Pelindo Tanam 215.200 Bibit Mangrove di 9 Lokasi Pesisir Indonesia

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menanam 215.200 bibit mangrove di sembilan lokasi pesisir Indonesia

Diterbitkan 24 September 2025, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menanam 215.200 bibit mangrove di sembilan lokasi pesisir Indonesia. Program ini tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan komitmen lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi ratusan warga pesisir yang sejalan dengan konsep Pelabuhan Hijau atau Green Port.

Program yang bertepatan dengan Hari Maritim Nasional ini dilakukan serentak oleh Pelindo Group, dengan total luas lahan rehabilitasi mencapai 134,5 hektare. Dari perhitungan teknis, mangrove yang ditanam berpotensi menyerap emisi hingga ribuan ton CO2.

Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono menegaskan, program ini merupakan kelanjutan dari komitmen perusahaan yang telah berjalan beberapa tahun terakhir, dengan fokus pada pelestarian ekosistem pesisir melalui pemberdayaan masyarakat.

Mengusung semangat “Pelabuhan Hijau, Masyarakat Sejahtera”, Pelindo melaksanakan rehabilitasi mangrove secara berkelanjutan sebagai bentuk dukungan terhadap target nasional restorasi mangrove, sekaligus memastikan keterlibatan aktif masyarakat lokal.

“Kami ingin TJSL Pelindo tidak hanya menjadi kegiatan simbolik. Melalui program rehabilitasi mangrove, kami berharap dapat memperkuat ekosistem pesisir sekaligus berkontribusi dalam penurunan emisi, mewujudkan Pelabuhan Hijau serta memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat lokal,” ujar Arif dalam keterangannya, Rabu (24/9/2025).

Arif menambahkan, mangrove harus dipandang sebagai investasi sosial. Dari ekowisata, produk olahan hasil laut, sampai peluang usaha bagi kelompok tani lokal, semua bisa lahir dari mangrove yang sehat.

 

Libatkan 17 Kelompok Tani

Dalam program rehabilitasi ini Pelindo melibatkan 17 kelompok tani dan ratusan warga pesisir. Warga tidak hanya menanam, tetapi juga diberdayakan merawat bibit hingga tumbuh optimal.

“Pelibatan warga ini penting agar program tidak berhenti pada seremoni. Mereka harus merasakan manfaat langsung,” lanjut Arif.

Selain memberi manfaat lansung, program ini juga memperkuat posisi Pelindo sebagai operator pelabuhan yang terhubung dengan ekosistem pesisir.

Pemerintah menargetkan rehabilitasi 600 ribu hektare mangrove selesai pada 2029. Dengan kontribusi ratusan hektar tahun ini, Pelindo berharap bisa menjadi katalis percepatan target tersebut.

Pelindo Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris, Hapus Jabatan Wakil Dirut

Sebelumnya, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo merombak susunan direksi dan komisaris untuk sejumlah posisi. 

Perombakan ini merujuk kepada salinan Keputusan Menteri BUMN dan Direktur Utama Perusahaan Perseroan (Persero) PT Danantara Asset Management Selaku Para Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia Nomor: SK-265/MBU/09/2025 dan SK.060/DI-DAM/DO/2025 Tanggal 19 September 2025, tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota Dewan Komisaris Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia.

Mengutip keterbukaan informasi, Senin (22/9/2025), terhitung 19 September 2025 masa jabatan atas nama Hambra sebagai Wakil Direktur Utama Pelindo dan Andus Winarno sebagai Dewan Komisaris Pelindo telah berakhir.

 

Nomenklatur Jabatan

Adapun nomenklatur jabatan anggota-anggota direksi perusahaan turut mengalami perubahan. Sehingga posisi Wakil Direktur Utama Pelindo dihapus. 

Pelindo pun melakukan pengalihan penugasan untuk beberapa posisi direksi. Semisal Putut Sri Muljanto dari Direktur Pengelola menjadi Direktur Operasi, Drajat Sulistiyo dari Direktur Strategi menjadi Direktur Komersial, dan Boy Robyanto dari Direktur Investasi menjadi Direktur Manajemen Risiko.  

Beberapa nama baru pun masuk dalam susunan direksi Pelindo, yakni Bachtiar Soeria Atmadja sebagai Direktur Keuangan, Hosadi Apriza Putra sebagai Direktur Pengembangan Usaha, dan Muhammad Suriawan Wakan sebagai Direktur Teknik. Perseroan turut mengangkat Arief Poyyuono dan Ilhamsyah sebagai komisaris baru.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6