Alasan Donald Trump Pangkas Tarif Impor Kopi dan Pisang 4 Negara Amerika Latin

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sepakat melonggarkan tarif impor kopi, kakao dan pisang dari empat negara Amerika Latin.

Diterbitkan 15 November 2025, 16:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali membuat langkah besar dalam kebijakan dagang. Setelah mendapat tekanan politik terkait melonjaknya biaya hidup dan harga pangan, Trump mengumumkan pelonggaran tarif impor pada dua komoditas penting, yakni kopi dan pisang.

Kebijakan ini diumumkan sebagai bagian dari rangkaian perjanjian dagang baru antara AS dengan empat negara Amerika Latin, seperti Argentina, Guatemala, El Salvador, dan Ekuador. Langkah tersebut muncul di tengah kritik, pemerintahannya diniali belum cukup mampu menekan kenaikan harga kebutuhan pokok yang dirasakan konsumen dalam beberapa bulan terakhir.Demikian mengutip BBC, Sabtu (15/11/2025).

Perjanjian tersebut tetap mempertahankan tarif timbal balik sebesar 10 persen untuk Guatemala, Argentina, dan El Salvador, serta 15 persen untuk Ekuador. Namun, komoditas yang tidak dapat diproduksi AS dalam jumlah memadai, seperti kopi, kakao, dan sejumlah buah tropis termasuk pisang, akan dikecualikan dari tarif tersebut.

Pelonggaran ini diperkirakan mampu menurunkan tekanan harga di pasar domestik, meski efektivitasnya tetap bergantung pada apakah pengecer dan distributor bersedia meneruskan penghematan kepada konsumen.

Trump dalam beberapa pekan terakhir memberi perhatian khusus pada isu keterjangkauan, bahkan menyebutnya sebagai “kata baru” yang dipopulerkan Partai Demokrat. Namun setelah performa Partai Republik menurun dalam pemilu serentak pekan lalu, isu ini kini menjadi fokus utama pemerintah.

Menteri Keuangan Scott Bessent ikut menegaskan harga kopi yang naik sekitar 20 persen tahun ini perlu ditekan, dan pelonggaran tarif menjadi salah satu instrumen untuk mencapainya.

Pelonggaran Tarif untuk Tekan Harga Pangan

Pejabat senior pemerintahan menjelaskan cuaca buruk telah ikut menekan pasokan kopi dan kakao, sehingga turut mendorong kenaikan harga.

Dengan pengecualian tarif, harga diharapkan turun sedikit dalam beberapa bulan mendatang. Guatemala dan Ekuador, yang merupakan eksportir pisang terbesar ke AS, menjadi mitra penting dalam pelonggaran kebijakan kali ini.

Meski demikian, Brasil yang merupakan eksportir kopi terbesar ke AS tidak termasuk dalam perjanjian baru ini. Artinya, penurunan harga masih akan bergantung pada dinamika pasar global dan volume pasokan dari negara Amerika Latin lainnya.

Kerja Sama Dagang AS-Argentina Fokus Pasar Daging Sapi

Selain komoditas pertanian, sebagian isi perjanjian AS–Argentina juga menyoroti akses pasar daging sapi. Kedua negara berkomitmen memperluas perdagangan daging sapi secara timbal balik.

Isu ini sangat penting bagi Trump, yang baru saja meminta Departemen Kehakiman menyelidiki perusahaan pengemasan daging terkait dugaan permainan harga daging sapi di pasar domestik.

Melonjaknya harga daging sapi telah menjadi salah satu isu politik yang menekan elektabilitasnya, memaksa pemerintah mengambil langkah cepat untuk memperbaiki kondisi pasokan dan perdagangan.

Bagian dari Strategi Dagang Global Trump

Kesepakatan perdagangan dengan negara-negara Amerika Latin ini merupakan bagian dari kebijakan tarif besar-besaran yang diumumkan Trump sejak April lalu. Setelah memicu kekhawatiran global, sebagian tarif ditunda untuk memberi ruang negosiasi. Namun pada Agustus, putaran tarif baru diberlakukan untuk puluhan negara yang dianggap memiliki kebijakan perdagangan tidak adil.

Dalam beberapa minggu terakhir saja, pemerintahan Trump juga menjalin perjanjian dengan Uni Eropa, Korea Selatan, Jepang, Kamboja, Thailand, dan Malaysia, menandai fase agresif diplomasi ekonomi menjelang tahun politik.

Keempat perjanjian dengan Argentina, Guatemala, El Salvador, dan Ekuador dijadwalkan ditandatangani dalam dua minggu ke depan.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6