Limbah Serbuk Kayu Disulap jadi Biomassa Bahan Bakar PLTU Adipala

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat pasokan energi biomassa untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Adipala, dengan menggandeng masyarakat sekitar fasilitas ketenagalistrikan tersebut.

Diterbitkan 21 Mei 2025, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat pasokan energi biomassa untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Adipala, dengan menggandeng masyarakat sekitar fasilitas ketenagalistrikan tersebut.

Officer Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI Khalda Az Zahra mengatakan, PLTU Adipala saat ini menggunakan campuran biomassa sebesar 3-5% untuk mengurangi penggunaan batu bara.

Sebagian pasokan biomassa berasal dari limbah serbuk kayu industri sekitar. Namun, untuk memastikan keberlanjutan pasokan, PLN EPI mendorong penanaman tanaman energi oleh masyarakat secara mandiri.

"Pasokannya dikhawatirkan tidak sustain, karena itu kita create suplai biomassa dengan penanaman tanaman energi oleh masyarakat secara mandiri," kata Khalda, Rabu (20/5/2025).

Pengembangan ekosistem biomassa ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Dengan metode penanaman tumpang sari, petani dapat menghasilkan panen tanaman pangan. Selain itu, daun tanaman energi seperti Gamal dan Kaliandra dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Setiap kali panen, tanaman energi mampu menghasilkan 6-10 kg biomassa yang akan ditampung oleh BUMDes setempat, memberikan sumber pendapatan berkelanjutan bagi petani.

Fasilitas produksi biomassa yang dikelola BUMDes juga menyerap tenaga kerja lokal. Salah satunya adalah BUMDes Semar Keleng di Desa Keleng, Kecamatan Kesugihan, yang memiliki fasilitas produksi biomassa kepingan kayu berkapasitas 4 ton per hari dan mempekerjakan 20 pekerja.

 

Ekosistem Biomassa

PLN EPI bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) terus memperkuat ekosistem biomassa di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, guna mendukung program cofiring di PLTU Adipala. Langkah ini merupakan bagian dari upaya transisi energi nasional menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Sejak 2023, kolaborasi antara PLN EPI dan IPB telah mengembangkan lahan seluas 106 hektare di tiga kecamatan, yaitu Kawunganten, Jeruklegi, dan Kesugihan. Lahan tersebut ditanami sekitar 216.000 tanaman energi, terutama jenis Kaliandra dan Gamal, yang sebagian telah siap dipanen dan diolah menjadi biomassa.

 

Lahan Tanaman Energi

PLN EPI dan IPB berencana memperluas lahan tanaman energi sebesar 90 hektar lagi untuk meningkatkan produksi biomassa hingga 1.000-2.000 ton per bulan. Langkah ini diharapkan dapat memenuhi target pemanfaatan biomassa PLTU Adipala hingga 42.000 ton per tahun, yang berdampak pada penurunan emisi sebesar 48.531,47 ton COâ‚‚.

"Kami bersama PLN EPI menyiapkan transisi energi dengan pendekatan berbasis agroforestri. Tanaman energi ini bukan hanya menggantikan batu bara, tapi juga memberi nilai tambah bagi pangan dan ekonomi masyarakat", ujar Dosen Silvikultur IPB Andi Sukendro.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6