Liputan6.com, Jakarta - Harga emas kembali menunjukkan performa gemilang setelah data ketenagakerjaan AS mengecewakan dan isu perang dagang kembali memanas. Hal ini memicu ekspektasi tinggi di kalangan investor terhadap kemungkinan penurunan suku bunga oleh The Fed pada September.
Melansir Kitco News, Senin, (4/8/2025), setelah periode musim panas yang relatif tenang, pasar emas kembali bergairah. Harga logam mulia ini menutup pekan dengan menyentuh level resistance jangka pendek di kisaran USD 3.350 per ons, dan sentimen investor Wall Street terhadap emas pun memanas.
Dalam Survei Emas Mingguan Kitco News, para analis pasar menunjukkan optimisme tertinggi mereka terhadap pergerakan harga emas.
Advertisement
Perubahan sikap pelaku pasar ini terjadi cukup cepat. Pada awal pekan, harga emas justru sempat melemah menyusul rilis data ekonomi yang menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS mencapai 3% pada kuartal kedua. Namun, sejumlah ekonom menilai data Produk Domestik Bruto (PDB) tersebut masih rentan terhadap gejolak perdagangan global yang ekstrem.
Peluang Pemangkasan Suku Bunga
Pada Rabu, The Fed mempertahankan suku bunga acuan. Bahkan, Ketua Federal Reserve Jerome Powell sempat menyatakan pihaknya belum membuat keputusan apapun terkait September, merujuk pada potensi pemangkasan suku bunga.
Data Tenaga Kerja AS
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4826293/original/061766900_1715176240-fotor-ai-20240508204951.jpg)
Namun, pandangan tersebut dianggap sudah usang, terutama setelah data ketenagakerjaan AS Juli yang dirilis menjelang akhir pekan menunjukkan hasil yang jauh di bawah ekspektasi.
Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa hanya ada 73.000 lapangan kerja yang tercipta pada bulan Juli. Tidak hanya itu, revisi data sebelumnya menunjukkan penciptaan lapangan kerja untuk Mei dan Juni dipangkas hingga total 258.000. Dengan revisi ini, ternyata hanya 14.000 pekerjaan baru pada Juni dan 19.000 pada Mei.
Menurut analis, data ini menjadi dasar kuat bahwa pasar tenaga kerja AS tidak sekuat yang sebelumnya dinyatakan oleh Ketua The Fed.
"Jelas pasar tenaga kerja di AS jauh dari solid seperti yang ditegaskan Ketua Fed Jerome Powell, dan data ketenagakerjaan pemerintah hari ini merupakan salah satu ilustrasinya," ujar Presiden Adrian Day Asset Management, Adrian Day,.
Advertisement
Analis Pasar Kompak: Tidak Ada yang Pesimis terhadap Emas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
Dalam survei terbaru Kitco News, dari 17 analis pasar yang disurvei, tidak satu pun yang menunjukkan pandangan negatif terhadap emas.
Meski demikian, analis David Morrison memilih sikap netral. Ia menyebut bahwa meskipun data tenaga kerja mendukung penguatan harga emas, namun harga masih tertahan dalam kisaran tertentu.
"Meskipun terjadi pergerakan hari ini, emas masih berada dalam kisaran harga, dan kemungkinan akan membutuhkan periode 'back and fill' sebelum memiliki momentum untuk menembus di atas USD 3.400 lagi apalagi mempertahankan level ini saat terjadi pullback," ujarnya.
Namun, Morrison juga menggarisbawahi sinyal teknikal yang mendukung penguatan emas. Indikator momentum harian menunjukkan bahwa masih ada ruang bagi harga untuk naik.
Perang Dagang dan Tarif Impor Kian Panas, Emas Jadi Pilihan Safe Haven
Selain faktor data ekonomi, beberapa analis menyatakan bahwa emas tetap menjadi aset safe haven yang menarik. Apalagi, ketegangan perdagangan global meningkat setelah Presiden AS Donald Trump kembali memberlakukan tarif tinggi pada berbagai negara.
Meski AS sempat menyepakati tarif baru sebesar 15% untuk Jepang dan Eropa, negara lain justru menghadapi tarif yang jauh lebih tinggi: Kanada 35%, India 25%, Taiwan 20%, Afrika Selatan 30%, dan Swiss 39%.
Kurangi Ketergantungan Dolar AS
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723186/original/087016300_1705921832-fotor-ai-2024012218923.jpg)
Menurut Chris Vecchio, Kepala Strategi Berjangka dan Valas di Tastylive.com, hal ini bisa mendorong negara-negara untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan beralih ke emas sebagai aset moneter alternatif.
“Tarif berarti negara-negara akan melakukan lebih sedikit perdagangan dengan dolar AS, jadi saya perkirakan emas akan terus berkinerja baik karena dunia mencari aset moneter lain,” katanya.
Sementara itu, analis senior dari Barchart.com, Darin Newsom, menilai bahwa ketidakpastian geopolitik dan perang dagang akan terus membuat emas menarik sebagai aset perlindungan nilai.
Ia menambahkan, dari sisi teknikal, kontrak emas berjangka Desember telah menunjukkan pola tren naik jangka pendek sejak Jumat pagi. Hal ini juga bertepatan dengan dimulainya bulan baru dan ancaman tarif baru dari Gedung Putih.
“Apa yang akan terjadi? Tergantung pada bagaimana berita utama lainnya mengenai presiden berkembang. Jika berita memburuk di bidang lain, ancaman perdagangannya akan menjadi lebih aneh dalam upaya mengalihkan perhatian. Intinya adalah emas akan terus menemukan minat beli sebagai pasar safe haven,” katanya.
Proyeksi Harga Emas: Potensi Menuju USD 3.440
Direktur Pelaksana di Bannockburn Capital Markets, Marc Chandler menilai data ketenagakerjaan yang lemah dan potensi penurunan suku bunga akan menjadi katalis positif bagi harga emas.
“Data pekerjaan AS dan penurunan tajam suku bunga AS selanjutnya serta melemahnya dolar kemungkinan telah membantu menempatkan emas pada posisi terendah. Pergerakan di atas USD 3.375 akan menargetkan ulang area USD 3.440. Pasar lebih yakin akan penurunan suku bunga di bulan September dan penurunan suku bunga lagi di kuartal keempat,” jelasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4995048/original/088256300_1730975735-Infografis_SQ_Efek_Donald_Trump_Menang_Pilpres_AS_ke_Perekonomian_Global.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568076/original/025738900_1777349129-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-28T110443.057.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308503/original/024029000_1785145244-prasetyo_hadi__pensiunan_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5288151/original/067339000_1752895807-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308316/original/080408800_1785136454-cek_fakta_-_penggerak_HAM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4474625/original/005217800_1687306893-aesthetic-wallpaper-with-gold-bars.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2375574/original/030742400_1538739776-20181005-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463382/original/056596000_1767610256-WhatsApp_Image_2026-01-05_at_10.42.50.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013697/original/070218700_1651632437-000_329D9UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4156437/original/071770600_1663062666-Emas1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172726/original/046657700_1594117380-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-1.jpg)