Dorong Kompetensi SDM, Perprindo Siap Perkuat Sinergi dengan Pemerintah

Perprindo berkomitmen memperluas kerja sama dengan pemerintah, membentuk LSP, dan memperkuat peran sebagai motor penggerak industri pendingin dan tata udara nasional yang ramah lingkungan.

Diterbitkan 18 Juli 2025, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepengurusan baru Perkumpulan Perusahaan Pendingin Refrigerasi Indonesia (Perprindo ) hasil Musyawarah Nasional (MUNAS) I menyatakan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah. Langkah ini tidak hanya ditujukan untuk membangun pasar dan industri mesin pendingin dalam negeri, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

“Berbarengan dengan penguatan, kami juga akan melakukan perluasan sinergi dengan berbagai instansi terkait dalam pemerintahan,” ujar Ketua Dewan Pembina Perprindo Darmadi Durianto, dalam keterangan tertulis, Jumat (18/7/2025).

Darmadi, yang juga menjabat sebagai anggota Komisi VI DPR RI, menegaskan bahwa sejak awal, PERPRINDO hadir untuk sejalan dengan langkah pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pengembangan industri pendingin nasional.

Forum ini juga mendapat perhatian besar dari pemerintah, terbukti dengan kehadiran perwakilan dari lima kementerian.

Beberapa tokoh yang hadir antara lain:

  • Wakil Menteri Tenaga Kerja, Immanuel Ebenezer
  • Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenperin, Ronggolawe Sahuri
  • Direktur Konservasi Energi Kementerian ESDM, Hendra Iswahyudi
  • Kepala Pokja Pengendalian Bahan Perusak Ozon KLHK, Bitul Zulhasni
  • Ketua Tim Kerja Peserta Didik Kemendikbudristek, Sulistio

Ketua Umum Perprindo terpilih untuk periode 2025–2030, Budi Mulia, menyebut dukungan lintas kementerian ini sangat strategis untuk memperluas kerja sama lintas sektor.

“Sinergi ini tak hanya terkait kebijakan industri dan perdagangan, tetapi juga mencakup peningkatan daya saing tenaga ahli, serta kontribusi terhadap target pemerintah dalam pencapaian net zero emission,” ujar Budi.

 

Siapkan LSP dan Kolaborasi Vokasi-Industri

Untuk mendorong peningkatan kompetensi di bidang refrigerasi dan tata udara, Perprindo berencana membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Tujuannya adalah memastikan bahwa tenaga teknis dan profesional di bidang ini memiliki standar kompetensi yang sesuai dengan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia).

“Pembentukan LSP ini akan mempercepat penguatan kompetensi nasional, dan menjadi bentuk dukungan nyata Perprindo terhadap kebijakan sertifikasi nasional,” tegas Budi.

Dalam waktu dekat, Perprindo juga akan bermitra dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memperkuat jembatan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri pendingin.

 

Organisasi yang Bergerak dan Berdampak

Perprindo juga menargetkan penguatan sinergi internal dengan seluruh anggota. Sekretaris Jenderal terpilih, Andy Arif Widjaja, menyebut akan dibentuk forum-forum diskusi dan kajian reguler guna membahas perkembangan pasar dan industri pendingin.

Lebih dari sekadar wadah pelaku industri, Perprindo ingin hadir sebagai motor penggerak perubahan yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan. Salah satu caranya adalah melalui program sosial bersama anggota yang menyasar edukasi dan aksi nyata di lapangan.

Dalam paparan program kerjanya, Budi Mulia menegaskan bahwa kehadiran Perprindo ke depan akan lebih menyentuh sektor strategis pembangunan nasional.

“Dengan perluasan sinergi bersama pemerintah dan penguatan internal organisasi, kami yakin Perprindo dapat mengambil peran lebih besar dalam pengembangan industri refrigerasi dan tata udara dalam negeri, sejalan dengan misi pembangunan Indonesia,” tutup Budi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6