Perjalanan Hidup Zhong Shanshan, Tukang Bangunan yang Kini Punya Harta Rp 1.257 Triliun

Dari tukang bangunan jadi miliarder, kisah Zhong Shanshan pendiri Nongfu Spring ini inspiratif. Kini ia jadi orang terkaya di Tiongkok dengan harta Rp 1.257 triliun.

Diterbitkan 30 Oktober 2025, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kisah hidup Zhong Shanshan layak disebut sebagai salah satu cerita paling inspiratif di dunia bisnis modern. Pria kelahiran Hangzhou, China ini memulai hidup dari bawah.

Ia pernah putus sekolah dan bekerja sebagai tukang bangunan demi bertahan hidup. Kini, ia menjelma menjadi orang terkaya di China dengan kekayaan mencapai USD 76,2 miliar atau sekitar Rp 1.257 triliun (estimasi kurs Rp 16.540 per USD).

Namanya kembali menjadi sorotan setelah Hurun Research Institute merilis Daftar Orang Terkaya Tiongkok 2025 pada Selasa (29/10/2025).

Dalam laporan yang dirilis di Shanghai itu, Zhong kembali menempati posisi puncak selama empat tahun berturut-turut, mengalahkan nama-nama besar seperti Jack Ma (Alibaba), Lei Jun (Xiaomi), dan Wan Ning (Pop Mart).

“Laporan tahun ini menunjukkan daya saing dan inovasi ekonomi Tiongkok yang semakin kuat,” ujar Rupert Hoogewerf, pendiri sekaligus ketua Hurun Report, dikutip dari China Daily, Kamis (30/10/2025)

Awal Hidup Penuh Kesulitan

Zhong Shanshan lahir pada tahun 1954, di tengah situasi sosial dan politik yang penuh gejolak di bawah kepemimpinan Mao Zedong. Saat itu, Tiongkok tengah menjalani kampanye “Lompatan Jauh ke Depan” yang menyebabkan jutaan keluarga hidup dalam kemiskinan ekstrem.

Ketika masih duduk di bangku sekolah dasar, Zhong terpaksa putus sekolah akibat kondisi ekonomi keluarganya yang sulit. Ia kemudian bekerja sebagai pekerja konstruksi untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hidupnya penuh perjuangan dan rasa putus asa, namun di balik kerasnya hidup itu, semangat Zhong untuk memperbaiki nasib tidak pernah padam.

Pada tahun 1970-an, setelah beberapa kali gagal dalam ujian masuk perguruan tinggi, Zhong akhirnya berhasil diterima di Universitas Terbuka Zhejiang (ZOU). Di sana, ia belajar sambil bekerja dan mulai mengenal dunia jurnalistik.

Tahun 1984 menjadi titik awal perubahannya ketika ia bekerja sebagai wartawan di surat kabar Zhejiang Daily. Pekerjaan itu memberinya kesempatan untuk mewawancarai banyak pengusaha sukses. Dari sanalah benih keinginan untuk menjadi pengusaha besar mulai tumbuh dalam dirinya.

Zhong Shanshan Gagal Berkali-Kali, Tapi Tak Pernah Menyerah

Setelah meninggalkan dunia jurnalistik, Zhong pindah ke Pulau Hainan pada tahun 1988 untuk memulai bisnis kecil-kecilan. Ia mencoba peruntungan dengan budidaya jamur, udang, dan penyu laut, namun semua usahanya berakhir gagal.

Tak menyerah, Zhong kembali bekerja sebagai sales di perusahaan minuman Wahaha. Dari situ, ia belajar banyak tentang strategi pemasaran dan perilaku konsumen. Ia juga sempat menjual suplemen kesehatan secara mandiri untuk menambah penghasilan.

Kegagalan demi kegagalan justru membentuk mental baja dalam dirinya. Ia menyadari bahwa kunci keberhasilan bukan sekadar ide, melainkan ketekunan dan kemampuan membaca peluang.

