Kristalin Kantongi Investasi USD 55 Juta dari Dubai di TEI 2025

Kristalin Group Raih Investasi USD 55 Juta dari Dubai di Trade Expo Indonesia 2025

Diterbitkan 20 Oktober 2025, 12:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kristalin Group berhasil menarik perhatian internasional dengan mengamankan komitmen investasi senilai USD 55 juta atau sekitar Rp 912 miliar (kurs 16.582 per USD) dari dua perusahaan asal Dubai dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang. Investasi ini dialokasikan untuk pengembangan konsesi tambang emas seluas 3.500 hektar milik Kristalin Group di Nabire, Papua Tengah.

Investasi tersebut dituangkan melalui penandatanganan dua Memorandum of Understanding (MoU) bersama yaout dengan SMART IoT LLC (Dubai) senilai USD 35 juta dan Lobo Investment LLC (Dubai)senilai USD 20 juta

“Kita tidak hanya membangun proyek tambang, tetapi membangun kepercayaan dan ekosistem investasi berbasis teknologi antara Indonesia dan UEA,” ujar Presiden Direktur PT Kristalin Eka Lestari Andito Prasetyowan, Senin (20/10/2025).

Teknologi Blockchain & Skema Investasi Syariah

Yang membedakan proyek ini adalah penerapan teknologi blockchain yang sesuai prinsip Syariah. Kristalin Group akan mengimplementasikan Tokenisasi Aset Riil (Real-World Asset/RWA) untuk kepemilikan emas secara digital. Kemudian smart contract untuk pembagian hasil yang transparan dan otomatis

Selanjutnya, Blockchain tracking system untuk pencatatan produksi, kepemilikan, hingga distribusi emas secara real-time Model ini memastikan investasi berlangsung transparan, aman, dan memenuhi kaidah keuangan Islam.

“Dubai adalah pusat keuangan yang ideal untuk investasi lintas negara berbasis blockchain dan sesuai prinsip Syariah," kata CEO Kristalin Digital Dubai  Ronald Rigen Tambunan.,

Pengembangan tambang emas di Nabire akan dilakukan bertahap: eksplorasi, pembangunan infrastruktur, produksi, tokenisasi aset, hingga ekspor. Proyek ini diharapkan mendorong lapangan kerja, memberdayakan masyarakat lokal, serta membawa Indonesia menjadi contoh global dalam tata kelola tambang yang transparan dan berkelanjutan.

 

 

Trade Expo Indonesia ke-40 Resmi Digelar, Kumpulkan 8.045 Buyer dari 130 Negara

Sebelumnya, Trade Expo Indonesia ke-40, resmi digelar di ICE BSD Kabupaten Tangerang, hingga 19 Oktober 2025. Sebanyak 8.045 buyer dari 130 negara bergabung dalam pameran perdagangan terbesar di Indonesia ini.

"Untuk tahun ini angka partisipan Trade Expo Indonesia luar biasa tinggi. Ada 1.619 peserta yang berpartisipasi. Kami juga mencatat, ada 8.045 buyer yang terdaftar dari 130 negara yang juga sudah bergabung,"ungkap Menteri Perdagangan Budi Santoso, dalam kesempatan pembukaan Trade Expo Indonesia ke-40, Rabu (15/10/2025).

Pameran ekspor impor yang mempertemukan langsung antara penjual dan pembeli, pengusaha Indonesia dengan pembeli luar negeri itu, sangat ditunggu-tunggu.

Para buyer dari luar negeri menunggu berbagai inovasi produk unggulan Indonesia, yang bisa mereka bawa dan perjual belikan di negaranya.

"Jadi wajar, bila trade expo ini momen ditunggu-tunggu tiap tahunnya, bukan hanya bagi pelaku pengusaha nasional, tapi juga ribuan buyer dari seluruh dunia," tutur Budi Santoso.

 

Target Transaksi

Untuk itu, Menteri Pedagangan menargetkan, pada gelaran Trade Expo Indonesia ke-40 ini, capaian transaksi sebesar USD 16,5 miliar. Jumlah tersebut meningkat USD 2 miliar bila dibandingkan dengan gelaran serupa pada tahun lalu.

"Diharapkan, Trade Expo bisa jadi peningkatan distribusi ekspor impor dalam negeri," katanya.

Pada kesempatan itu juga, pemerintah memberikan penghargaan terhadap berbagai pihak, mulai dari pengusaha dalam negeri selaku eksportir terbaik, kepala daerah terbaik yang mendukung peningkatan ekspor pelaku usahanya, hingga penghargaan untuk buyer di luar negeri yang mendukung produk terbaik dalam negeri.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6