Jadi Sumber Pasokan Listrik Jawa Madura dan Bali, PLTA Mrica Hadapi Ancaman

Kelestarian lingkungan di Waduk Mrica menjadi kunci untuk menjaga keberlangsungan PLTA Mrica.

Diterbitkan 30 Agustus 2025, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta PLN Indonesia Power (PLN IP) menghadapi tantangan dalam menjaga keberlangsungan operasional PLTA Mrica agar tetap andal dalam memasok listrik untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali (JAMALI), yaitu sedimentasi pada waduk yang airnya domanfaatkan untuk menggerakan turbin.

Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta mengatakan, Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu sebagai sumber utama air bagi PLTA Mrica saat ini menghadapi tantangan serius berupa erosi dan longsor di wilayah hulu.

"Hal ini berpotensi meningkatkan sedimentasi yang dapat mengganggu operasi pembangkit," kata kata Bernardus, Sabtu (30/8/2025).

Selama 45 tahun beroperasi, PLTA Mrica tidak hanya memainkan peran sebagai bagian dari tulang punggung energi bersih yang tidak hanya menghasilkan listrik ramah lingkungan di Indonesia, tapi juga memberikan manfaat sosial, ekonomi dan ekologis bagi warga Banjarnegara dan sekitarnya.

Dengan memiliki peran yang penting sebagai salah satu pemasok energi listrik andal untuk wilayah Jamali, tantangan tersebut harus diatasi.

 

 

Kelestarian Lingkungan

Bernadus mengungkapkan, kelestarian lingkungan di Waduk Mrica menjadi kunci untuk menjaga keberlangsungan PLTA Mrica. Untuk menjaga air waduk Merica tetap optimal menggerakan turbin PLTA Merica, PLN Indonesia Power melakukan konservasi DAS Serayu dan Reforestasi Hutan Desa Pekasiran di kawasan Telaga Dringo, Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara.

"Aksi dilakukan ini tidak hanya mendukung pelestarian ekosistem DAS Serayu, tetapi juga memperkuat fungsi strategis Waduk Mrica sebagai pengendali banjir dan infrastruktur energi bersih yaitu PLTA yang dikelola PLN IP UBP Mrica," ucapnya.

Melalui program konservasi dan reforestasi, PLN IP bersama pemerintah daerah dan masyarakat berupaya mengembalikan fungsi ekologis lahan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

 

Tahan Laju Erosi

Sebanyak 20.000 bibit pohon telah didistribusikan dan ditanam di area hulu DAS Serayu, terdiri dari 8.500 pohon puspa, 8.500 akasia decuren, 2.000 pohon aren, serta 1.000 pohon matoa. Penanaman ini diharapkan mampu menahan laju erosi, mengurangi potensi longsor, serta mengembalikan kualitas lingkungan di sekitar kawasan Telaga Dringo dan Hulu DAS Serayu.

Menurut Bernadus, PLN Indonesia Power berkomitmen dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Aksi ini tidak hanya mendukung pelestarian ekosistem DAS Serayu, tetapi juga memperkuat fungsi strategis Waduk Mrica sebagai pengendali banjir dan infrastruktur energi bersih yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Air UBP Mrica.

"Melalui program ini, PLN Indonesia Power menegaskan komitmennya dalam memastikan ketersediaan energi bersih, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta memberdayakan masyarakat demi masa depan yang lebih hijau dan sejahtera," imbuhnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6