Prabowo Naikkan Kuota Rumah Subsidi, Maruarar Luncurkan KUR Perumahan Rp 130 Triliun

Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri PKP Maruarar Sirait untuk membahas percepatan rumah subsidi. Maruarar juga memperkenalkan terobosan KUR perumahan senilai Rp130 triliun.

Diperbarui 16 September 2025, 09:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dipanggil oleh Presiden Prabowo Subianto ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (15/9/2025). Pertemuan tersebut membahas percepatan penyediaan rumah subsidi yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintah.

“Pertama, kami sampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang sangat concern kepada perumahan. Buktinya tahun ini kuota rumah subsidi dinaikkan secara signifikan dari 220 ribu menjadi 350 ribu unit,” ujar Maruarar.

Dalam laporannya, Maruarar menyebut progres realisasi rumah subsidi sepanjang 2025 menunjukkan hasil positif. Hingga 15 September 2025, tercatat 175.662 unit sudah diserahkan, sementara 45 ribu unit lainnya dalam proses pembangunan, ready stock, maupun akad kredit.

“Jadi totalnya 221.047,” tegasnya.

Maruarar juga memaparkan terobosan baru berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus sektor perumahan dengan total plafon Rp 130 triliun. Program ini untuk pertama kalinya mengarahkan KUR guna mendukung pembiayaan rumah rakyat, baik dari sisi suplai maupun permintaan.

“Dari segi suplai ada Rp 117 triliun. Itu bisa dimanfaatkan kontraktor, developer, dan toko bangunan dengan bunga hanya 6 persen karena disubsidi 5 persen,” jelasnya.

Tak hanya itu, KUR juga menyasar sisi permintaan, terutama bagi pelaku usaha mikro yang memanfaatkan rumahnya untuk usaha. “Misalnya homestay, rumah makan, atau warung. Untuk UMKM, bunganya hanya 6 persen dengan plafon sampai Rp500 juta,” kata Maruarar.

Ia menambahkan, program ini merupakan hasil koordinasi lintas kementerian sesuai arahan Presiden Prabowo.

“Sejak Indonesia merdeka, belum pernah ada KUR perumahan. Ini terobosan besar, sekaligus langkah nyata melawan praktik rentenir,” pungkasnya.

Menteri Ara Tak Segan Penjarakan Koruptor KUR Perumahan

Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, mengingatkan adanya risiko besar penyalahgunaan dana dalam program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.

Menurutnya, kasus korupsi di bidang KUR sudah pernah terjadi dan pelakunya sudah ditangkap. Hal ini menjadi pelajaran penting agar KUR Perumahan tidak mengalami nasib serupa.

"KUR ini, terus terang, ada juga orang yang melakukan korupsi di bidang KUR dan sudah ditangkap," kata Maruarar dalam acara Sosialisasi Kredit Program Perumahan bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Jakarta, Minggu (7/9/2025).

Pria yang akrab disapa Ara ini menjelaskan, KUR Perumahan terbagi menjadi dua sisi, yaitu supply dan demand. Untuk sisi supply, yang terdiri dari kontraktor, pengembang, serta toko material, sudah disiapkan dana kredit sebesar Rp 117 triliun.

"KUR Perumahan dibagi dari segi supply. Supply itu buat kontraktor, developer, dan juga toko bangunan. Jumlahnya Rp 117 triliun. Besar sekali," ujarnya.

 

Jangan sampai Dirusak

Ara menegaskan bahwa program ini untuk rakyat, sehingga jangan sampai dirusak oleh kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Oleh karena itu, sejak awal pemerintah sudah menyiapkan langkah antisipatif agar penyalahgunaan bisa dicegah.

"Saya doain tidak ada anak HIPMI yang ditangkap karena korupsi KUR. Oh saya ngomong apa adanya aja. Saya enggak suka putar-putar. Karena pengusaha enggak semua benar. Ada yang benar, ada yang pura-pura benar, ada yang tidak benar. Sebaiknya yang enggak benar, jangan ikut," ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6