Liputan6.com, Jakarta - Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati setiap 2 Mei di Indonesia untuk mengenang jasa Ki Hadjar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional.
Peringatan Hari Pendidikan bukan hari libur, tetapi momentum penting bagi seluruh insan pendidikan di Tanah Air. Peringatan Hardiknas meliputi upacara bendera di berbagai instansi pendidikan dan beragam kegiatan lain yang bertemakan pendidikan.
Untuk menyambut Hari Pendidikan Nasional 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menerbitkan Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025.
Advertisement
Pedoman ini menjadi acuan utama untuk satuan pendidikan di seluruh Indonesia dan luar negeri untuk memeriahkan Hardiknas pada 2025.
Berdasarkan Surat Edaran nomor 7441/MDM.A/TU.02.03/2025 yang ditandatangani Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, pada 24 April 2025, tema Hardiknas Tahun 2025 adalah Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Demikian mengutip dari laman kemdikbud.go.id, Senin (28/4/2025).
Pedoman ini memuat tiga poin utama, yaitu ketentuan umum, pelaksanaan upacara bendera, dan ragam aktivitas Hardiknas Tahun 2025.
3 Poin
Pada poin ketentuan umum, Menteri Mu’ti mengimbau kepada seluruh satuan pendidikan agar memuat media publikasi secara serentak dengan logo yang dapat diunduh pada laman resmi Kemendikdasmen. Pada logo Hardiknas 2025 menggambarkan tiga sosok manusia berwarna merah, biru, dan abu-abu yang menjulang ke atas dengan gerakan dinamis dan penuh semangat.
Logo ini melambangkan keberagaman, kolaborasi, dan semangat kebersamaan dalam dunia pendidikan Indonesia. Warna-warna pada logo juga menggambarkan rasa semangat, kreativitas, energi positif, serta inklusivitas dalam proses pemajuan pendidikan.
Terkait dengan pelaksanaan upacara bendera, dalam Pedoman Hardiknas Tahun 2025 disebutkan Kemendikdasmen akan menggelar upacara Hardiknas pada Jumat, 2 Mei 2025 di Kantor Kemendikdasmen. Imbauan kepada seluruh satuan pendidikan agar menggelar upacara Hardiknas Tahun 2025 secara tatap muka di satuan pendidikan masing-masing dengan menggunakan pakaian adat.
Penggunaan pakaian adat daerah/tradisional menjadi bentuk upaya menumbuhkan dan merawat nasionalisme, cinta tanah air, dan melestarikan warisan budaya Indonesia.
Logo dan Pedoman Pelaksanaan Hardiknas 2025 dapat diunduh pada tautan kemendikdasmen.go.id. Pedoman ini dibuat untuk dapat digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan Hardiknas Tahun 2025.
Â
Sejarah Peringatan Hardiknas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816565/original/051432900_1714389690-Ilustrasi_Hari_Pendidikan_Nasional_2_Mei.jpg)
Adapun pemerintah menetapkan 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional pertama kali pada 16 Desember 1959. Tanggal 2 Mei dipilih lantaran tanggal itu merupakan tanggal hari lahir Ki Hajar Dewantara, tepatnya 2 Mei 1889.
Mengutip laman disdikpku.org, Ki Hajar Dewantara memiliki nama asli R.M Suwardi Suryaningrat. Ia lahir dari keluarga ningrat di Yogyakarta. Ia mengenyam pendidikan di STOVIA setelah menyelesaikan pendidikan dasar. Akan tetapi, ia tidak menyelesaikan pendidikannya karena sakit.
Kemudian ia bekerja sebagai wartawan di media surat kabar antara lain De Express, Utusan Hindia, dan Kaum Muda.Pada penjajahan Belanda, Ki Hajar Dewantara dikenal karena berani menentang kebijakan pendidikan pemerintah Hindia Belanda.
Pada masa itu, yang boleh mengenyam pendidikan hanya anak-anak kelahiran Belanda atau kaum priyayi. Kritiknya terhadap kebijakan pemerintah kolonial menyebabkan ia diasingkan ke Belanda bersama dua rekannya, Ernest Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesoemo. Ketiga tokoh ini kemudian dikenal sebagai "Tiga Serangkai" yang memiliki peran penting dalam kebangkitan nasional.
Â
Â
Advertisement
3 Semboyan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4815917/original/090551600_1714361326-13234581_5151165.jpg)
Setelah kembali ke Indonesia setelah pengasingannya di Belanda, Ki Hajar Dewantara kemudian mendirikan sebuah lembaga pendidikan bernama National Onderwijs Institut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa pada 3 Juli 1922.
Melalui lembaga pendidikan tersebut, banyak anak-anak Indonesia baik dari keluarga mampu hingga keluarga tidak mampu dapat mengenyam pendidikan dan merasakan duduk di bangku sekolah. Tiga Semboyan Pendidikan setelah kemerdekaan, Ki Hajar Dewantara diangkat sebagai menteri pendidikan Indonesia dan dikenal dengan tiga semboyannya yaitu Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani.
Ing Ngarsa Sung Tulada berarti 'di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik'. Ing Madya Mangun Karsa berarti 'di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide'.
Sedangkan Tut Wuri Handayani berarti 'dari belakang, seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan'. Sampai sekarang, tiga semboyan pendidikan Ki Hajar Dewantara tersebut dikenal secara luas oleh berbagai kalangan pendidikan dan terus digunakan dalam dunia pendidikan rakyat Indonesia.
Â
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816186/original/045308000_1714374696-13184777_5144778.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1541481/original/029951000_1489915850-2022-World-Cup-006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583299/original/047451600_1782545178-AP26178061252747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8581680/original/086573300_1782542126-AP26178050808259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573294/original/035793500_1777888372-22282.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573053/original/073331400_1777879678-Wiyagus.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572754/original/094985300_1777867560-28d8799d-2325-4b1e-b5cd-eba9d59b5b5a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349218/original/058705600_1757916854-WhatsApp_Image_2025-09-15_at_13.13.34_a6c357fa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5427624/original/023878200_1764402589-WhatsApp_Image_2025-11-29_at_08.39.30.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5571732/original/084588400_1777695115-jules-a-NvFkYV2ngOk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5571763/original/006002800_1777698970-5435e824-301e-4995-be0b-b2f91d5275cc.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5571699/original/074593500_1777691542-091548500_1777624604-hardiknas_sd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4016804/original/046265400_1652067919-KPK_4.jpeg)