Riset BRI Ungkap Dampak Positif KUR, Dorong Pertumbuhan UMKM Secara Signifikan

Dari hasil survei terhadap 2.928 responden penerima pinjaman BRI, tercatat bahwa mayoritas atau 66,2% debitur mengalami pertumbuhan omzet setelah memperoleh pembiayaan.

Diterbitkan 11 November 2025, 09:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui riset yang dilakukan oleh BRI Research Institute bertajuk “Survei Efektivitas KUR dan Beban Biaya UMKM” menunjukkan bahwa pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan omzet pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), bahkan hingga mencapai level double digit.

Dari hasil survei terhadap 2.928 responden penerima pinjaman BRI, tercatat bahwa mayoritas atau 66,2% debitur mengalami pertumbuhan omzet setelah memperoleh pembiayaan. Dari kelompok tersebut, sebanyak 45,9% menyebutkan kenaikan omzet berada di kisaran 5%–15%.

Data riset tersebut juga memperlihatkan bahwa kegiatan usaha UMKM terus menunjukkan perbaikan seiring dengan meningkatnya akses terhadap pembiayaan produktif. Berdasarkan jenis pinjaman, kenaikan omzet paling tinggi terjadi pada segmen Komersial Kecil dan KUR Kecil. Secara keseluruhan, lebih banyak debitur KUR (69,7%) yang mencatat peningkatan omzet dibandingkan debitur kredit komersial (59,1%).

Tak hanya pada pinjaman berjalan, dampak positif KUR juga terlihat dari periode pembiayaan sebelumnya. Sebanyak 65,3% responden mengaku omzetnya naik setelah memperoleh pinjaman pertama, dan 64,1% menyatakan hal yang sama pada pinjaman kedua. Konsistensi ini menjadi bukti bahwa program KUR masih sangat efektif dalam menumbuhkan usaha serta memperkuat sektor produktif masyarakat.

Komitmen BRI Dukung Asta Cita

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa melalui penyaluran KUR, BRI menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan Asta Cita, khususnya pada pilar meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas serta mendorong kewirausahaan. Akses KUR yang mudah dan cepat juga memberikan rasa aman bagi pelaku usaha mikro untuk terus mengembangkan bisnis dengan memanfaatkan fasilitas pembiayaan berbunga rendah.

Adapun, KUR merupakan program pemerintah untuk meningkatkan akses pembiayaan kepada UMKM. Sumber dana KUR 100% berasal dari sumber dana bank, sedangkan sebagian porsi bunga yang harus dibayar oleh nasabah mendapat subsidi dari pemerintah.

“Sebagai bank penyalur KUR terbesar di Indonesia, selain berperan dalam memperluas akses pembiayaan, BRI juga membantu UMKM tumbuh lebih tangguh, naik kelas dan berdaya saing di pasar. Peningkatan omzet yang dicapai para debitur menjadi bukti bahwa inklusi keuangan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi grassroot,” ujar Akhmad.

Kinerja positif ini semakin menegaskan peran BRI sebagai agent of development yang konsisten mendukung pemberdayaan ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan nasional melalui sektor UMKM.

Sebagai informasi, hingga Oktober 2025, BRI berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp147,2 triliun kepada 3,2 juta debitur. Realisasi tersebut setara dengan 83,2% dari total alokasi KUR BRI tahun 2025 sebesar Rp177 triliun, dimana angka ini meningkat dari alokasi awal sebesar Rp175 triliun seiring tingginya permintaan pembiayaan produktif dari pelaku usaha kecil di seluruh Indonesia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6