai program pemerintah yang dinilai memiliki dampak kebijakan rendah serta berpotensi menjadi sumber pemborosan anggaran.
Bagian dari Kesepakatan Koalisi
Program efisiensi ini merupakan bagian dari perjanjian koalisi antara Partai Demokrat Liberal pimpinan Takaichi dan mitra juniornya, Partai Inovasi Jepang. Kantor tersebut ditargetkan beroperasi penuh mulai tahun depan.
Dampak kerja lembaga ini nantinya akan tercermin dalam penyusunan anggaran untuk tahun fiskal yang dimulai April 2027.
Takaichi sebelumnya membela paket stimulus 21,3 triliun yen sebagai langkah penting untuk mendorong ekonomi Jepang yang menduduki peringkat keempat dunia. Stimulus tersebut diharapkan mampu meringankan tekanan inflasi pada rumah tangga serta mengangkat kembali popularitas pemerintah yang mulai menurun.
Advertisement
Disiplin Fiskal
Namun ekspektasi pasar bahwa pemerintahan baru akan menggelontorkan belanja besar membuat imbal hasil obligasi pemerintah Jepang meroket ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus menekan nilai tukar yen.
Melalui peluncuran “DOGE versi Jepang” ini, pemerintah berharap dapat menyeimbangkan antara dorongan pertumbuhan dan disiplin fiskal dua hal yang kini sama-sama menjadi sorotan publik dan pelaku pasar.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3904827/original/097067000_1768997108-foto_hani.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5400442/original/038024200_1762101294-AP25294241560845.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411723/original/069752100_1479709693-Jepang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3246/original/023028100_1470665987-kecil.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1541481/original/029951000_1489915850-2022-World-Cup-006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583299/original/047451600_1782545178-AP26178061252747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8581680/original/086573300_1782542126-AP26178050808259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6998518/original/060608900_1779768813-AP26142827392886.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5066207/original/065685300_1735200702-063_2188387322.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258063/original/008123000_1781311407-AP26163504680035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282581/original/072799000_1672910732-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258474/original/070070600_1781346469-AP26163500989479.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258024/original/051490000_1781284234-SpaceX_melantai_di_bursa_Nasdaq.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/8258202/original/009305900_1781326693-wow-kekayaan-elon-musk-tembus-lebih-dari-17-ribu-triliun-rupiah-04e2d1.jpg)