Lahirnya Nongfu Spring, Titik Balik Kehidupan

Tahun 1996 menjadi babak baru dalam hidupnya. Zhong mendirikan perusahaan minuman Nongfu Spring, yang kelak mengubah nasibnya. Pada masa itu, air minum dalam kemasan di Tiongkok umumnya berupa air suling yang telah dihilangkan mineral alaminya.

Namun Zhong mengambil langkah berani dengan memasarkan air alami yang tetap mengandung mineral, sambil mengusung slogan sederhana: “Kami tidak memproduksi air, kami hanya memindahkannya dari alam.”

Keputusan ini terbukti jitu. Dalam waktu singkat, Nongfu Spring menjadi merek favorit masyarakat China. Gaya pemasarannya yang menekankan kemurnian dan kualitas air alami membuat produk ini menonjol dibandingkan kompetitor.

Kini, Nongfu Spring telah menjadi produsen air minum dalam kemasan terbesar di Tiongkok, dan salah satu perusahaan minuman paling berpengaruh di dunia. Menurut laporan EqualOcean, sejak 2012 hingga 2020, Nongfu Spring terus mempertahankan posisinya sebagai penjual minuman kemasan terpopuler di negara tersebut.

Tak berhenti di situ, Zhong juga memperluas bisnisnya dengan mengakuisisi Beijing Wantai Biological Pharmacy Enterprise, perusahaan farmasi yang fokus pada riset vaksin dan produk kesehatan.

Kekayaan Zhong Shanshan Melonjak Setelah IPO

Kesuksesan Zhong semakin tak terbendung setelah Nongfu Spring melantai di bursa saham Hong Kong pada September 2020. Penawaran saham perdana (IPO) itu membuat nilai perusahaannya meroket dan langsung menjadikannya miliarder.

Dengan kepemilikan saham sebesar 84,5% di Nongfu Spring dan 73% di Wantai Pharmacy, kekayaan Zhong melonjak dari USD 18,9 miliar menjadi lebih dari USD 50 miliar dalam waktu singkat, berdasarkan Bloomberg Billionaires Index.

Bahkan pada tahun 2021, ia sempat menyalip Mukesh Ambani sebagai orang terkaya di Asia. Hingga kini, ia masih menduduki posisi teratas daftar miliarder China dengan kekayaan mencapai USD 76,2 miliar.

Sosok Serigala Penyendiri

Meski sukses besar, Zhong dikenal sebagai pribadi yang sangat tertutup. Ia jarang muncul di depan publik dan hampir tidak pernah menghadiri acara bisnis besar. Karena sikapnya itu, media Tiongkok menjulukinya sebagai “Lone Wolf” atau Serigala Penyendiri.

Menurut Rupert Hoogewerf dari Hurun Report dalam wawancaranya dengan CNN, Zhong lebih memilih fokus pada bisnisnya daripada mencari perhatian publik. “Ia bukan tipe pengusaha yang suka tampil. Ia hanya menjalankan bisnisnya sendiri,” ujarnya.

Berbeda dengan miliarder lain yang hidup bergelimang kemewahan, Zhong memilih tinggal sederhana di apartemen kecil di Distrik Xihu, Hangzhou. Ia juga dikenal enggan berinvestasi di luar negeri dan lebih memilih membangun perusahaan dalam negeri dengan prinsip efisiensi dan keberlanjutan.

 

 

Dari Kuli Bangunan Jadi Inspirasi Dunia

Perjalanan hidup Zhong Shanshan adalah simbol ketekunan dan semangat pantang menyerah. Dari seorang pekerja kasar tanpa pendidikan tinggi, ia membuktikan bahwa kesuksesan bisa diraih siapa pun yang mau bekerja keras dan berani mengambil risiko.

Kisahnya menjadi inspirasi bagi jutaan orang, khususnya mereka yang merasa gagal atau kehilangan arah hidup. Zhong membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai kembali dan setiap kegagalan bisa menjadi pijakan menuju keberhasilan.

“Dari pekerja konstruksi menjadi miliarder” bukan sekadar kisah sukses — melainkan pelajaran berharga bahwa impian besar selalu dimulai dari langkah kecil, dan kerja keras yang konsisten mampu mengubah nasib siapa pun.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6