Prediksi Harga Emas Hari Ini: Potensi Naik Terbuka Meski Dibayangi Perang Dagang

Harga emas dunia sempat terkoreksi di awal pekan, tapi sinyal teknikal masih menunjukkan potensi penguatan. Pasar menanti data inflasi AS dan perkembangan geopolitik untuk menentukan arah selanjutnya.

Diperbarui 15 Juli 2025, 10:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Harga emas dunia dibuka turun tipis sekitar 0,19% pada awal pekan ini, Senin (14/7/2025), menyusul memanasnya tensi perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dengan sejumlah mitra dagangnya. Ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump, termasuk rencana bea masuk atas tembaga, membuat investor berhati-hati dan sempat menekan permintaan emas sebagai aset safe haven.

Namun tekanan ini tidak bertahan lama. Pada Selasa pagi (15/7/2025), harga emas berhasil pulih dan menyentuh level USD 3.350, didorong oleh pernyataan Trump yang mengancam tarif 100% atas ekspor Rusia jika tak ada gencatan senjata dalam 50 hari. Ketidakpastian global ini kembali mengangkat daya tarik emas sebagai lindung nilai.

Sinyal Teknikal Masih Mengarah Naik

Analis Dupoin Futures Indonesia Andy Nugraha menjelaskan, tren jangka pendek emas masih bullish. Ia menjelaskan bahwa pola candlestick yang membentuk higher low dan higher high, serta moving average jangka pendek yang mulai menembus MA jangka menengah, menjadi tanda kuat tekanan beli masih mendominasi.

“Koreksi kemarin hanyalah fase konsolidasi. Jika tekanan beli bertahan, harga emas berpeluang menembus resistance berikutnya di USD 3.355,” ujarnya.

Sebaliknya, jika harga gagal mempertahankan momentum, maka support kuat berada di area $3.330, yang menjadi level kunci penentu arah pergerakan hari ini.

Data Inflasi Jadi Penentu Arah Selanjutnya

Fokus pasar hari ini juga tertuju pada rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk Juni, yang akan diumumkan malam ini. Proyeksi sementara menunjukkan inflasi tahunan naik ke 2,6% dari 2,4%, dengan inflasi inti tetap di 2,8%.

“Jika data inflasi lebih lemah dari ekspektasi, peluang The Fed memangkas suku bunga akan terbuka lebar. Ini tentu jadi kabar baik bagi harga emas,” kata Andy.

Namun, nada hati-hati dari pejabat The Fed bisa menjadi penahan. Ketua Fed Jerome Powell dan Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee menilai tarif dagang bisa memicu inflasi lanjutan, sehingga suku bunga kemungkinan tetap tinggi hingga akhir tahun.

 

Prediksi Pergerakan Harga Emas Hari Ini: USD 3.330USD 3.355

Dengan segala dinamika tersebut—ketegangan geopolitik, ketidakpastian kebijakan moneter, dan sentimen inflasi—harga emas hari ini diperkirakan bergerak dalam rentang USD 3.330 hingga USD 3.355.

Level ini akan menjadi acuan penting bagi para trader untuk menentukan posisi beli (buy) atau jual (sell), sambil terus memantau data inflasi dan kabar terbaru dari sektor perdagangan global.

Meskipun dibayangi oleh kekhawatiran tarif dan inflasi, arah teknikal emas masih menunjukkan potensi kenaikan jangka pendek.

Selama harga tetap bertahan di atas USD 3.330, prospek penguatan tetap terbuka. Pasar kini menunggu konfirmasi dari data ekonomi AS malam ini untuk menentukan langkah selanjutnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6