Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat pendapatan negara bukan pajak (PNBP) sektor mineral dan batu bara (Minerba) sudah mencapai Rp 114 triliun. Angka ini setara dengan 92 persen dari target APBN 2025.
Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Minerba, Kementerian ESDM, Tri Winarno. Angka nilai PNBP itu dicatat per 15 November 2025.
"PNBP sudah 92 (persen), sudah Rp 114 triliun untuk minerba, per tanggal 15 November," ungkap Tri, ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/11/2025).
Advertisement
Masih di sektor minerba, Tri mengamini akan ada penurunan produksi batu bara pada 2026. Meski begitu, dia belum mengungkap angka pastinya. "Angka pastinya belum, hillalnya belum nampak, sedikit lagi," katanya.
Dalam APBN 2025, target PNBP sektor minerba sebesar Rp 124,7 triliun. Masih tersisa sedikit lagi agar target tersebut dicapai.
Menteri ESDM Kejar Target
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memprediksi PNBP sektor ESDM akan mencapai target yang ditetapkan dalam APBN 2025. Dia menyatakan setoran PNBP telah mencapai Rp 200,66 triliun per 10 November 2025.
Dalam Rapat Kerja (Raker) yang berlangsung Selasa, 11 November 2025Â tersebut, Bahlil merinci, capaian PNBP yang impresif itu setara dengan 78,74 persen dari total PNBP yang ditargetkan pada APBN 2025 sebesar Rp 254,83 triliun.Â
Kinerja apik juga dicatat di subsektor minyak dan gas bumi (migas), di mana produksi minyak bumi (termasuk kondensat) tercatat mengalami kenaikan 4,94 persen menjadi 605,5 ribu barel per hari dibandingkan periode Januari-Oktober 2024.
"Saya laporkan, Insya Allah target PNBP ini bisa tercapai sampai dengan 31 Desember, mudah-mudahan (jumlahnya) bisa lebih. Sekalipun kita tahu bahwa harga komoditas sekarang lagi turun," ujar Bahlil, mengutip keterangan resmi.
Â
Belanja Kementerian ESDM
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5408225/original/087800200_1762766239-Menteri_ESDM_Bahlil_Lahadalia-4.jpg)
Dari sisi belanja 2025, Bahlil juga melaporkan progres penyerapan anggaran. Dengan total pagu Kementerian ESDM, termasuk Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp14.107,27 miliar, realisasi per 10 November 2025 tercatat 31,12 persen.Â
Kementerian ESDM memproyeksikan penyerapan anggaran akan terakselerasi signifikan pada akhir tahun, dengan prognosa mencapai 91,68 persen pada 31 Desember 2025. Bahlil menegaskan bahwa percepatan belanja difokuskan untuk program-program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
"Dalam perjalanan waktu, kita mendapat anggaran tambahan di bulan Agustus. Untuk membiayai beberapa program-program strategis. Di dalamnya adalah listrik desa, kemudian pipa, dan untuk membangun listrik gratis (BPBL), dan kita juga membangun jargas (jaringan gas)," rincinya.
Â
Â
Â
Â
Advertisement
Sektor Migas Masih Jadi Penyumbang Investasi Terbesar di ESDM
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4066834/original/034753100_1656461868-Harga_Minyak_AFP.jpg)
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) merilis realisasi investasi sektor ESDM mencapai USD 32,3 miliar pada 2024 naik dari posisi 2023 sebesar USD 30 miliar. Dari investasi itu, sektor minyak dan gas bumi masih menjadi kontributor utama.
"Ini kalau di rupiahkan hampir Rp515 triliun " ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam acara Capaian Kinerja Sektor ESDM di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (3/1/2025).
Bahlil menuturkan, sektor minyak dan gas bumi (sektor migas) masih menjadi kontributor utama penyumbang investasi sebesar USD 17,5 miliar pada 2025. Disusul sektor minerba dengan pencapaian USD 7,7 miliar.
Selain itu, sektor listrik mencatatkan investasi sebesar USD5,3 miliar. Terakhir sektor energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE) berhasil mencapai investasi sebesar USD1,8 miliar.
Namun, kinerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sektor ESDM justru menurun dibandingkan tahun lalu. Bahlil menyebut realisasi PNBP 2024 mencapai Rp 269,6 dibandingkan tahun 2023 Rp 299,5 triliun.
Â
Â
Â
Koreksi Harga Batu Bara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3909970/original/046972200_1642690470-Logopit_1642689351523.jpg)
Bahlil menuturkan, penurunan kinerja PNBP akibat terkoreksinya harga batu bara sebagai komoditas adalan ekspor indonesia.
Meski menurun, realisasi PNBP tersebut telah melebihi target dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yakni Rp 234,2 triliun. "Tapi kita bersyukur walaupun turun. Tapi target melebihi 115 persen dari APBN 2024," bebernya.
Adapun, data dari Kementerian ESDM menunjukkan realisasi investasi sektor ESDM pada 2018 mencapai USD31,2 miliar, 2019 sebesar USD30,6 miliar, 2020 sebesar USD26,3 miliar, 2021 sebesar USD27,5 miliar, 2022 sebesar USD27 miliar, dan 2023 USD 30 miliar.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5580034/original/026197700_1778124608-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-07T102932.008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4461201/original/062506100_1686446588-cek_fakta_timnas_argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3609090/original/074413400_1634813435-20211021-Ekspor-Batu-Bara-1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287199/original/011098900_1783189655-AP26185659671466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776165/original/067157000_1782861161-mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782170/original/080291500_1782878845-meksiko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260488/original/001989200_1781597074-000_B77X49M.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8664246/original/029678300_1782693781-063_2283752154.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9243416/original/040076400_1783136603-063_2284562735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9233776/original/041944300_1783126285-000_B98N9AV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263363/original/077170500_1781914217-AP26170799360158-Maroko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8916640/original/046732400_1782951883-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9208686/original/055525800_1783110573-000_B8VY333.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710894/original/015901700_1782791233-000_B8QK288.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782165/original/058199200_1782878254-carlo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9116711/original/014418200_1783066396-11211.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5188392/original/065377000_1744692012-IMG_8996.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2978099/original/082769100_1574756668-20191126-SPBU-Pertamina-Sudah-Jual-Solar-Campur-Sawit-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5529733/original/040195200_1773378691-WhatsApp_Image_2026-03-12_at_8.54.18_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567053/original/064876600_1777263775-1000301298.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2978098/original/000279500_1574756668-20191126-SPBU-Pertamina-Sudah-Jual-Solar-Campur-Sawit-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673385/original/035050000_1782714075-IMG_2680.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3609095/original/017722100_1634813440-20211021-Ekspor-Batu-Bara-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471991/original/011315100_1782375146-11034.jpg)