Harga Terus Naik, Emas Jadi Primadona Investor Indonesia

Kenaikan harga emas dalam setahun terakhir tidak menyurutkan minat investor Indonesia bernvestasi emas.

Diterbitkan 12 November 2025, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kenaikan harga emas yang signifikan dalam setahun terakhir rupanya tidak menyurutkan minat investor Indonesia. Head of Asia Pacific (ex-China) and Global Head of Central Banks World Gold Council (WGC), Shaokai Fan, mengungkapkan bahwa harga emas dalam 12 bulan terakhir bisa dikatakan hampir berlipat ganda.

Namun, lonjakan harga ini justru memperlihatkan daya tahan dan kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap emas sebagai aset pelindung nilai.

"Harga (emas) menjadi lebih mahal dan itu masuk akal, karena dalam satu tahun ini harganya (emas) bisa hampir berlipat ganda," kata Fan, dalam media briefing atas peluncuran Laporan Analisis Wawasan Konsumen Indonesia, di The Gade Tower, Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Berdasarkan studi yang dilakukan WGC, yakni melibatkan 2.000 investor Indonesia dengan beragam tingkat pendapatan dan usia, dua dari tiga orang Indonesia (67%) memiliki investasi emas dalam berbagai jenis produk, termasuk emas batangan dan koin, perhiasan emas, Exchange Traded Fund (ETF) emas, dan sekuritas emas lainnya.

Sekitar 85% investor Indonesia yang pernah berinvestasi emas menyatakan akan mempertimbangkan untuk berinvestasi kembali dalam 12 bulan ke depan, dan 14% lainnya menunjukkan minat untuk berinvestasi kembali di waktu mendatang.

"85%-nya berencana membeli lagi emas dalam 12 bulan ke depan, bisa dikatakan sebagian besar dari investor ini sebenarnya ingin membeli emas lagi," ujarnya.

Sementara itu, di antara investor yang belum pernah berinvestasi emas, sekitar 26% tertarik untuk mempertimbangkan memulai investasi emas dalam 12 bulan ke depan, dan 62% lainnya menyatakan minat terhadap investasi emas di waktu mendatang.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa emas masih menjadi instrumen keuangan utama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Saat harga melambung pun, emas tetap dianggap sebagai aset aman yang mampu menjaga stabilitas keuangan rumah tangga.

 

WGC Nilai Prospek Emas Indonesia Semakin Cerah

Shaokai menilai, di balik tantangan harga yang tinggi, masa depan emas di Indonesia justru semakin cerah. Ia menjelaskan bahwa kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang emas kini semakin luas, baik dalam bentuk emas fisik seperti batangan dan perhiasan, maupun instrumen finansial modern seperti ETF emas.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang stabil dan peningkatan daya beli masyarakat turut memperkuat fondasi pasar emas nasional. Indonesia memiliki demografi muda, ekonomi yang tumbuh pesat, dan minat tinggi terhadap instrumen investasi tradisional seperti emas.

"Karakteristik pandang masyarakat Indonesia terhadap emas dan fakta bahwa Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya masih muda, dengan pertumbuhan yang relatif cepat dan pendapatan yang selalu meningkat," ujarnya.

 

Harga Emas Antam Hari ini

Sebagai informasi, pada 12 November 2025, harga emas Antam 24 karat tercatat naik sebesar Rp 7.000 per gram. Harga jual emas batangan 1 gram kini berada di level Rp 2.367.000. Kenaikan ini disampaikan oleh Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam pada pukul 08.58 WIB, menunjukkan tren positif bagi komoditas logam mulia.

Tidak hanya harga jual, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga ikut mengalami kenaikan. Nilai buyback hari ini meningkat Rp 7.000 per gram, mencapai Rp 2.232.000 per gram. Hal ini memberikan keuntungan lebih bagi masyarakat yang ingin menjual kembali emas batangan mereka.

Kenaikan harga jual dan buyback ini mengindikasikan adanya peningkatan permintaan atau faktor lain yang mendorong nilai emas di pasar domestik. Logam mulia Antam seringkali dijadikan acuan utama oleh masyarakat Indonesia dalam berinvestasi emas, sehingga pergerakannya selalu menjadi sorotan.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6