Liputan6.com, Jakarta - Kebanyakan orangtua melarang anaknya berbicara dengan orang asing. Padahal, kenyataannya, ketika dewasa keterampilan tersebut justru dibutuhkan agar mereka bisa menyesuaikan diri di tempat kerja.
Psikoterapis sekaligus penulis, pembawa acara podcast, dan pembicara, Esther Perel, menekankan kemampuan berkomunikasi dengan orang asing merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dikuasai Generasi Z sebelum memasuki dunia kerja.
"Berbicara dengan orang asing adalah improvisasi, spontanitas, kebetulan, kejutan, hal baru dan keterlibatan aktif dengan hal yang tidak diketahui,” ujar Perel dalam podcast A Bit of Optimism, seperti dikutip dari CNBC, Senin (15/9/2025).
Advertisement
Banyak orang menilai pekerja Gen Z sebagai alasan mengapa obrolan ringan di kantor semakin jarang. Di sisi lain, ada juga yang menilai mereka justru terlalu sering berbagi cerita pribadi dengan rekan kerja.
Gen Z juga dilaporkan memiliki tingkat kecemasan sosial lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya, sehingga membuat mereka kurang nyaman berbicara santai dengan orang asing.
Terus Berlatih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5327172/original/022655700_1756172568-Screenshot_2025-08-26_083356.jpg)
Padahal, menurut Perel, berani terlibat dengan hal-hal yang belum dikenal bisa membangun rasa percaya. Hal ini penting karena memasuki dunia kerja berarti berbicara dengan orang asing.
"Setiap pekerjaan pertama adalah serangkaian percakapan dengan orang asing tanpa mengetahui apa yang sebenarnya mereka inginkan dari Anda,” kata Perel.
Dengan berlatih berbicara dan membangun kepercayaan, kita bisa belajar berkomunikasi lebih baik sekaligus bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Kemampuan Bicara dengan Orang Asing Bisa Jadi Nilai Plus
Menurut Perel, cara terbaik untuk melatih kemampuan ini adalah dengan terus berlatih, meski pada awalnya terasa canggung atau tidak nyaman.
Advertisement
Terus Mencoba
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3286199/original/072526500_1604454799-krakenimages-376KN_ISplE-unsplash.jpg)
Cobalah meluangkan sedikit waktu dari rutinitas harian untuk melepaskan pandangan dari ponsel dan mulai berinteraksi dengan orang lain, misalnya ketika sedang mengantre di toko atau saat memesan kopi.
Wajar jika berbicara dengan orang asing terasa canggung. Esther Perel menekankan rasa tidak nyaman adalah “bagian dari kehidupan,” dan satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan terus mencoba hingga akhirnya menjadi kebiasaan.
Simon Sinek juga pernah menyarankan cara sederhana untuk membangun hubungan dengan rekan kerja baru, yaitu dengan meminta bantuan. Dia menilai, banyak orang salah paham karena mengira meminta bantuan menunjukkan kelemahan. Padahal, justru dengan diminta bantuan, orang lain cenderung merasa lebih dipercaya.
Ajukan Pertanyaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4877931/original/050815100_1719560595-fotor-ai-2024062814402.jpg)
Selain itu, ada banyak tips lain untuk meningkatkan kemampuan ngobrol ringan. Misalnya, mengajukan pertanyaan yang lebih dalam atau merespons dengan menambahkan informasi baru agar percakapan tetap mengalir.
Perel memperkirakan kemampuan bercakap akan menjadi semakin penting sebagai keunggulan kompetitif di era ketika AI berperan besar dalam interaksi di tempat kerja. Ia mencontohkan, seseorang bisa saja menggunakan chatbot AI untuk menuliskan permintaan maaf, tetapi hal itu tidak akan bermakna jika orang tersebut tidak benar-benar merasa menyesal atau berkomitmen mengubah cara mereka berhubungan dengan orang lain.
“Di situlah letak keunggulan kompetitifnya,” ujar Perel.
"Inilah hal yang sebenarnya sangat dibutuhkan orang untuk bisa saling mendukung.”
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481724/original/069742900_1769143528-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-23T110013.385.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7503211/original/044195200_1780275516-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-01T075745.914.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3882093/original/035898100_1751909145-IMG20250306191532.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4940763/original/078857600_1725937260-Ilustrasi_ngobrol__bicara__komunikasi__menyapa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5482261/original/017449400_1769169646-Timnas_Yordania-Kelme.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8290659/original/010335100_1782151822-063_2282792467.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260719/original/004737300_1781644637-000_B7BY7EB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8296460/original/082795500_1782159766-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4258833/original/075986400_1670866002-000_3339699.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261701/original/046985700_1781754821-000_B7GK8PT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8290686/original/071046700_1782151905-000_B7WZ2B3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262481/original/011971700_1781803398-Croatia_s_Luka_Modric.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261512/original/033497000_1781727509-063_2282087886.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541738/original/031041800_1774884084-PNM_SDM.jpeg)