DHE SDA Naik, BI Catat Tambahan Valas USD 1 Miliar per Hari

Bank Indonesia (BI) mencatat suplai dari devisa hasil ekspor (DHE) membantu menjaga stabilitas.

Diterbitkan 24 Juli 2025, 17:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat adanya lonjakan signifikan dalam aktivitas penukaran Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) ke dalam rupiah.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea mengungkapkan, sejak kebijakan konversi diberlakukan, transaksi di pasar valuta asing mengalami peningkatan drastis.

"Yang kami amati. Di pasar itu memang sejak PP untuk ada transmisi. Sejak PP konversi itu diperbolehkan. Itu kita melihat on daily basis ya. Transaksi pasar valas itu nambah kira-kira 1 miliar US dollar nambahnya," kata Erwin dalam Taklimat Media di kantor Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (24/7/2025).

Ia menyebut, angka ini berasal dari eksportir besar yang secara konsisten menjual devisa mereka sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) terbaru.

"Memang banyak eksportir yang memang karena kebutuhan dan itu masuk dalam hal-hal yang diperbolehkan oleh PP yang membolehkan untuk konversi yang mereka melakukan penjualan. Dan dengan supply dari DHE ini, ini memang membantu upaya kita untuk menjaga stabilitas," ujar dia.

Kebijakan konversi yang memberikan fleksibilitas pada eksportir untuk menukar Devisa Hasil Ekspor (DHE) sesuai kebutuhan usaha, diyakini menjadi kunci peningkatan suplai dolar di pasar. Hal ini memberikan dampak positif terhadap stabilitas nilai tukar dan ketersediaan likuiditas dalam sistem keuangan. "Nambah satu miliar US lumayan. Dan memang kami amati itu beberapa eksportir besar melakukan penjualan," ujarnya.

 

 

Penguatan Rupiah Jadi Bukti Nyata Dampak Konversi DHE

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Firman Mochtar, menambahkan bahwa peningkatan konversi DHE ke rupiah berperan langsung dalam memperkuat nilai tukar.

"Jadi, duit yang diterima itu ditukarkan ke dalam rupiah. Kalau duitnya ditukarkan berarti ada tambahan suplai dollar. Kalau suplai dollarnya bertambah berarti nanti permintaan terhadap rupiahnya naik. Makanya itu yang mendorong mengapa kurs kita juga menguat," ujar Firman.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor pendorong penguatan kurs rupiah dalam beberapa waktu terakhir. Kebijakan konversi yang berlaku sejak 1 Maret 2024 dinilai efektif dalam menciptakan keseimbangan antara permintaan dan penawaran valas di pasar domestik.

BI Optimistis DHE Eksportir Akan Tetap Kuat Hingga Akhir Tahun

Menanggapi pertanyaan soal kemungkinan penurunan penempatan DHE akibat ketidakpastian global, BI menegaskan bahwa sejauh ini tidak terlihat kecenderungan negatif dari para eksportir.

Penempatan DHE oleh eksportir dinilai masih kuat dan berpotensi terus tumbuh. "Terkait dengan DHE  yang pasti adalah memang DHE ini masih tetap ada, masih tetap besar sesuai dengan prospek kekembangan ekspor. Bahkan yang menjadi perkembangan positif konversi dari DHE itu juga meningkat," ujar dia.

Hal ini menjadi sinyal positif bahwa pelaku usaha masih melihat Indonesia sebagai tempat yang stabil dan aman untuk aktivitas keuangan.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6