Harga Emas Dunia Pulih Hari Ini 19 Mei 2025, Tinggi Potensi Tembus USD 3.261

Dari sisi teknikal, analis Dupoin Futures Indonesia Andy Nugraha menyoroti bahwa kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average saat ini mulai menunjukkan kembali terbentuknya tren bullish pada emas.

Diperbarui 19 Mei 2025, 12:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia mengalami tekanan sepanjang pekan lalu dan mencatat penurunan mingguan lebih dari 4% pada hari Jumat (16/5/2025). Namun, pada awal pekan ini, harga emas mulai menunjukkan pemulihan.

Menurut analis Dupoin Futures Indonesia Andy Nugraha menjelaskan, penurunan ini disebabkan oleh pulihnya selera risiko pasar yang membuat investor cenderung beralih dari aset safe haven seperti emas ke aset berisiko yang menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi. Hingga akhir pekan, harga emas sempat menyentuh USD 3.187 setelah sebelumnya mencapai titik tertinggi harian di USD 3.252.

Di sesi Asia Senin (19/5/2025) pagi, emas diperdagangkan mendekati USD 3.230 per ons troy, mencerminkan peningkatan permintaan terhadap aset safe haven. Pemicu utama rebound ini adalah meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi dan fiskal Amerika Serikat (AS), terutama setelah Moody’s menurunkan peringkat kredit negara tersebut dari Aaa menjadi Aa1.

"Penurunan ini memperkuat kekhawatiran bahwa beban utang AS akan terus meningkat dalam beberapa dekade ke depan dengan rasio utang terhadap PDB diperkirakan melonjak menjadi 134% pada tahun 2035," jelas dia dalam keterangan tertulis, Senin (19/5/2025).

 

Analisis teknikal

Dari sisi teknikal, Andy Nugraha menyoroti bahwa kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average saat ini mulai menunjukkan kembali terbentuknya tren bullish pada emas. Meskipun demikian, hari ini harga emas diperkirakan akan menghadapi tantangan teknikal.

Menurut Andy, jika momentum kenaikan saat ini berlanjut, maka harga Emas berpotensi naik hingga ke kisaran USD 3.261. Namun, ada risiko reversal apabila harga gagal bertahan di atas level kunci saat ini. Jika terjadi pembalikan arah, maka support terdekat berada di kisaran USD 3.161.

Faktor lain yang turut mempengaruhi pergerakan harga emas adalah sejumlah perkembangan geopolitik dan data ekonomi. Optimisme pasar yang sempat muncul dari kesepakatan awal perdagangan antara AS dan China di mana kedua negara sepakat memangkas tarif—telah meredakan sebagian ketegangan global, mendorong investor untuk keluar dari emas.

Selain itu, prospek kesepakatan nuklir AS-Iran dan rencana pertemuan diplomatik antara Presiden Trump dan Presiden Putin juga memperkuat risk appetite investor.

 

Penurunan Bunga Fed

Namun, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tetap menjadi pendorong utama bagi harga emas dalam jangka menengah. Rangkaian data ekonomi AS yang mengecewakan, termasuk turunnya Indeks Sentimen Konsumen University of Michigan ke level terendah sejak Juni 2022, memperkuat harapan akan adanya pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut.

Para pelaku pasar kini memperkirakan peluang penurunan suku bunga lebih dari 55 basis poin dalam waktu dekat.

Dengan berbagai faktor tersebut, prediksi hari ini menunjukkan bahwa harga emas berada di persimpangan penting.

Rebound dari sisi teknikal masih memungkinkan, namun risiko koreksi lanjutan tetap terbuka jika tekanan pasar terhadap safe haven meningkat. Level support di USD 3.161 dan resistance di USD 3.261 akan menjadi area kunci yang perlu diperhatikan oleh para pelaku pasar untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6