Kemenhub Mau Bangun Bandara Atas Air di Raja Ampat, Pesawat Ini Bisa Mendarat

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah mengkaji pembangunan proyek bandar udara di atas air (water aerodrome) untuk pesawat amfibi (seaplane) di dua titik.

Diterbitkan 05 Agustus 2025, 20:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah mengkaji pembangunan proyek bandara di atas air (water aerodrome) untuk pesawat amfibi (seaplane) di dua titik, yakni di Sulawesi Selatan dan Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Direktur Navigasi Penerbangan Kemenhub Syamsu Rizal mengatakan, saat ini sudah ada seaplane yang beroperasi komersial di beberapa wilayah. Semisal yang dijalankan oleh Travira di Nusa Tenggara Barat (NTB), oleh Airfast di Pulau Bawah Kepulauan Riau, dan oleh Mission Aviation Fellowship (MAF) di Merauke, Papua Selatan.

Ke depan, Kemenhub tengah menjajaki studi untuk pembuatan dua bandara di atas air tambahan, yang berlokasi di Misool Selatan, Kabupaten Raja Ampat dan Sulawesi Selatan.

"Kita akan membuat dua water aerodrome. Kami melihat ada potensi di wilayah Papua Barat (Daya) dan juga Sulawesi Selatan. Dua-duanya dalam proses studi," kata Syamsu Rizal di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (5/8/2025).

Untuk itu, Kemenhub bakal memadukan dua regulasi yang berada di bawah Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara dan Ditjen Perhubungan Laut. Dengan harapan, dua pengoperasian baru seaplane tersebut bakal membuka rute di titik-titik lainnya.

"Jadi saat ini kami sedang dalam proses studi untuk dua lokasi. Mudah-mudahan akan diselesaikan di tahun ini. Atau paling tidak di dalam proses, dalam waktu rencana pembangunan jangka menengah nasional atau RPJMN 2025-2029," tuturnya.

 

 

 

Digagas Gubernur Sulsel

Usul pengoperasian seaplane ini sebelumnya telah digagas oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Ia mendorong pengembangan pesawat amfibi kepada Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi, untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat kepulauan di daerah itu.

Adik dari Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman ini mengatakan, Pemprov Sulsel tengah mengembangkan layanan seaplane atau pesawat amfibi yang bisa lepas landas dan mendarat di atas air itu untuk menghubungkan pulau-pulau di Sulawesi Selatan.

"Layanan ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat kepulauan, sekaligus membuka akses menuju destinasi wisata terpencil. Rencananya, pusat pendaratan seaplane akan ditempatkan di kawasan Center Point of Indonesia agar lebih dekat dengan pusat kota Makassar," ujarnya dikutip dari Antara.

 

 

Usul 2 Titik Bandara Perairan

Sebelumnya, Kepala Otoritas Bandar Udara V Makassar Asri Santosa mengatakan bandara perairan akan dibangun di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) dan Kabupaten Kepulauan Selayar. Kedua daerah di Sulsel itu memiliki banyak pulau-pulau yang membutuhkan akses transportasi lebih baik.

Sebab, kata dia, seaplane akan sangat berguna, terutama di daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh transportasi darat dan udara konvensional.

Sebagai pesawat jenis ini cocok digunakan mengangkut logistik ke pulau-pulau terpencil dan daerah pedalaman yang memiliki banyak danau serta sungai.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6