UE Siapkan Serangan Balasan Tarif Impor Trump, Nilainya Fantastis

Komisi Uni Eropa telah menggelar konsultasi publik mengenai daftar barang impor AS yang berpotensi menjadi sasaran tindakan balasan tarif impor Trump.

Diperbarui 08 Mei 2025, 20:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Uni Eropa menyiapkan sejumlah langkah balasan atas penerapan tarif impor yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Bahkan kumpulan negara-negara Eropa tersebut sedang menyiapkan tarif impor tambahan senilai 95 miliar euro (Rp 1.770 triliun) sebagai tindakan balasan.

Badan Eksekutif Uni Eropa mengatakan akan memulai dispute menuntut kepada Organisasi Perdagangan Dunia atas kebijakan tarif impor "timbal balik" AS dan bea masuk bagi produk mobil dan suku cadangnya.

Melansir laman CNBC, Kamis (8/5/2025), Komisi Eropa juga mengatakan telah menggelar konsultasi publik mengenai daftar barang impor AS yang berpotensi menjadi sasaran tindakan balasan, jika kesepakatan perdagangan tidak tercapai dengan Washington.

Daftar tersebut mencakup produk impor AS senilai 95 miliar euro (USD 107,4 miliar), di berbagai produk industri dan pertanian. Daftar tersebut mencakup ratusan barang seperti unggas, biji-bijian, dan logam.

"UE memiliki pandangan tegas bahwa tarif [AS] ini secara terang-terangan melanggar aturan dasar WTO," kata Komisi Eropa dalam sebuah pernyataan.

Adapun dispute yang diajukan akan berbentuk pengajuan permintaan konsultasi secara resmi. “Tujuan UE adalah untuk menegaskan kembali bahwa aturan yang disepakati secara internasional itu penting, dan aturan ini tidak dapat diabaikan secara sepihak oleh anggota WTO mana pun, termasuk AS.”

 

 

Fokus Negosiasi

Komisaris Perdagangan Eropa Maros Sefcovic dalam konferensi pers mengatakan fokus utama UE adalah menegosiasikan kesepakatan untuk menghindari tarif timbal balik sebesar 20% dari Presiden Donald Trump atas semua produk impor AS dari blok tersebut.

Trump juga telah mengenakan tarif sebesar 25% atas semua kendaraan impor, yang akan berdampak pada banyak produsen mobil Eropa. Namun, dikatakan bahwa UE tetap bersiap untuk skenario apa pun.

Sementara Presiden EC Ursula von der Leyen memastikan, UE tetap berkomitmen penuh untuk menemukan hasil yang dinegosiasikan dengan AS. "Kami yakin ada kesepakatan bagus yang dapat dibuat untuk kepentingan konsumen dan bisnis di kedua sisi Atlantik,” jelas dia.

Ancaman Sebelumnya

Uni Eropa telah menghentikan serangkaian tindakan balasan awal yang disetujui oleh negara-negara anggota pada bulan April — sebagai tanggapan terhadap bea masuk AS sebesar 25% atas baja dan aluminium — sebagai jalan negosiasi.

Tindakan balasan tersebut, jika diterapkan, akan menargetkan barang-barang AS senilai sekitar 21 miliar euro (USD 24,1 miliar). Mulai dari produk pertanian hingga pakaian, terutama dengan tarif sebesar 25%.

Inggris akan menjadi negara pertama yang mencapai kesepakatan perdagangan dengan AS di tengah turbulensi tarif saat ini, dengan pengumuman yang dijadwalkan kamis waktu setempat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6