Hubungan Ekonomi RI-Australia Kian Erat, Nilai Perdagangan Tembus Rp 381 Triliun

Implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Australia (IA-CEPA) kini genap berusia lima tahun.

Diterbitkan 11 November 2025, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sebanyak 35 delegasi bisnis asal Australia berkunjung ke Indonesia. Rombongan yang dipimpin oleh Australia Business Champion, Prof. Jennifer Westacott, ini mengikuti program Australia–Southeast Asia Business Exchange bertajuk “Kemitraan Bisnis Strategis dengan Indonesia.” 

Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen kedua negara untuk memperkuat hubungan ekonomi yang telah terjalin erat selama beberapa tahun terakhir.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Australia (IA-CEPA) yang genap berusia lima tahun. 

Melalui perjanjian ini, kedua negara berupaya memperluas jangkauan kerja sama di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, mengatakan Indonesia menempati posisi strategis dalam hubungan bilateral dengan Australia, terutama di bidang ekonomi. 

Ia menegaskan, tak ada mitra yang lebih penting bagi Australia di kawasan dibanding Indonesia. 

Gita menambahkan, sejak diberlakukannya IA-CEPA, volume perdagangan antara Indonesia dan Australia melonjak hampir tiga kali lipat. 

"Selama lima tahun terakhir, sejak diberlakukannya IA-CEPA, Perjanjian Kemitraan Ekonomi Indonesia-Australia, perdagangan antara kedua negara telah meningkat hampir tiga kali lipat," kata Gita dalam acara Australia-Southeast Asia Business Exchange di Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Kini, nilai total perdagangan kedua negara mencapai AUD 35 miliar atau sekitar Rp 381,5 triliun. Peningkatan ini menandai hasil nyata dari kolaborasi strategis yang telah berjalan dengan baik dalam lima tahun terakhir.

 

 

Investasi dan Peluang di Sektor Agrobisnis

Selain perdagangan, sektor investasi juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Australia kini tercatat sebagai salah satu dari sepuluh investor terbesar di Indonesia, dengan peningkatan Foreign Direct Investment (FDI) mencapai 30% sejak penerapan IA-CEPA.

Adapun fokus utama investasi tersebut berada pada sektor pertanian, khususnya dalam meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan, dua isu yang menjadi perhatian penting bagi kedua negara.

"Investasi asing langsung Australia ke Indonesia meningkat sebesar 30%, dan kini kami berada di 10 negara teratas dalam investasi asing langsung di Indonesia. Investasi ini berfokus pada produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Isu-isu ini menjadi fokus utama Australia dan Indonesia," ujarnya.

 

 

Pelaku Usaha Australia Telah Salurkan Investasi hingga Rp 54,5 Triliun

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Jennifer Westacott menuturkan, sebanyak 29 perusahaan agrobisnis dan agripangan asal Australia turut serta dalam kunjungan bisnis kali ini.

Para pelaku usaha tersebut telah menyalurkan investasi dan perdagangan senilai AUD 5 miliar atau setara dengan Rp 54,5 triliun, sebagian besar ditujukan untuk memperkuat kerja sama dengan negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

"Kami memiliki sekitar A$ 5 miliar untuk perdagangan dan investasi yang masuk ke sektor pertanian, tetapi permintaan dan peluangnya sangat besar di Indonesia. Perusahaan dan organisasi Australia ingin menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju swasembada dan ketahanan pangan, dan kami yakin ada peluang luar biasa dalam hal tentu saja perdagangan dan investasi," pungkas Westacott. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6