UMKM Naik Kelas, 30 Wirausaha Sosial ASEAN Dapat Dana Hibah Ratusan Juta Rupiah

Dampak Positif meluas! Simak kisah 30 wirausaha sosial dari ASEAN yang diperkuat melalui program SEDP 4.0, didukung penuh oleh TikTok dan SAP.

Diterbitkan 23 Oktober 2025, 18:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Upaya untuk mendorong pertumbuhan wirausaha sosial di Asia Tenggara mencapai puncaknya. ASEAN Foundation, didukung penuh oleh TikTok dan SAP, sukses menggelar ASEAN Social Enterprise Development Programme 4.0 (ASEAN SEDP 4.0) Regional Workshop di Bangkok pada 20–22 Oktober 2025.

Acara bergengsi ini menjadi penutup fase keempat program pemberdayaan bagi 30 wirausaha sosial terpilih dari seluruh kawasan. Mengusung tema “Empowering Social Enterprises to Drive Meaningful Change in ASEAN,” workshop ini bertujuan memperluas dampak positif dan membawa perubahan nyata bagi masyarakat.

Executive Director ASEAN Foundation, Dr. Piti Srisangnam menegaskan pentingnya program ini.

“ASEAN SEDP 4.0 bukan hanya program pendanaan, tetapi juga wadah untuk membekali wirausahawan sosial dengan keterampilan, koneksi, dan kepercayaan diri untuk mewujudkan ide-ide besar menjadi dampak nyata,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (23/10/2025).

Pada tahun 2025, program ini menerima 371 pendaftar, dan Indonesia kembali menunjukkan taji dengan menjadi negara penyumbang peserta terbanyak, yaitu 11 wirausaha sosial. Mereka bergerak di berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, pengelolaan sampah, pertanian, hingga ekonomi sirkular.

Selama program, para peserta telah menyelesaikan 16 sesi pelatihan virtual dan menerima bimbingan intensif dari mentor industri dan SAP. Total dana hibah (seed grant) yang disalurkan mencapai USD 51.300 untuk 27 wirausaha sosial.

 

Sinergi TikTok dan SAP Kuatkan Visi Wirausaha Sosial ASEAN

Keberhasilan ASEAN SEDP 4.0 tak lepas dari peran dan komitmen kuat para mitra utama, yakni TikTok dan SAP, dalam mendukung visi pemberdayaan wirausaha sosial.

Ara Yoo, Global Head of Social Impact TikTok, mengungkapkan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk menyediakan ruang yang dinamis bagi para pengusaha ini. “Kami berkomitmen menyediakan platform dinamis yang memungkinkan wirausaha sosial terhubung dengan komunitas yang lebih luas dan memperkuat misi mereka dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat,” jelas Ara Yoo.

Dukungan teknologi juga menjadi kunci. Kulwipa Piyawattanametha, Managing Director SAP Indochina, percaya bahwa teknologi akan memberikan hasil terbaik bila dipadukan dengan semangat para wirausaha sosial.

“Kami bangga dapat menyediakan alat dan pendampingan untuk membantu mereka mengubah ide berani menjadi dampak berkelanjutan,” tambahnya. Selama empat tahun terakhir, SAP secara total telah mengerahkan 96 mentor untuk membimbing peserta program, menunjukkan dedikasi mendalam terhadap pengembangan talenta wirausaha sosial di Asia Tenggara.

 

Kiprah Wirausaha Indonesia: Dari Skincare hingga Ekonomi Sirkular 

Partisipasi Indonesia dalam ASEAN SEDP 4.0 patut diacungi jempol. Sebanyak 11 wirausaha sosial dari Tanah Air bergerak di berbagai sektor inovatif, mencakup pengelolaan sampah (Duitin), seni dan budaya, pertanian, perawatan kulit berkelanjutan (Yagi Forest Skincare), hingga energi terbarukan dan ekonomi sirkular (su-re.co dan WEWAW).

Beberapa delegasi Indonesia ini bahkan berhasil meraih posisi terbaik dalam Demo Day. Mereka mendapatkan total hibah sebesar USD 21.000 untuk melaksanakan proyek-proyek mereka mulai September hingga November 2025.

Dalam pidato utamanya, Wittawat Lamsam, Chair of the ASEAN Coordinating Committee on Micro, Small and Medium Enterprises (ACCMSME), menyoroti peran strategis ASEAN SEDP. Menurutnya, program ini vital dalam memberdayakan UMKM dan wirausaha sosial melalui pendampingan, hibah, dan pelatihan guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di kawasan.

Secara keseluruhan, sejak diluncurkan, ASEAN SEDP telah mendukung 100 wirausaha sosial, memberdayakan 401 pengusaha—di mana lebih dari dua pertiganya adalah perempuan—serta memberikan dampak positif bagi lebih dari 4,7 juta orang.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6