PT PP Mau Divestasi Anak Usaha, Target Rampung Juni 2025

Direktur Utama PT PP, Novel Arsyad mengatakan divestasi anak usaha sudah mulai diproses. Anak usaha di sektor Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) akan dilepas dalam waktu dekat.

Diterbitkan 30 April 2025, 21:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT PP (Persero) Tbk atau PTPP akan mendivestasikan sejumlah anak usaha yang tidak berkaitan dengan core business perusahaan. Targetnya, proses divestasi itu bisa selesai pada pertengahan 2024 mendatang.

Direktur Utama PT PP, Novel Arsyad mengatakan divestasi anak usaha sudah mulai diproses. Anak usaha di sektor Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) akan dilepas dalam waktu dekat.

"Divestasi sekarang sedang berproses. Jadi divestasi yang cukup signifikan kita ada di PP Infrastruktur yang bergerak di bidang SPAM. Ini sedang berjalan dan kita berharap di sekitar pertengahan tahun ini itu bisa diselesaikan. Di samping kita juga mendivest ada hotel," ungkap Novel dalam Konferensi Pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Di Kantor PT PP, Jakarta, Rabu (30/4/2025).

Dia menegaskan kembali langkah divestasi itu sejalan dengan rencana untuk memperbaiki arus kas perusahaan. Novel juga menerangkan sudah memetakan kinerja anak usahanya.

"Jadi langkah kami beberapa hal, baik dari sisi apakah itu didivestasi ataukah ada langkah dekonsolidasi dan juga mungkin juga likuidasi. Dan mana-mana saja yang harus kita kembangkan karena punya potensi yang cukup bagus ke depan," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Strategi Korporasi dan HCM, I Gede Upeksa menyampaikan divestasi anak usaha dilakukan agar perusahan fokus pada core business-nya. Harapannya hal itu bisa meningkatkan keuntungan dan mengurangi beban utang.

"Sehingga apa-apa bisnis kita yang tidak inline, tidak mendukung core itu akan kita divestasi. Tujuannya adalah satu mendapatkan profit, yang kedua untuk proceed dari divestasi itu untuk menurunkan beban debt kita," tuturnya.

 

Anak Usaha Didivestasi

Dia mengatakan, ada dua proses divestasi yang sudah berjalan. Targetnya, pada Juni 2025, proses itu bisa selesai.

"Satu di (sektor) infrastruktur air, yang kedua di infrastruktur kereta api. Nah ini kita merencanakan total proceed-nya kurang lebih di Rp 3 triliun. Itu yang akan kita lakukan dan sudah berproses," kata Gede.

Tahapannya, ditargetkan Perjanjian Jual Beli (CSPA) sudah bisa selesai pada Mei 2025 dan tahap final jual beli (SPA) bisa selesai satu bulan setelahnya.

"Nah di saat ini kita sudah didampingi oleh Financial Advisor untuk melakukan proses divestasi. Jadi harapannya nanti di bulan Mei sudah ada CSPA dan SPA di bulan Juni, sehingga kita akan bisa memproceed dua anak usaha tersebut," bebernya.

 

Divestasi Lainnya

Lebih lanjut, Gede menerangkan Perseroan juga akan melakukan right issue proyek tol Semarang-Demak. Nantinya, porsi kepemilikan PT PP di proyek itu akan dikurangi untuk menurunkan beban utang perusahaan.

"Nah itu akan kita lakukan right issue sehingga share kita akan menurun otomatis hutang yang terkonsol ke kita juga menurun. Nah itu akan kita divest nanti setelah tol Semarang Demak itu beroperasi, estimasinya di 2027," tuturnya.

Dia juga melirik divestasi anak usahanya PP Presisi. Utamanya, melepas alat-alat yang sudah tidak digunakan kembali.

"Seperti di PP Presisi terhadap alat-alat yang sudah tidak teriutilisasi, nah itu juga akan kita lakukan divestasi. Jadi kurang lebih program divestasi di tahun ini kita akan proceed di sekitar Rp 3 triliun dengan laba kurang lebih di Rp 1 triliun," pungkasnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6