IC-CEPA Dongkrak Perdagangan Indonesia-Chile hingga Ratusan Juta Dolar

Penerapan IC-CEPA terbukti membawa manfaat besar bagi Indonesia dan Chile. Dalam enam tahun, perdagangan kedua negara tumbuh rata-rata 10,5 persen dengan sektor otomotif hingga alas kaki jadi pendorong utama.

Diterbitkan 10 September 2025, 11:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penerapan Indonesia–Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA) terbukti membawa manfaat nyata bagi kedua negara. Perjanjian yang mulai berlaku sejak 10 Agustus 2019 ini mendorong pertumbuhan rata-rata perdagangan bilateral tahunan dari sekitar USD 304 juta sebelum perjanjian, menjadi USD 446 juta pada periode pasca-implementasi.

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti dalam Chile-Indonesia Trade Engagement Seminar bertajuk “Unlocking Opportunities & Building Synergies”, menegaskan pemanfaatan IC-CEPA oleh eksportir Indonesia terus menunjukkan kemajuan positif.

Hal ini tercermin dari peningkatan sebesar 48 persen dalam penerbitan sertifikat asal pada tahun 2024 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Produk otomotif, alas kaki, kertas, minyak sayur, dan mesin menjadi kontributor utama dalam pertumbuhan tersebut.

Pada awal tahun ini, Indonesia meresmikan langkah penting dengan meratifikasi protokol perdagangan dan jasa di bawah IC-CEPA. Langkah tersebut bukan sekadar kelanjutan, tetapi menandai babak baru dalam kemitraan ekonomi Indonesia-Chile.

“Protokol ini sendiri membuka peluang yang lebih luas di berbagai sektor seperti arsitektur, teknik, konstruksi, telekomunikasi, distribusi, pariwisata, konektivitas, dan pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Dyah Roro dikutip Rabu (10/9/2025).

Pertumbuhan Konsisten dalam Enam Tahun

Dalam enam tahun penerapannya, IC-CEPA menciptakan kondisi kondusif bagi perdagangan bilateral. Menteri Hubungan Ekonomi Internasional Chile, Claudia Sangueza, menyebut perdagangan kedua negara berhasil tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata 10,5 persen.

“Di Indonesia, sebagai negara dengan ekonomi terbesar di ASEAN sekaligus anggota pendiri organisasi ini, perannya sangat penting dalam proses kerja sama. Saat ini, Indonesia merupakan salah satu mitra dagang utama Chile di kawasan,” kata Claudia.

Ia menambahkan, Chile juga memiliki agenda kerja sama dengan negara lain, tetapi melihat potensi besar kolaborasi lebih jauh dengan Indonesia.

“Baru-baru ini, kami menjajaki kemungkinan tersebut dengan Wakil Menteri dan melihat bahwa kami dapat memperluas jangkauan perjanjian perdagangan kami ke bidang-bidang kerja sama yang penting bagi rakyat kami,” ujarnya.

 

Peran Kerja Sama ASEAN

Selain itu, Claudia menyoroti peran ASEAN sebagai kawasan dengan dinamika dan kapasitas integrasi yang tinggi. Menurutnya, ASEAN telah menjadi bagian penting dalam kerja sama regional maupun global.

“Bagi Chile, bekerja sama secara strategis dengan kawasan ini, khususnya dengan Indonesia, merupakan prioritas. Itulah sebabnya kami berada di sini,” ungkapnya.

Sebelumnya, Indonesia dan Chile telah menandatangani perjanjian bilateral IC-CEPA pada 14 Desember 2017. Perjanjian ini mulai diimplementasikan pada 10 Agustus 2019.

Untuk sektor jasa, kedua negara melanjutkan langkah kerja sama dengan penandatanganan perjanjian pada 21 November 2022.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6