Aksi Massa Tuntut Keadilan Ojol Korban Rantis Brimob di Kwitang, Jalanan Diblokir dan Perih Gas Air Mata

Gas air mata yang ditembakkan Brimob dibalas dengan petasan oleh para pengemudi ojol. Meskipun peristiwa itu telah berlalu, efek pedih dari gas air mata masih sangat terasa di kawasan tersebut.

Diterbitkan 29 Agustus 2025, 14:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Aksi demo para pengemudi ojek online (ojol) yang menuntut pertanggungjawaban atas insiden tewasnya rekan mereka akibat terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob pada Kamis (28/8/2025) malam, kini bergeser ke Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat.

Sejak Kamis malam, kumpulan mitra ojol dari berbagai perusahaan telah berkumpul di kolong flyover menuju Jalan Kramat Kwitang, menyerukan agar Brimob bertanggung jawab.

Fadil, seorang mitra driver Grab Indonesia, mengatakan bahwa ia dan rekan-rekannya telah menanti jawaban sejak tengah malam. "Ini sambil nunggu kawan (mitra driver ojol) yang dari Bandung, Cimahi dateng. Udah ada yang dateng sebagian, tapi ketahan di Otista gara-gara ada cepu. Pecah ini nanti abis Jumatan," ujarnya.

Ia menceritakan, sempat terjadi gesekan antara massa ojol dan Brimob pada Jumat dini hari. Gas air mata yang ditembakkan Brimob dibalas dengan petasan oleh para pengemudi ojol. Meskipun peristiwa itu telah berlalu, efek pedih dari gas air mata masih sangat terasa di kawasan tersebut.

 

Blokir Jalan dan Kondisi Terkini

Pada Jumat siang, sekelompok mitra ojol memblokir akses ke arah Mako Brimob Kwitang hingga Tugu Tani. Meski demikian, mereka tetap mengizinkan kendaraan yang datang dari arah Salemba untuk melanjutkan perjalanan menuju Jalan Gunung Sahari melalui flyover Pasar Senen.

Seorang petugas keamanan Museum Sumpah Pemuda membenarkan pemblokiran jalan dan kericuhan yang terjadi pada dini hari. "Iya, tadi sekitar jam 7.30 WIB. Sekarang lagi pada mediasi di Mako Brimob. Sekitar jam 10.30 WIB kerumunan sudah terurai untuk berpindah ke arah Mako Brimob," ungkapnya.

 

Ada Anak Sekolah

Petugas keamanan lain yang berjaga di salah satu restoran cepat saji di Kramat Raya menambahkan bahwa kericuhan sudah terjadi sejak Subuh.

"Itu ojol dan massa ngumpul di bawah jembatan dari malem. Jam 05.00 WIB sempet rame, ricuh. Enggak cuman ojol, ada massa lainnya juga," jelasnya.

Dari pantauan di lokasi, terlihat bahwa massa aksi tidak hanya terdiri dari pengemudi ojol berjaket hijau. Sebagian massa juga mengenakan pakaian bebas dengan atribut tertentu, dan bahkan ada sejumlah remaja yang memakai seragam sekolah.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6