Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami pelemahan pada Rabu, 23 April 2025. Pelemahan rupiah terjadi menyusul keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan tetap di level 5,75 persen.
Pada Rabu (23/4/2025), rupiah ditutup melemah 12 poin terhadap Dolar AS (USD), setelah sebelumnya sempat melemah 25 poin di level Rp 16.871,5 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.859,5.
“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.860 - Rp 16.940,” ungkap pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi dalam keteragannya di Jakarta, Rabu (23/4/2025).
Advertisement
Seperti diketahui, Bank Indonesia melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan April 2025 pada Selasa (22/4) dan Rabu (23/4) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan tetap di level 5,75 persen.
Suku bunga deposit facility tetap berada pada level 5 persen. Adapun suku bunga lending facility yang diputuskan untuk tetap berada pada level 6,5 persen. Penahanan suku bunga BI disebabkan ketidakpastian ekonomi global yang dipicu tensi perang dagang.
Agresifnya eskalasi tit-for-tat, atau strategi saling membalas, antara Amerika Serikat dan China dalam penentuan tarif impor antara kedua negara, semakin memperburuk ketidakpastian global.
“Selain itu, kekhawatiran terkait tingkat inflasi dalam negeri karena walaupun data terkini menunjukkan bahwa inflasi masih berada di bawah rentang target BI, tekanan deflasi yang terjadi selama beberapa bulan terakhir cenderung bersifat temporer usai berakhirnya program subsidi tarif diskon listrik,” Ibrahim menyoroti.
Inflasi Indonesia juga diprediksi akan meningkat secara perlahan seiring dengan berakhirnya diskon tarif angkutan udara untuk periode libur Idul Fitri.
Peningkatan permintaan agregat dan mobilitas masyarakat menyusul berbagai hari raya keagamaan dan periode cuti bersama di bulan-bulan mendatang turut berpotensi memberikan tekanan inflasi.
Harapan Soal Tarif Impor AS
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282587/original/088452000_1672910855-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_6.jpg)
Di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump mengatakan ingin mencapai kesepakatan dengan China di mana tarif perdagangan terhadap negara itu akan jauh di bawah level saat ini sebesar 145%.
Pernyataan Trump datang setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan bahwa perang dagang China-AS yang sedang berlangsung tidak berkelanjutan, dan bahwa dia mengharapkan de-eskalasi segera. “Komentar Trump dan Bessent meningkatkan harapan bahwa presiden akan lebih jauh menarik kembali agenda tarifnya, mengurangi atau bahkan sepenuhnya meniadakan dampak potensial tarif perdagangan AS yang tinggi pada ekonomi-ekonomi utama,” kata Ibrahim. Sementara komentar Trump baru-baru ini tentang Tiongkok menghadirkan beberapa potensi perbaikan dalam hubungan, Presiden AS juga mengatakan bahwa setiap kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok akan bergantung pada Beijing yang datang ke meja perundingan.
Advertisement
Pasar Masih Khawatir Soal Dampak Perang Dagang
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)
Tiongkok sejauh ini menunjukkan sedikit niat untuk berhenti, setelah mengenakan tarif balasan sebesar 125% pada barang-barang Amerika.
“Pasar khawatir atas dampak perang dagang yang mengerikan terhadap ekonomi Tiongkok, mengingat negara itu telah berjuang bahkan sebelum Trump menjabat,” ungkap Ibrahim.
Bank Of America (BofA) menurunkan prospek produk domestik bruto Tiongkok menjadi pertumbuhan 4% pada tahun 2025, di bawah target pemerintah sebesar 5%. Pemangkasan BofA juga dilakukan setelah serangkaian penurunan peringkat oleh perusahaan pialang lainnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337094/original/001943000_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-3.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337097/original/098406000_1609328704-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337095/original/079976700_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029352/original/041405400_1579686482-20200122-Penguatan-Rupiah-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)