Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pembiayaan pinjaman daring (Pindar) di Indonesia menembus Rp 106,94 triliun per Agustus 2026. Angka tersebut melonjak 22,07% secara tahunan (year on year/YoY) dengan tingkat kredit bermasalah atau TWP90 berada di posisi 4,73%.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menyampaikan bahwa pertumbuhan pembiayaan Pindar ini berlangsung di tengah pengetatan pengawasan terhadap industri.
“Pada industri pinjaman daring atau Pindar, outstanding pembiayaan pada Agustus 2026 tumbuh 22,07% year on year dengan nominal sebesar Rp 106,94 triliun. Tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 tercatat di posisi 4,73%,” ujar Agusman dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK yang disiarkan secara daring, Senin (5/10/2026).
Advertisement
Meskipun mencatatkan pertumbuhan positif, OJK menyebutkan ada 10 dari total 94 penyelenggara Pindar yang belum memenuhi kewajiban ekuitas minimum sebesar Rp 12,5 miliar.
Agusman memastikan seluruh penyelenggara Pindar yang belum memenuhi ketentuan permodalan tersebut telah menyerahkan rencana aksi (action plan) kepada OJK.
“Seluruh perusahaan pembiayaan dan penyelenggara Pindar tersebut telah menyampaikan action plan kepada OJK yang memuat langkah-langkah pemenuhan permodalan minimum,” kata Agusman.
Sanksi Administratif 8 Penyelenggara Pindar
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, OJK juga mengenakan sanksi administratif kepada delapan penyelenggara Pindar selama September 2026 akibat pelanggaran ketentuan yang berlaku serta berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan.
Kinerja Sektor Pembiayaan dan Pergadaian
Di sektor pembiayaan (multifinance), OJK mencatat total penyaluran pembiayaan mencapai Rp 514,08 triliun per Agustus 2026. Pertumbuhan tahunan ini terutama didorong oleh peningkatan pembiayaan modal kerja yang tumbuh 5,4%.
Risiko di sektor perusahaan pembiayaan dinilai tetap terjaga dengan rasio NPF gross sebesar 3,04%, NPF net sebesar 0,83%, serta gearing ratio tercatat sebesar 2,04 kali.
Sementara itu, penyaluran pembiayaan dari industri pergadaian mengalami lonjakan signifikan sebesar 44,60% secara tahunan menjadi Rp 156,61 triliun pada Agustus 2026. Pembiayaan berbasis gadai mendominasi dengan porsi mencapai Rp 132,84 triliun atau setara 84,82% dari total pembiayaan pergadaian.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4854795/original/015060900_1717646117-cek_fakta_antam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365462/original/088186900_1791179107-HOAX__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5173559/original/021886800_1742872977-cek_fakta_jemput.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539200/original/068068000_1774593463-sapi_kambing_-_klaim_bantuan_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365849/original/035081000_1791197798-email-attachment_2026_10_05_immanuel-christian_utang-pinjol-warga-ri-tembus-rp-10694-triliun-kredit-macet-473_IMG_7562.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5359126/original/045528800_1758620783-OJK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337309/original/008779100_1788240212-cek_fakta_-_pinjol_ojk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316075/original/017563100_1785912131-cek_fakta_-_OJK_pinjaman_online__pinjol_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4035208/original/006769000_1653635186-pinjol_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302556/original/091409600_1784595467-1000425419__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295186/original/041644000_1783917564-28d50722-c9bc-4007-8902-57a5a628c0db.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160356/original/008004600_1663304134-20220916_093128.jpg)